Antara Purworejo dan Jakarta (1): Ibu dalam Kasihmu

Sugiyarti Ugie

 

Liburan  sekolah untuk DKI  telah di mulai tanggal 26 Juni 2011 sampai nanti tanggal 10 Juli 2011. Horeeee… aku bisa pulkam dengan leluasa. Aku berencana antara 10 hari menuntaskan rindu  yang bikin hati tercharge  penuh.    Kali ini aku harus  berangkat sendiri, karena bojoku gak bisa cuti karena berbarengan dengan  kesibukan pekerjannya  yang benar-benar harus terselesaikan minggu itu.  Gak nyaman sih pulang sendiri, tapi  gimana lagiii, yang penting ijin dan doanya sudah terkantongi.  Purworejoooooooo…. I misss u! !

Matahari telah memperlihatkan senyum indahnya, tetapi dingin masih amat menggigil. Sekarang musim bediding… musim kemarau, maka dingin terasa menusuk tulang, bahkan kadang aku bentol-bentol karena  alergi, tapi aku senang menikmatinya, di sebuah desa kecil   wilayah selatan Purworejo, merupakan tanah kelahiranku, yang selalu aku rindu; selalu saja ada rindu plus kangen menyesakkan,  yang tak kan pernah habis untuknya. Ada saja alasan untuk merindu dendam  tiada tara.

Yang pertama ibuku tercinta yang karena derita rematiknya, sudah 2 tahun ini tidak beraktivitas seperti dulu. total hari-hari beliau ada di  tempat tidur.   Riwayat  sakit beliau sebenarnya sudah ada 8 tahunan, tetapi 2 tahun terakhir inilah sendi-sendi beliau kaku dan kesakitan yang luar biasa, lemah tak bisa digerakkan. Berobat.. tentulah sudah ke mana-mana baik medis maupun non medis, tetapi mungkin karena ibu kurang  berkemauan kuat dan kurang patuh sehingga sering mogok di tengah jalan alias gak diterusin,   dan ada sekitar 6 bulan ini ibu gak mau berobat sama sekali.

Tubuh ibu semakin lama semakin kurus dan kaku, walaupun selera makan ibu normal.. tetapi seolah tak ada asupan makanan ke tubuhnya. Tapi bagiku ibu tetap cantik.. secara tipikal wajah ibu dengan aku bedaaa banget, ibu berkulit sawo matang, rambut ikal hitam lebat panjang, hidung mancung….   aku kebalikan banget. (Aku suka jeles ma rambut dan hidungnya… ). Kata orang -orang aku fotocopian Bapak. Yaah diterima aja.

Beberapa bulan ini Ibu kadang suka ‘aneh ‘, kadang bercerita kalo Ibu melihat mendiang Nenekku atau kerabat-kerabat yang sudah meninggal. Diseling keluhan sakit yang luar biasa pada tangan atau kaki pada tiap harinya. Aku paham dan mengerti sekali kesakitan ini, karena teman baikku di Jakarta yang masih muda  karena rematiknya suka mengeluh saakit seperti Ibu..jangankan untuk melakukan suatu hal,  disentuh  saja sakit.

Banyak kerabat  yang berkata  bila  seseorang sudah suka melihat hal-hal yang ganjil /ghaib  biasanya.. atau tanda-tanda…..  Aku merinding dan juga sediiih…., walaupun semua sudah Allah gariskan, tapi hati kecilku tidak pernah siap… dan tak akan pernah. Apapun keadaan Ibu aku ingin tetap  melihatnya, menatapnya dan bisa menyentuhnya! Apalagi adikku.. kalau kita membicarakan ini… tanpa sadar kita berdua sesenggukan, hujan air mata!

Alasan  inilah yang membuatku  wajib untuk sering -sering  pulang untuk menengoknya, setiap ada kesempatan walaupun mungkin hanya 1 atau 2 hari.

