Konsep

Anwari Doel Arnowo

 

Arti kata ini pertama bisa rancangan, bisa rencana atau sketsa. Arti kedua bisa citra, ide, imaji, impresi, pengertian, persepsi atau pikiran.

Hampir semua benda “buatan manusia” di dunia selama ini dimulai dengan konsep awal. Sengaja kata buatan manusia ini saya tulis di antara dua tanda kutip, karena hampir tidak ada barang di dunia ini yang murni buatan manusia. Selalu ada unsur alam di dalamnya. Yang paling lama dan bisa serta patut kita berikan sebagai contoh antara lain manusia purba yang membutuhkan alat bantu untuk keperluannya menunjang hidup. Alat pukul pertama mungkin saja sebongkah batu untuk dibenturkan ke arah batu yang lebih besar, hanya untuk mengecilkan ukurannya. Batu adalah bagian dari alam semesta sebelum ada kehidupan. Makhluk hidup pasti dimulai setelah alam mulai terbentuk. Waktu manusia purba berpikir bahwa untuk memecah batuan yang lebih besar menjadi lebih kecil, itulah yang disebut sebagai konsep awal.

Cerita bergambar atau komik pertama yang saya ingat adalah tokoh Flash Gordon, sang jagoan yang melanglang jagad ini dengan alat-alat modern MASA DEPAN dibanding waktu itu. Digambarkannya dunia yang ada pesawat roketnya, tetapi pada waktu itu masih sesungguhnya belum ada barang yang bisa disebut dengan roket berawak pengendali yang berupa manusia. Beberapa puluh tahun kemudian manusia pertama bernama Neil Armstrong berhasil mendarat di Bulan. Semua ini bisa terjadi karena ada konsep-konsep yang dibuat dari pikiran manusia yang diwujudkan ke dalam bentukan barang berupa fisik.

Saya ingat membaca salah satu dari buku karangan Harold Robins yang menceritakan dunia otomotif pada awal abad yang lalu. Orang mengendarai kendaraan bermotor roda empat waktu itu mengenakan tutup kepala dari kulit sapi dan di depan matanya di lengkapi dengan goggle (kacamata bulat penahan debu), juga memakai baju luar terbuat dari kulit juga.

Apa sebab demikian? Karena unsur kegagahan dan ke”pantas”an pada jaman itu sungguh mengalahkan unsur keselamatan. Nah tentu saja para penumpangnya harus rela untuk mengalami terkena lumpur dan debu di muka dan tubuhnya. Itu semua adalah status simbol: Keren (gagah dan tampil tampan) karena mukanya terkena debu dan baju jaketnya terkena lumpur. Dalam cerita itu ada seseorang yang mengucapkan bahwa di masa depan (dari waktu itu) akan ada mobil yang empuk lunak nyaman dan berhawa sejuk dingin di dalamnya. Apa reaksi yang diterimanya ketika konsep seperti ini dikemukakan di depan umum? Dia ditertawakan dan dikatakan tidak “JANTAN” atau macho hanya karena dibayangkan tubuh yang bersih dan berkendara nyaman itu bukan sesuatu yang menyenangkan. Apa yang terjadi pada saat ini? Berkendara mobil bisa amat nyaman tidak mendengar suara dari luar maupun dari dalam kendaraan berupa suara mesin sendiri dan suara hingar bingar lalu lintas di luar, kendaraan segala jenis.

Lalu apa dan bagaimana kendaraan untuk transportasi tubuh manusia di masa depan yang dekat ini, beberapa tahun ke depan? Silakan lihat link berikut ini:  http://www.funonthenet.in/articles/concept-cars.html. Saya perhatikan perlahan-lahan dan menyerap pengertiannya secara lamban. Apa yang saya dapat? Ternyata saya tidak lagi mengemukakan anjuran perbaikan berupa apapun terhadap isi konsep setelah menyaksikannya. Apa betul seperti itu? Eh, ternyata benar saja, saya masih bisa lebih lagi berpikir jauh ke depan. Penggerak mobil “khayalan saya” ini menggunakan energi terbarukan bukan seperti dari fosil dan lainnya yang mengganggu kelestarian alam, tidak berupa bahan bakar minyak atau lainnya, tetapi mungkin sekali tenaga sinar surya. Atau Nuklir. Atau Tenaga Kinetis lain. Apa lagi? Mungkin dengan tenaga prana manusia yang hanya dengan berfikir, membatin dan membuat sistem yang bisa ditransportasikan menjadi tenaga penggerak mobil.

Pada suatu saat nanti mungkin sekali kita tidak memerlukan kendaraan untuk bisa mencapai tempat-tempat lain di manapun dengan mengubah seluruh tubuh kita menjadi molekul-molekul dan mengirimkannya ke tempat-tempat tujuan dan mengubahnya kembali menjadi bentuk tubuh semula. Proses transportasi ini sudah dipakai dalam film-film khayal (Scientific Fiction) tentang masa depan yang berdasarkan ilmu pengetauan yang diakui akan bisa diterapkan. Film seri Star Trek menamakan proses seperti ini dengan nama Teleporting. Teleport itu persis seperti mesin facsimile yang mentransport data dan membuat manusia yang telah berubah menjadi transportable data,  ditransport berfungsi menjadi seperti kertas fax thermal pada jaman dulu, dan kertas biasa pada jaman sekarang.

