Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Pembelajaran ‘dari’ dan ‘di’ (1): Penjaga Malam

Wednesday, 8 August 2012

Viewed 1211 times, 2 times today | 45 Comments |

Probo Harjanti

 

Dini hari saat berada di depan loket kecil khusus pelayanan di luar jam ‘normal’ apotek yang buka 24 jam, saya sedang  menunggu pegawai apotek. Tiba-tiba terdengar deru motor melaju kencang sekali , melintas di depan apotik. Bising tentu, apalagi di pagi buta. Penjaga malam yang mlungker mingklik-mingklik di bangku panjang itu menggerutu dalam bahasa Jawa. Awalnya saya pikir dia tidur, ternyata tidak.

“ Ngebut kayak gitu tu cari apa ya Bu? Maunya apa?”

Penjaga malam masih grenengan ( menggerutu). Saya belum menanggapi, dia melanjutkan:

“Kalau pamer motor wong yang punya motor banyak, lebih bagus malah!”

Untuk menyenangkan hatinya, saya pun menanggapi.

Mbrebegi (berisik) ya Pak…..Merasa kaya mungkin Pak.”

“Yang jauh lebih kaya banyak kan,  Bu…”

Iya juga ya, lalu:

“Berani ngebut mungkin Pak…”

“Pembalap yang jauh lebih hebat banyak!”

“Merasa ganteng mungkin…….”

“Yang jauh lebih ganteng banyak Bu”, lalu: “ orang kok pamer …mau pamer apa, yang jauh lebih kaya, ganteng dan sopan, banyak.  Ini belum tentu kaya, belum tentu ganteng ..sudah bertingkah.”

“Jangan-jangan motorpun pinjaman ya pak…..kalau iya, mau membanggakan apa lagi  ya?”

Sering sekali terjadi, orang yang ingin diperhatikan, tetapi dilakukan  dengan cara yang tidak benar, hasilnya,  alih-alih dipuji, justru  umpatan yang didapat. Kadang terlontar kata  yang mengharap si pemakai jalan tersebut jatuh atau apa biar kapok. Waduh…….

Didoakan jelek juga sering terjadi saat ada yang bersikap tidak sopan, atau malah kurang ajar. Semisal, naik motor lewat di depan orang banyak tanpa permisi,  tetapi malah ngebut hingga  meninggalkan asap dan debu, pasti yang terucap :”kejungkel kapok!”

Dan kalau jatuh beneran, belum tentu ditolong, yang ada disokurke, (bahasa Indonesianya apa ya?). Setidaknya bakal terlontar kata “rasain!”….gitu, atau ‘’kapokmu kapan…..”

Kadang kalau ditanya orang apa yang dapat kita banggakan, tentu kita bingung menjawabnya. Namun menurut hemat saya, yang sebaiknya dilakukan dan gampang adalah: tidak membuat orang lain kesal dengan tingkah-laku kita. Jangan sampai didoakan yang tidak baik. Karena hakekatnya setiap ucapan yang terlontar adalah doa.

 

Share This Post

Posted by Wednesday, 8 August 2012 on 09:37.

Categories: Kehidupan. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

45 Responses to “Pembelajaran ‘dari’ dan ‘di’ (1): Penjaga Malam”

Pages: « 5 4 [3] 2 1 »

  1. 30
    probo Says:

    Mbak DA…wong masih muda, kinyis-kinyis kok wedi peteng eh…meteng ta…lagi 20 tahun ngono lo…

  2. 29
    anoew Says:

    nyetop wong ngebut ki bunuh kediri Anoew…

    ya jangan disetop tho, tapi cukup dimiskol saja. Kalau dia balik ya kasih duit, kalau bablas ya dilempar aja pakai hape

  3. 28
    anoew Says:

    Wakakakakaakakaa….Anoew..gimana kalau aku yang jalan didepanmu, ngebut, trus kamu stop aku, trus dikasih duit….gimanaaaa?

    Wik, paling-paling duitnya mbok belikan es setrop warna merah. Biar serasa anggur merah

    Red, red wine. ♪.♪.♫
    Go to my head
    Makes me forget that I
    Still need her so

    Red, red wine ♫.♪
    It’s up to you
    All I can do, I’ve done
    Memories won’t go
    Memories won’t go ♪.♫♪. ♪.♫♪.

  4. 27
    EA.Inakawa Says:

    yaaa begitulah kehidupan……baik & buruk jalan berdampingan diluar sana, diantara orang orang disekitar kita bahkan ada diantara sanak saudara sendiri…….yaaa begityulah kehidupan. salam sejuk

  5. 26
    HennieTriana Oberst Says:

    Mbak Probo, sering banget kejadian gini ya, bikin orang lain nyumpahin mereka

    D, lha baru tahu kalau di Brazil mirip dengan Cina. Lalu kenapa temanku yang orang Brazil merasa enah dengan kebiasaan orang Cina.

    Pams, JC, ababil itu apa artinya?

  6. 25
    nu2k Says:

    Jeng Probo.. Wah nuwun sewu ya..Sudah berapa kali tayangan anda muncul dan saya baca cepat-cepat…Maunya berha ha hi hi…Tetapi baru sekarang ada waktu luang…
    Waahhh, sepagi itu sudah ke Apotik. Terus siapa yang gerah? Rak yo agak serius toch, kalau obatnya harus diambil sak deg sak nyet. Mudah-mudahan sekarang sudah sehat dan sembuh kembali. Atau paling tidak sudah jauh lebih baik dari keadaan sebelumnya.. Amien.
    Iya ya jeng, satu percakapan sederhana yang tidak dan belum tentu bisa kita lakukan dengan setiap orang. Apapun alasannya. Yang jelas kita semua tahu bahwa dalam suatu percakapan selama kita menghormati dan menghargai teman bicara kita, percakapan yang ada akan berlangsung dengan nyaman dan gayeng.
    Salam en selamat beristirahat… Kus, kus, kus untuk anda berempat, Nu2k

  7. 24
    Mawar09 Says:

    Bu GuCan : sangat suka dengan artikel ini. Salam!

  8. 23
    Dewi Aichi Says:

    haiyo to he he he..wis tuwo je, males meteng lagi ha ha..

  9. 22
    probo Says:

    Mbak DA angker piye ta? takut piye ta? takut nek tenanan njur ngidham?

  10. 21
    probo Says:

    Dhimas Han…liyane bingung lo….panganan apa kuwi

Pages: « 5 4 [3] 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)