Terbius Bad Girl

EA. Inakawa – Kinshasa, Africa

 

Sebuah pertemuan tanpa sengaja di sebuah waktu dan tempat yang tidak ku impikan ….. sengaja atau tidak sebetulnya sama saja yaa “Pertemuan” itulah jodoh benang tipis di antara perpisahan.

Bukan aku yang menyapanya…..tapi aku sadar kalau sejak tadi iya mengamatiku dengan seksama dan liar, di airport lagi, tapi kupikir-pikir ini hal yang biasa di antara hilir mudiknya penumpang dari berbagai bangsa “ International Airport Kenyatta”. Nairobi, yang menarik wajahnya mirip Rihanna penyanyi papan atas from Barbados dengan tubuh sintalnya yang sexy.

Dengan santai iya menghampiriku, dan aku dengan percaya diri dan sok tau langsung menawarkan penaku, dalam hati kau pasti membutuhkan pulpen ini untuk mengisi form transit yang terlihat di genggamannya.

Tebakanku 100% benar…..dengan sigapnya iya menyambar pulpen yang kuberikan dan secepat itupula iya langsung berbalik dan minta tolong aku yang menuliskannya.

Yaaaa mau tak mau dengan ringan hati aku membantunya…..kasihan kan cewek lagi ehehehe dari passsport nya kuketahui cewek bule bermata biru blasteran Africa ini berasal dari Jamaika,tempat kiblatnya musik reggae Bob Marley.

Usai semuanya kami beriring menuju check point Imigrasi, iya mengambil tempat persis di depanku, proses aplikasipun berlangsung dengan seksama berikut sidik jari dan photo, di saat proses harus membayar Visa Transit aku menyaksikan bagaimana sibuknya iya membongkar semua isi dompet dan tas serta semua kantong yang ada di pakaiannya, aku menyaksikan proses kalang kabut itu dengan keprihatinan.

Dasar orang Indonesia selalu punya empati yang lebih ehehehe aku tersentuh untuk menolongnya, menimbang karena di belakang kami yang antri sudah mulai kesal menunggu.

Achirnya kukeluarkan dompetku …… kutawarkan padanya kalau aku siap menolongnya, persoalan di imigrasi pun terselesaikan (inilah awalan aku masuk dalam jebakannya).  Dan pertolongan itu adalah awal sebuah kesalahan yang akan kusesali di kemudian waktu.

Dari proses imigrasi kami masih harus melapor ke counter Kenya Air untuk mendapatkan reservasi hotel yang diberikan pihak maskapai,kami harus menginap 1 malam melanjutkan penerbangan pd keesokan pagi hari. Dan perempuan itu masih juga mengikutiku….. jadilah kami pasangan dadakan yang misterius.

Sesampainya di hotel Contienental Kenya kami ditempatkan sesuai surat pengantar yang diberikan Counter kenya Air di airport. Masih berjodoh…..aku dan cewek bule itu sama persis mendapatkan kamar di lantai yang sama.

Seusai mandi 2 jam kemudian aku menuju resto yang dipersiapkan untuk para penumpang yang melakukan transit, ritual makan malam pun dijalani dengan penuh khidmat, seperti biasa makan malam cukup yang ringan ringan saja tapi kulakukan berulang-ulang ehehehehe mumpung gratuit.

Di situasi ini aku sudah melupakan si cewek bule tadi…..urusan lambung lebih kuprioritaskan. Tapi ternyata tidak dengan dia…….Dia masih mengamatiku dari sudut atmosfir yang lain…….Dari sudut cafetaria resto iya kembali mendatangiku dengan 2 cangkir es cream di tangannya.

Dengan keramahannya ia memberikannya secangkir buatku, dasar lelaki aku merasa mubazir untuk mengabaikan keramahtamahan ini. Secangkir es cream rum yang dikombinasi rasa dengan mocca itu kuterima dengan tulus tanpa terpikir baik dan buruknya…….kami menikmati sambil ngalor ngidul tentang negeri asalnya Jamaika dan tujuan wisatanya,orangnya lumayan asyik dan energik.

Kemudian iya memintaku untuk menolongnya membenahi note book yang terkena virus katanya, sesaat kulihat profile problemnya memang benar adanya. Dan entah oleh karena apa aku menawarkannya untuk mampir ke kamarku, kupikir akan lebih mudah memperbaiki note book nya ketimbang di ruang retso ini yang lampunya rada temaram,sejujurnya ajakan ini tanpa berniat jelek.

Di sesaat berada di kamar…….menit demi menit kulalui, di sana kami masih bersenda gurau tentang musik dan pengembaraannya.

Aku tak ingat dengan pasti tapi kurasakan kantuk yang luar biasa dan pengaruh rum dan mocca yang tersisa di lidahku masih terasa jelas kenikmatannya.

