Kalaulah Mungkin, Kenapa Tidak?

EA. Inakawa – Kinshasa, Africa

 

Kalaulah mungkin dik……kenapa tidak
Ingin aku pulang menjengukmu
Ingin aku pulang merinduimu
Dalam helai heningnya malam sejuk

Satu dasawarsa kita berpaling
Aku di seberang bukan karena apa
Aku di seberang karena menjeput masa depan kita

Kalaulah boleh dik …… kenapa tidak
Kita berkumpul memperbaiki mimpi
Kita berkumpul merajut asa dan karsa kembali

Dua dasawarsa telah terlampaui
Kalaulah mungkin……ada umur
Kalaulah bisa ……aku ingin berpegang tangan seperti dulu
Di ladang kita…..menyusun masa depan kita

Dulu katamu…..
Walau kita tidur beralaskan sehelai tikar yang usang
Makan di atas daun keladi
Minum dari cangkang kelapa muda
Dan bertadah hidup di bawah daun jerami
Kau tetap akan menemaniku

Tapi dik……kalaulah boleh kenapa tidak
Lebih dari semua impianmu itu
Akan kupersembahkan kepadamu
Nantikan aku pulang dik…….
Kini aku punya uang yang banyak untukmu
Hasil pencarian dan berkat doa-doa mu
Percayalah dik….aku tetap mencintaimu

Salam Setepak Sirih Sejuta Pesan
EA.Inakawa – Kinshasa

 

16 Comments to "Kalaulah Mungkin, Kenapa Tidak?"

  1. EA.Inakawa  28 August, 2012 at 04:56

    Alvina : puisi iseng aja, kemarin lagi tergelitik buat puisi yaa begini jadinya…..salam sejuk

  2. Alvina VB  28 August, 2012 at 04:11

    EA Inakawa: Loh…bukannya sudah jadian sama sang pujaan hati?? ini puisi buat siapa?

  3. EA.Inakawa  27 August, 2012 at 19:14

    FR,Situmorang : dia yang sabar dalam penantian pasti beruntung, salam sejuk

  4. Fidelis R. Situmorang  27 August, 2012 at 18:05

    Wah, beruntung banget dia yaaa

  5. EA.Inakawa  27 August, 2012 at 13:51

    @ Pak Sumonggo : jangan pergi Pak……masih banyak ceritera Cinta di rumah kita Baltyra ehehehe terima kasih pak sudah mampir, salam sejuk

    @ Ko JC : ponten 100 nich ! ……. kepada siapa dan yang dimana yaaa ahahahaha , bingung sampai 2 dasawarsa, salam sejuk

  6. J C  27 August, 2012 at 12:12

    Kenapa tidak why not? (sambil wondering ini EA Inakawa memuisikan siapa atau yang mana ya?)

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *