Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Aku Diam di Sini

Sunday, 19 August 2012

Viewed 397 times, 2 times today | 7 Comments |

Yuli Sectio Rini

 

yang kini kuhadapi

adalah sebuah kesakitan yang amat sangat

dunia berputar, sekelilingku berputar, semua berputar

masihkah aku berputar, masihkah?

di sini aku cuma bisa diam

memandang ilalang pun tidak bisa

aku hanya diam, diam bergerak pun tak jua

yang kulihat tak juga berubah

biarlah yang kuhadapi kali ini

sama seperti waktu-waktu sebelumnya

aku diam, dan diam, diam, diam, diam.

jangan mencoba aku untuk bicara

jangan mencoba aku untuk bergerak

jadikan aku patung yang diukir dengan kasih

jadikan aku lukisan yang digambar dengan sayang

jadikan aku kalung yang kau ronce dengan cinta

tapi kau harus tahu bahwa semua itu hanya untuk satu nama

Allah subhanahu wa ta alla

karena aku tahu

diamku di sini adalah yang terbaik untuk DIA

~ yuli sectio rini ~

Rabu, 19 Juli 2012 pukul 00.28 wib

 

 

Share This Post

Posted by Sunday, 19 August 2012 on 08:54.

Categories: Pojok Sastra. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

7 Responses to “Aku Diam di Sini”

  1. 7
    Bagong Julianto Says:

    Puja-puji dalam diam…..
    Menari dalam senyap kelam malam…
    Melukis bersama binar temaram……

  2. 6
    J C Says:

    Hhhhmmm…

  3. 5
    Linda Cheang Says:

    saling diam…

  4. 4
    Dewi Aichi Says:

    BU Yuli..mari diam diaman he he..

  5. 3
    Dj. Says:

    Engkau diam disana dan aku diam disini…
    Salam,

  6. 2
    probo Says:

    doea

  7. 1
    Lani Says:

    satoe

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)