Jam 12 siang keesokan harinya ….. aku terbangun dalam keterkejutan yang luar biasa kaget bukan hanya ter ingat dengan jadwal pesawat pertama pagi ini yang sudah pasti meninggalkanku, tapi aku kaget semua isi koper dan kantongku berserakan …… lap top – Hp , uang tunai dan perhiasan cincin dan kalung + bahkan tshirt yang baru kubeli di airport Bangkok disikat sang Bad Girl, nasib baik passportku tidak disikatnya.

Aku baru sadar kalau pemberian es cream kemarin malam telah dibumbui dengan obat tidur……..aku terbius selama 12 jam, masih kusyukuri kalau Tuhan masih melindungi jiwaku. Dengan masih dalam pengaruh kantuk yang sangat…..Achirnya peristiwa ini kulaporkan juga dengan reseptionist hotel, proses basa basi pun berlangsung.

Nama yang kuingat di passportnya ternyata tidak terdaftar di hotel,dan ketika pihak hotel melakukan komunikasi ke maskapai penerbangan nama si bad girl ternyata tidak ada di data manifes penumpang pesawat,ternyata passport yang diberikannya kepada ku di airport adalah passport palsu yang sudah dipersiapkan dengan matang.

Sampai saat ini peristiwa setahun yang lalu itu tetap menjadi mistery yang tidak pernah terungkap.

Aku hanya bisa tersenyum dalam hati tapi tidak berarti aku harus menangisi kesialanku,cara yang terbaik melewati kesialan ini adalah menikmatinya agar esok tidak ter-ulang untuk kali keduanya. Seyogiyanyalah peristiwa seperti ini menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk berhati hati dalam beramah tamah dengan stranger baik tua maupun muda dimanapun berada.

Kukisahkan sebagaimana true story ini disampaikan seorang teman atas peristiwa yang dialaminya.

 

Goma frontier Rwanda : 10 Agust 2012.

Salam  Setepak Sirih Sejuta Pesan – EA.Inakawa

 

47 Comments to "Terbius Bad Girl"

  1. nu2k  19 August, 2012 at 10:01

    Dimas Inakawa, baru sempat baca-baca lagi. Walah2..Masuk perangkap dan diprotoli pula miliknya.. Waspada dan mendengarkan bisikan sanubari memang perlu. Semoga kita semua ada dalam lindunganNYA. Amien.

  2. anoew  18 August, 2012 at 08:07

    Dj wrote:
    Dj. sudah berdoa untuk mas Anoew. Pria yang gagah dan berpikiran jujur. Semua bisa dilihat dari tulisan dan didengar dri kata-kata yang keluar dari mulutnya. Puji TUHAN….!!! Dj. pernah berjumpa dengan mas Anoew dan pasangan yang sangat cuantik….!!!

    Terimakasih atas doanya Pakdhe Dj, sungguh terasa sampai ke tulang sumsum dan relung hati. Berarti beberapa hari dan sampai sekarang ini, setelah perjumpaan di Mandarin waktu itu, perubahan positif dan anugerah yang saya terima itu adalah berkat dari doa Pakdhe Dj.
    Salam hangat.

    @Kang EA, kalau mencermati foto itu, di sana akan tampak seorang pria bahagia lahir batin bercucu satu yang luar biasa mendapat berkat dari Tuhan. Luar biasa!

  3. EA.Inakawa  17 August, 2012 at 20:22

    Bu Probo : Cara ibu sudah benar,sejak dini akan tertanam dibenak anak anak itu betapa berbahayanya menerima sesuatu terutama dari stranger…….terima kasih ibu sudah mampir, salam sejuk

  4. probo  17 August, 2012 at 20:10

    mungkin saya termasuk guru nyinyir atau sok perhatian, saat jeda menari, saya selalu dan selalu mengingatkan murdi2 saya untuhk jangan penah menerima makanan atau mnuman dari orang asing, bahkan dengan yang dikenal pun jangan main terima saja……apalagi kalau pergi sendirian…..
    maklum murid2 saya masih bocah, baru lepas SD, baru menjelang remaja
    harapan saya tentu tidak mengalami hal2 buruk seperti pembiusan di kendaraan umum…..
    la ini kelas pesawat saja ada hal semacam ternyata……
    terima kasih ya ..

  5. EA.Inakawa  17 August, 2012 at 19:46

    wow……great ! exactly……. they’re great people

  6. Dj.  17 August, 2012 at 19:22

    Maaf photonya ketinggalan, terburu-buru klick post comment.

  7. Dj.  17 August, 2012 at 19:21

    Yuuuup…..!!!
    Dj. sudah berdoa untuk mas Anoew.
    Pria yang gagah dan berpikiran jujur.
    Semua bisa dilihat dari tulisan dan didengar dri kata-kata yang keluar dari mulutnya.
    Puji TUHAN….!!!
    Dj. pernah berjumpa dengan mas Anoew dan pasangan yang sangat cuantik….!!!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.