Mengapa tidak? Bukankah khayal itu adalah kekuatan anugrah alami yang harus kita syukuri, apalagi telah terbukti dari daya khayallah maka telah beratus bahkan berjuta kali bisa diwujudkan menjadi benda fisik untuk menopang jalannya kehidupan serta ide dan pemikiran yang mumpuni. Janganlah membatasi kemampuan khayal anda karena darinyalah maka telah tercapai kemajuan-kemajuan pesat sejak dua abad terakhir ini. Bayangkan saja baru pada awal abad lalu, ayah saya lahir, kapal terbang pertama diakui telah ditemukan oleh Wright brothers. Kakek saya, Arnowo,  belum pernah memegang pesawat telepon, malah mungkin sekali beliau belum pernah mendengar suara dering telepon, meskipun beliau wafat pada tahun 1922. Sekarang keenam cucu saya kalau kita sedang berkumpul, semuanya sibuk dengan alat komunikasinya Blackberry dan sebangsanya, yang kecil main game dengan iPadnya. Mereka tidak memerhatikan perlunya komunikasi dengan kakek dan nenek bahkan dengan orang tuanya sendiri.

Gejala seperti ini memang sudah mendunia.

Lihat saja orang yang sedang berada di tempat-tempat umum. Ada dua teman sedang berjalan kaki di sebuah taman yang nyaman di New York. Mereka bercakap-cakap dengan riang. Tiba-tiba saja cellular phone yang satu berbunyi dan tangan siempunya langsung menyambarnya dan memencet tombol bicara serta  mulai asyik berbicara, melupakan sama sekali teman yang sedang berjalan di sampingnya. Apa kata temannya ini di dalam hati tentu saja: “Ah, I was suddenly changed into a fog or smoke or air or something, he doesn’t see me anymore!”

Baca koran? Pasti memegang alat komunikasi menjadi acara yang utamanya. Sebelumnya orang duduk di dalam kursi Kereta Api, Kapal Terbang dan Rang Tunggu apa yang mereka kerjakan selain membaca koran atau buku? Kalau memang membawanya  pasti menggenggam Telepon Genggamnya.  Demikian halnya mereka yang sedang menunggu makanan yang akan dihidangkan di restoran, biasanya berbuat seperti yang disebutkan terdahulu !

Eh, apakah saya patut bila dikatakan tidak bisa mengikuti jaman modern?

Ah, silakan saja diberi julukan apapun, saya yang memang sudah tua, TETAPI  BELUM KEDALUWARSA.

 

Anwari Doel Arnowo  –  17 Agustus, 2012

 

15 Comments to "Konsep"

  1. Bagong Julianto  23 August, 2012 at 21:20

    Pak Doel….

    Pengonsep, selalu visioner, sering disebut gila oleh orang di sekitarnya…
    Pengonsep yang mewujudnyatakan konsepnya, dulu dibilang gila, sekarang diacungi jempol.
    Contohnya adalah Pak Kaharuddin Nasution (mantan Gubernur Riau dan kemudian Sumut).
    Saat beliau membangun Jl Sudirman di Pekanbaru selebar itu, banyak pihak yang mencemoohnya.

  2. J C  22 August, 2012 at 11:32

    PamPam, yang 32 inch tidak semahal itu lah… (tapi tetep mahal juga sih).

  3. Handoko Widagdo  22 August, 2012 at 10:15

    Terima kasih Cak Doel. Konsep adalah titik berangkat dalam berinovasi.

  4. Anwari Doel Arnowo  22 August, 2012 at 07:43

    Pak EA.Inakawa,
    Peace, benar sekali.
    Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keempat hal. 63 menyebutkan kata-kata angan-angan = 1. pikiran; ingatan , 2. cita-cita; 3. maksud; niat, 4. gambaran ingatan; harapan sendiri dalam ingatan; khayal, 5. proses berpikir yang dipengaruhi oleh harapan-harapan terhadap kenyataan-kenyataan yang logis.
    Dengan disebutnya kata khayal di dalam nomor 4. maka kesamaan arti antara khayal dan angan-angan itu terbukti sama.
    Kata khayal : 1. lukisan (gambar) dalam angan-angan, 2. yang diangan-angankan seperti benar-benar ada
    Di dalam tulisan itu saya lebih memilih khayal karena di situ hinggap anggapan orang bahwa ada kemungkinan tidak akan terwujud, tetapi pokok tulisan ini ingin menunjukkan bagaimana bagusnya angan-angan atau khayal sekalipun. Hal itu telah terbukti dengan banyaknya yang sudah tercapai dan terwujud dari sekedar angan-angan dan khayalan
    Salam damai selalu dari saya,
    Anwari Doel Arnowo – 22 Agustus, 2012

  5. EA.Inakawa  22 August, 2012 at 02:43

    Yang saya tau, yang Lebih HEBAT dari semua itu……yang melebihi kecepatan suara katanya, cuma ANGAN ANGAN, artinya sebelum konsep dijabarkan angan angan lebih awal hadir dibenak kita , salah nggak yaaa ehehehe peace Pak Anwari, salam sejuk

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.