Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Senarai Persinggahan (12)

Sunday, 19 August 2012

Viewed 443 times, 1 times today | One Comment |

Kurnia Effendi

 

(anjung kedua puluh satu)

Kubah Masjid As-Sakinah Gobel, Jl. Dewi Sartika

 

Manusia acap menjadi tokoh paling jenaka di atas panggung dunia. Salah satu Firaun di masa Musa, contohnya. Ia menahbiskan diri sebagai Tuhan padahal tidak sanggup memandang jantungnya sendiri dan tertidur kala mengantuk, pun memiliki rasa cemas terhadap bayi laki-laki yang tak mampu ia kendalikan kelahirannya dari rahim perempuan.

Bahkan Iblis, meyakini Tuhan sebagai sang pencipta. Dijadikan lawan perjanjian untuk mengubah pikiran manusia : menghampiri dusta, keji, ingkar, dan khianat.

Manusia kerap menjadi tokoh paling salah tingkah di Bumi yang menyediakan segala. Qorun di masa Musa, contohnya. Ia menyimpan harta berlimpah seolah akan menikmatinya hingga dunia punah. Ia merasa paling kaya, seandainya di kemudian abad tidak lahir Raja Sulaiman sang ahli bahasa hewan. Ia lupa daratan sehingga perlu membuktikan himpitan rekah tanah.

Bahkan Iblis tidak memerlukan tabungan hari depan. Ia cukup kaya dengan permainan untuk membujuk tiap insan

: sampai hilang ingatan bahwa ada Tuhan di ujung titian.

Aku tak kunjung memilih peran.

Senantiasa menjadi figuran.

Di antara harapan dan hasutan.

 

Jakarta, 11-12 Agustus 2012, Ramadan 1433 H

 

Majelis Masjid As-Sakinah, Dewi Sartika

 

Masjid As-Sakinah Gobel, Dewi Sartika

 

Majelis Masjid Jami Ar-Rahman, Kl. Pajlawan Revolusi

 

 

(anjung kedua puluh dua)

Kubah Masjid Raya Al-Ittihaad Tebet Mas

 

Sebulan selain sebelas bulan, kebaikan dibalas dengan imbalan jauh melampaui sepadan. Namun aku masih sibuk merayakan, bagaimana cara membalas dendam atas haus dan lapar, dengan makan di atas ukuran.

Sisakan waktu bagiku untuk singgah ke rumahmu.

Sepekan demi sepekan, hari-hari beranjak silam. Pada hamparan ladang amalan, benih apa yang telah kutanam? Memandang sekeliling, aku bagai pangling pada pepohon yang alangkah banyak memiliki ranting. Bergayut di sana: buah-buah pahala.

Beri keteguhan padaku untuk memetik ranum cahaya.

Dua puluh hari berlalu, dua putaran serupa gasing menderu. Cepat sekali rahmat berkelebat, sulit tertangkap ampunan mendekap, kecuali dengan hati yang tirakat. Tuluskah kerinduanku pada pengabdian yang kaucatat sendiri?

Jadikan aku manusia yang tak merugi, sebelum mati.

 

Jakarta, 12 Agustus 2012, Ramadan 1433 H

 

Majelis Masjid Raya Al-Ittihaad Tebet Mas

 

Masjid Raya Al-Ittihaad

 

Masjid Baitul Mukminin Rawamangun

 

Majelis Masjid Baitul Mukminin

 

Kubah Masjid Jami Al-Makmur Klender

 

Majelis Masjid Jami Al-Makmur Klender

 

Share This Post

Posted by Sunday, 19 August 2012 on 08:54.

Categories: Nusantara. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

One Response to “Senarai Persinggahan (12)”

  1. 1
    Dj. Says:

    Semoga tidak hanya mesjitnya saja yang indah dan tenang.
    tapi penggunanya jjuga dmikian.
    Salam Damai dari Mainz.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)