Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Pembelajaran ‘dari’ dan ‘di’ (1): Penjaga Malam

Wednesday, 8 August 2012

Viewed 1260 times, 2 times today | 45 Comments |

Probo Harjanti

 

Dini hari saat berada di depan loket kecil khusus pelayanan di luar jam ‘normal’ apotek yang buka 24 jam, saya sedang  menunggu pegawai apotek. Tiba-tiba terdengar deru motor melaju kencang sekali , melintas di depan apotik. Bising tentu, apalagi di pagi buta. Penjaga malam yang mlungker mingklik-mingklik di bangku panjang itu menggerutu dalam bahasa Jawa. Awalnya saya pikir dia tidur, ternyata tidak.

“ Ngebut kayak gitu tu cari apa ya Bu? Maunya apa?”

Penjaga malam masih grenengan ( menggerutu). Saya belum menanggapi, dia melanjutkan:

“Kalau pamer motor wong yang punya motor banyak, lebih bagus malah!”

Untuk menyenangkan hatinya, saya pun menanggapi.

Mbrebegi (berisik) ya Pak…..Merasa kaya mungkin Pak.”

“Yang jauh lebih kaya banyak kan,  Bu…”

Iya juga ya, lalu:

“Berani ngebut mungkin Pak…”

“Pembalap yang jauh lebih hebat banyak!”

“Merasa ganteng mungkin…….”

“Yang jauh lebih ganteng banyak Bu”, lalu: “ orang kok pamer …mau pamer apa, yang jauh lebih kaya, ganteng dan sopan, banyak.  Ini belum tentu kaya, belum tentu ganteng ..sudah bertingkah.”

“Jangan-jangan motorpun pinjaman ya pak…..kalau iya, mau membanggakan apa lagi  ya?”

Sering sekali terjadi, orang yang ingin diperhatikan, tetapi dilakukan  dengan cara yang tidak benar, hasilnya,  alih-alih dipuji, justru  umpatan yang didapat. Kadang terlontar kata  yang mengharap si pemakai jalan tersebut jatuh atau apa biar kapok. Waduh…….

Didoakan jelek juga sering terjadi saat ada yang bersikap tidak sopan, atau malah kurang ajar. Semisal, naik motor lewat di depan orang banyak tanpa permisi,  tetapi malah ngebut hingga  meninggalkan asap dan debu, pasti yang terucap :”kejungkel kapok!”

Dan kalau jatuh beneran, belum tentu ditolong, yang ada disokurke, (bahasa Indonesianya apa ya?). Setidaknya bakal terlontar kata “rasain!”….gitu, atau ‘’kapokmu kapan…..”

Kadang kalau ditanya orang apa yang dapat kita banggakan, tentu kita bingung menjawabnya. Namun menurut hemat saya, yang sebaiknya dilakukan dan gampang adalah: tidak membuat orang lain kesal dengan tingkah-laku kita. Jangan sampai didoakan yang tidak baik. Karena hakekatnya setiap ucapan yang terlontar adalah doa.

 

Share This Post

Posted by Wednesday, 8 August 2012 on 09:37.

Categories: Kehidupan. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

45 Responses to “Pembelajaran ‘dari’ dan ‘di’ (1): Penjaga Malam”

Pages: « 5 4 3 2 [1]

  1. 10
    Handoko Widagdo Says:

    Mulat salira hangrasa wani

  2. 9
    SU Says:

    Terima kasih buat nasehatnya Bu. Sedapat2nya sih demikian Bu. Hanya kadang saya suka keluar isengnya

  3. 8
    tammy Says:

    DA: loh itu di brasil apa di china toh?

  4. 7
    Dewi Aichi Says:

    Wakak…Jc ketauan suka lihat yang miring miring…seperti video yang berdurasi 6 menit waktu itu ha ha..lihatnya harus miring…

  5. 6
    J C Says:

    Kang Anoew —-> ababil? senangnya trek-trekan dengan knalpot ngepret dibobok…

    Mbakyu Probo, saya malah mesam-mesem sendiri baca kata-kata yang Panjenengan tulis miring

  6. 5
    P@sP4mPr3s Says:

    Waaah….. bu probo, mungkin itu ababil…. =)

  7. 4
    dian nugraheni Says:

    setuju mbak Probo, jangan sampai bikin orang lain “ndongake” elek buat kita karena tingkah laku kita..makasih mbak Probo…

  8. 3
    Dewi Aichi Says:

    BU Gucan..aku setuju …..dengan apa yang ingin disampaikan pada tulisan ini. Kejadian yang sering sekali kita temui di mana saja, di Brasil, hal yang paling aku benci adalah, banyak orang meludah di tempat umum…huekkk….

  9. 2
    Dewi Aichi Says:

    Wakakakakaakakaa….Anoew..gimana kalau aku yang jalan didepanmu, ngebut, trus kamu stop aku, trus dikasih duit….gimanaaaa?

  10. 1
    anoew Says:

    lain kali kalau ketemu lagi orang semacam ini, distop aja trus dikasih duit biar gk ngebut lagi.

Pages: « 5 4 3 2 [1]

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)