Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

60 Tahun Ratu Elizabeth II Bertahta

Friday, 10 August 2012

Viewed 2125 times, 2 times today | 74 Comments |

Iwan Satyanegara Kamah

 

SUPERWOMAN. Ini julukan yang paling tepat bagi Ratu Elizabeth II yang sudah berkuasa sejak 6 Februari 1952 hingga detik ini. Selama 60 tahun dia menjadi pusat perhatian mata dunia. Dia mengalami banyak hal, baik kemenangan, kebahagian dan kebanggaan sampai kesedihan dan kemalangan yang dirasakan negaranya.

Ratu Elizabeth II pernah beberapa kali dijuluki “Wanita Terkaya Sejagat”. Kekuasaannya ada di banyak negara besar dan maju. Di Inggris tentu saja. Di Australia, Kanada, Selandia Baru, Papua Niugini dan beberapa negara microstates di Lautan Pasifik dan Karibia, dialah menjadi ratu mereka.

Dia dipuji Hitler, diejek The Beatles, dimusuhi banyak rakyat yang tak menyukai kolonialisme Inggris serta dipuja milyaran orang yang mengaguminya.

Long Live The Queen!

 

Share This Post

Posted by Friday, 10 August 2012 on 10:40.

Categories: Dunia. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

74 Responses to “60 Tahun Ratu Elizabeth II Bertahta”

Pages: « 8 7 6 [5] 4 3 2 1 »

  1. 50
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Selamat malam Pak Anwari.

    Memang benar pendapat Bapak untuk sebagian alasan. Tetapi yang membantu Belanda kembali ke Indonesia adalah Inggris ketika diperintah ayahnya Elizabeth II.

    Secara diplomatik Inggris “mengakui” RI 17 Agustus 1945 dengan menyebut “President of Indonesia Soekarno” pada masa krisis jelang 10 November 1945. Parahnya, pertempuran heroik di Surabaya terjadi antara kekuatan patriotik Indonesia melawan tentara Kerajaan Inggris.

    Peran Mountbatten (paman Ratu Elizabeth II) sangat banyak pada masa-masa intervensi Inggris saat itu. Saya merasakan bagaimana pendapat Pak Anwari terhadap kekejaman tentara Inggris di Surabaya bila mengingat pejuang arek-arek yang dimotori Gubernur Soerjo, Pak Roeslan Abdulgani, Pak Moestopo dan Pak Doel Arnowo dan Bung Tomo serta banyak yang lainnya.

    Namun tidak kesan kehadiran Inggris di Indonesia agak sedikit sejuk dengan kehadiran dan tokoh Lady Mountbatten yang secara pribadi menunjukkan “rasa simpati” kepada perjuangan bangsa Indonesia.

    Salam.

  2. 49
    Anwari Doel Arnowo Says:

    Nyonyah Tua ini kalau tidak salah dia adalah Kepala Negara dari 16 Negara, orang yang lebih kuat dari dia adalah Nyonyah Meneer yang berdiri sejak tahun ..{?} . Memerintah sekian banyak Negara tetapi Rumah Tangganya tidak menghasilkan anak-anak yang diharapkan berkelakuan sebagai anak seorang yang berkuasa. Skandal demi skandal.
    Ada seorang Pendana Menteri Australia yang sambil berjalan berani memeluk Nyonyah Tua ini, katanya yang seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya.
    Dengan bantuan kekuatan Militer Inggrislah, tentara belanda dibantu dikembalikan kebekas jajahannya di Surabaya, menggempur rakyat Surabaya yang bersenjata mempertahankan Negaranya yang baru dibentuk:: Repoeblik Indonesia. Dia melanggar HAM juga secara kejam. Saya tidak melupakannya. Karena kejadian inilah maka belanda dengan NICAnya telah menjadi agressor sejak saat itu sampai tanggal 27 Desember 1949. Itulah sebabnya belanda tidak berani mengakui Proklamasi Kemerdekaan kita tanggal 17 Agustus, 1945. negara liliput bernama belanda ini takut disuruh membayar kompensasi gelarnya selaku agressor di RI. Waktu itu baik Inggris maupoun belanda menyebut para pejuang kemerdekaan kita sebagai bandit-bandit dan terroris dan Bung Karno serta Bung Hatta disebut sebagai bandit-bandit juga. Yang bandit itu siapa? Bagi saya kenangan baik terhadap Inggris dan belanda itu hanya yang jelek saja sehubungan dengan kemerdekaan Repoeblik Indonesia. Mereka menjadi kaya karena penjajahannya di negara-negara lain kebetulan RI yang paling menderita karenanya.

    Anwari Doel Arnowo – 2012/08/10

  3. 48
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Saya punya dokumen pengangkatan Handoko Widagdo menjadi Duta Besar Republik Rakyat Cina untuk Indonesia Berkuasa Penuh (Extraplanetary). Hanya dalam bahasa Mandarin dan saya kurang paham hanya bisa lihat foto Mas Han saja.

  4. 47
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Itsmi, maaf ini akan menyinggungmu sebagai pembela republik dan pembela monogami.

    Kerajaan dan juga poligami sudah ada selama sejarah manusia. Sedangkan kerajaan atau monogami produk sejarah baru-baru ini.

  5. 46
    Itsmi Says:

    Iwan, banyak individu yang tidak senang pada kerajaan… karena tidak sesuai jaman….. mereka lebih cenderung ke republik, tapi problemnya mereka sebagai individual dan tidak menyatu ke dalam organisasi…

  6. 45
    SU Says:

    Betul itu super lucu sekali kalau ada Dubes Cina yg tidak bisa bahasa Mandarin.

  7. 44
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Oh ya Itsmi. Setiap ratu atau raja Inggris bergelar “Defender of Faith”.

  8. 43
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Itsme, saya heran begitu banyak orang ateis di Inggris. Namun mereka tidak pernah menggugat hak keluarga kerajaan berkuasa. Seharusnya mereka melakukannya. Contoh ateis paling ilimiah adalah Bertrand Russell. Bahkan mungkin banyak yang monarkis.

    Jadi bagi seorang ateis buka lagi menyebarkan paham bahwa ateis itu baik dan cemerlang. Tetapi lebih kepuasan pribadi dalam memahami gejala alam. Tidak peduli dengan sistem apapun selama keselarasan dan kesejahteraan sosial terwujud.

    Amin. Tuhan Memberkati Itsmi.

  9. 42
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Lebih lucu lagi kalau Mas Han tidak bisa Mandarin, tidak kebayang jadi dubes Cina dan tidak terpikirkan jadi penceramah (keynote speaker). Brakkkk!!!

  10. 41
    SU Says:

    Ga tahu tuh JC, Mas Iwan tiba2 buat skenario……tapi lucu kan kalau Ko Han mewakili atau jadi Dubes Cina utk Indonesia dan datang ke universitas berpidato dalam bahasa Jawa halus. Kalau seandainya itu terjadi dan saya hadir, saya bisa ngegubrag dari tempat duduk dan langsung mikir,”hebat banget ini Dubes.”

Pages: « 8 7 6 [5] 4 3 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)