Pembelajaran ‘dari’ dan ‘di’ (1): Penjaga Malam

Probo Harjanti

 

Dini hari saat berada di depan loket kecil khusus pelayanan di luar jam ‘normal’ apotek yang buka 24 jam, saya sedang  menunggu pegawai apotek. Tiba-tiba terdengar deru motor melaju kencang sekali , melintas di depan apotik. Bising tentu, apalagi di pagi buta. Penjaga malam yang mlungker mingklik-mingklik di bangku panjang itu menggerutu dalam bahasa Jawa. Awalnya saya pikir dia tidur, ternyata tidak.

“ Ngebut kayak gitu tu cari apa ya Bu? Maunya apa?”

Penjaga malam masih grenengan ( menggerutu). Saya belum menanggapi, dia melanjutkan:

“Kalau pamer motor wong yang punya motor banyak, lebih bagus malah!”

Untuk menyenangkan hatinya, saya pun menanggapi.

Mbrebegi (berisik) ya Pak…..Merasa kaya mungkin Pak.”

“Yang jauh lebih kaya banyak kan,  Bu…”

Iya juga ya, lalu:

“Berani ngebut mungkin Pak…”

“Pembalap yang jauh lebih hebat banyak!”

“Merasa ganteng mungkin…….”

“Yang jauh lebih ganteng banyak Bu”, lalu: “ orang kok pamer …mau pamer apa, yang jauh lebih kaya, ganteng dan sopan, banyak.  Ini belum tentu kaya, belum tentu ganteng ..sudah bertingkah.”

“Jangan-jangan motorpun pinjaman ya pak…..kalau iya, mau membanggakan apa lagi  ya?”

Sering sekali terjadi, orang yang ingin diperhatikan, tetapi dilakukan  dengan cara yang tidak benar, hasilnya,  alih-alih dipuji, justru  umpatan yang didapat. Kadang terlontar kata  yang mengharap si pemakai jalan tersebut jatuh atau apa biar kapok. Waduh…….

Didoakan jelek juga sering terjadi saat ada yang bersikap tidak sopan, atau malah kurang ajar. Semisal, naik motor lewat di depan orang banyak tanpa permisi,  tetapi malah ngebut hingga  meninggalkan asap dan debu, pasti yang terucap :”kejungkel kapok!”

Dan kalau jatuh beneran, belum tentu ditolong, yang ada disokurke, (bahasa Indonesianya apa ya?). Setidaknya bakal terlontar kata “rasain!”….gitu, atau ‘’kapokmu kapan…..”

Kadang kalau ditanya orang apa yang dapat kita banggakan, tentu kita bingung menjawabnya. Namun menurut hemat saya, yang sebaiknya dilakukan dan gampang adalah: tidak membuat orang lain kesal dengan tingkah-laku kita. Jangan sampai didoakan yang tidak baik. Karena hakekatnya setiap ucapan yang terlontar adalah doa.

 

45 Comments to "Pembelajaran ‘dari’ dan ‘di’ (1): Penjaga Malam"

  1. probo  12 August, 2012 at 22:32

    EA Inakawa,
    tempe gosong? obat sakit perut ya….

    la saya habis masak air sampai gosong juga-e…kasatan sampai gosong ceret-e, akhrnya nggak sahur wong mak leeeer ketiduran

  2. probo  12 August, 2012 at 22:25

    Jeng Ugie,
    entah kenapa, ditunggu dari hari ke hari, sampai tahun ke tahun…si Sopan nggak pulang-pulang…
    jjadi banyak anak-anak dan orangtuany nggak tahu macam apa to si sopan sekarang……

    negurnya susah ya….

  3. EA.Inakawa  11 August, 2012 at 11:39

    Mbak Probo : Ternyata jiwa kita pun pantas kita katakan mengalami Erosi Jiwa…..dehidrasi jiwa ( secara awam saja maksudne ) dari kecil beranjak dewasa & sekarang sudah semakin tua, berbagai krisis JIWA, kehilangan sadar dan empati orang semakin tinggi saja diseputar kita. Kepada apa lagi kita akan bersandar mencari kebaikan & kebenaran dari lingkungan kita sebagai nara sumber dan inspirasi untuk berbuat baik, duh GUSTI dunia ini semakin tua dan kacau dimana mana……

    Ssstttt mendingan makan tempe gosong Ci Lani dulu……sejenak melupakan orang ngebut dan sipenjaga malam. salam sejuk

  4. ugie  10 August, 2012 at 11:36

    motor ngebut dg suara keras ..di jalanan kecil depan rumah
    dan ini sering banget , ..pelakunya bahkan ada yg sudah tua.. ( bapak2)

    entahlah .. sopan santun dan menghargai ( tidak berbuat yg mengganggu) kog makin menghilang ya ?
    atau krn mau pamer ?
    *gemes*

    salam angin cepoi-cepoi ..

  5. Dewi Aichi  10 August, 2012 at 05:23

    Bu Nunuk……selamat beristirahat ya….sampai besok..

    Lani…..gosonggggg….kae tempemu gosongggggg…….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.