Zohrah Pagi dan Sebuah Halte Bis Kecil

F. Rahardi

 

bercahayalah ia di gelap remang begini
membelalak : biru-hijau-kuning-merah
tenang tak berkedip-kedip
di gelap remang begini
meretih dahan basah daun dijilat api
kami nyalakan lagi unggun ini, perdiangan ini
bangku-bangku tunggu yang bisu
dan di atasnya kami berbaring dengan lesu
dan kelihatanlah papan-papan hitam
pengumuman tentang was-was akan arti-arti
mimpi
di jalanan kota ini
deretan rumah, bangunan-bangunan sekolah
toko-toko kecil yang diam, kantin yang sepi
di aspalan ini embun pun mencair
bau semu : warung-warung kopi,
kedai-kedai nasi
pelita jaga yang sunyi
mengapa kau ijinkan
roma kami tegak berdiri
dihantui ketentuan-ketentuan hari nanti
dan teka-teki tentang nasib anak-istri?
taksi itu membatu di trotoar
siapa bersama sepoi dingin ini?
sunyi : anjing-anjing di tempat sampah
dan sisa-sisa malam berangsur-angsur
ia kabur
di langit arah timur.

Boja, 14 Juli 1969
Pernah dimuat di Majalah Basis, September 1972

 

7 Comments to "Zohrah Pagi dan Sebuah Halte Bis Kecil"

  1. Dewi Aichi  27 August, 2012 at 22:51

    Pengarsipan semua tulisan Pak F Rahardi cukup bagus rupanya, bayangkan….banyak sekali tulisan tulisan yang dimuat di tabloid , majalah, koran, bertahun tahun yang lalu, sekarang bisa ditampilkan kembali, sehingga kami bisa menikmati karya-karya Pak Rahardi.

  2. F. Rahardi  27 August, 2012 at 21:47

    Sdr. Dj. Puisi memang bukan seperti pengumuman, surat, atau berita koran yang harus bisa dimengerti isinya. Puisi hanya ingin mengajak pembaca, untuk mencoba ikut masuk ke dalam suasana, yang pernah dirasakan oleh si penyair.

    Sdri. Esti Yoeswoadi: Yang saya kenal di Bebengan Sigit Susanto, yang sekarang bermukim di Zug, Swiss. Generasi kelahiran tahun berapakah suami Anda? Saya generasi kelahiran 1950, dan antara 1967 – 1974 bermukim di Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal.

  3. Esti Yoeswoadi  27 August, 2012 at 11:40

    Boja? Kendal? Suami saya asli dari Bebengan Boja. Eh maap gak nyambung

  4. EA.Inakawa  25 August, 2012 at 19:54

    Embun pagi …… subuh tadi mengetuk jendelaku,membangunkan lelap nya tidurku dalam dingin……..

  5. Dj.  25 August, 2012 at 14:28

    Hhhhhhhmmmmmm……!!!
    Mesti baca 2X, tapi tetap tak mengerti ….
    Salam,

  6. Bagong Julianto  25 August, 2012 at 13:52

    Lari malam, selamatkan diri hingga pagi dini hari…..
    Masih seputar tragedi gestok…..

  7. James  25 August, 2012 at 08:11

    ONE Pagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.