Di rumah kami, sekarang tinggal Bapak, Ibu dan adikku yang paling bungsu. Telah  4 tahun adikku memutuskan untuk pulang dan merawat ibu. Anak manis ini… bener-bener luar biasa!!! Tak ada kata yang bisa menyurutkan kemauannya untuk berbakti pada ibu, sebagai anak bungsu adalah hal yang mengejutkan.. secara biasa dan sudah  bekerja di Jakarta,  dan  meninggalkan   pacarnya (aku tahu dl  dia punya pacar di Jakarta). Memang adikku ini sangat sayaaaang luar biasa pada ibu..mungkin karena bungsu; curahan kasih sayang ibu juga melimpah ruah  untuknya. Begitu  juga adikku, .sayang yang luar biasa untuk ibu… Sangat-sangat…. amazinglah kalau di ceritakan.

Untuk gadis muda seperti dia, pengorbanan yang kubilang  amat- amat tak biasa!!

Semoga Allah yang Maha Membalas,  meridhoi bakti cinta adikku ini.. aamiin.

Aku tahu, merawat ibu gak mudah, perlu kesabaran yang luar biasa, semua aktivitas ibu harus dibantu, bahkan ibu juga  tidak  sabaran…, maunya serba cepat, juga  karena kesakitan yang luar biasa bisa semalaman ibu terjaga dengan banyak permintaan. Tapi…. hebat bener adikku ini, dia terampil merawat ibu dan rumah kami, secara dulu dia paling males, dan manja!   Karenanya kalau aku pulang,   aku  dapatlah membantu atau  menggantikan tugas adikku  ini. Atau… istilah kami berdua: berbagi-bagi.. dalam merawat ibu juga ngegodain Ibu! Karena kadang Ibu susaaah banget untuk tertawa gembira. Tapi kadang kalau suasana baik; terayu bujukan kami; atau cerita kami yang gak mutu dan aneh Ibu bisa tertawa. Dan.. sungguh, mendengar tawa ibu.. adalah haru yang tak terlukiskan! !

Wanita manis cantik yang melahirkan aku dan menghujani aku denga kasih, merawat penuh derasan cinta, tangannya yang dulu menggendong aku,  menyuapi aku, memandikan aku waktu kecil… tak berdaya lagi. Terlalu pilu sepilu-pilunya..hatiku… apalagi jika ibu mengeluhkan sakitnya..

Kadang dalam sedetik waktu, ketika  aku mengelus tangan atau kaki Ibu yang sakit… ada nyeri yang tak tertahankan  dalam relung hatiku. Ibuuuu…. teramat kesakitan. Ibuuuu… yang terlalu banyak derita!!

Aku akan selalu ingat dan kuingat, Ibu yang sering terbangun malam-malam untuk sholat Tahajud… mendoakan kami tiada henti, ibu yang selalu mendahulukan  kami…. ibu yang., yang…. tak kan cukup ku menuliskannya.

Ibuuuuu…..

Memandangimu adalah airmata tiada henti,

Jerit piluku padaMu ya Robb,

Engkaulah Maha Penyembuh… aamiin.

 

Jakarta 12 Juli 2011

 

24 Comments to "Antara Purworejo dan Jakarta (1): Ibu dalam Kasihmu"

  1. ugie  23 August, 2012 at 22:58

    @ Mas Bagong Julianto : Iya ..hehe yg cowok mirip ibuku semua ..

    Terimakasih doanya .. semoga Ibu kembali bersmangat .
    Aamiiin ..

    Salam dari Prejo ya

  2. ugie  23 August, 2012 at 22:56

    @ Anoew : Tulisan ini dah setaun tapi aku tetap menangis kalo membacanya lagi , sama spt dirimu. Kita memang jadi cengeng ya kalo liat , baca dan dengar ttg kasih Ibu . makasih ya Noew

  3. ugie  23 August, 2012 at 22:53

    @ Mbak Silvia(SU) : Benar mbak , peran ibu sejati tak kan pernah bisa terbalas … Terimakasih telah mampir di sini mbak . Salam kasih dariku ya

  4. ugie  23 August, 2012 at 22:52

    JC : Terimakasih sudah membacanya … cerita tentang ibunda akan selalu indah .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.