Tabungan Hijau Hutan Bambu (4)

Mastok

 

Bambu berhak dan pantas disebut “Tanaman Ajaib

Dari kiri ke kanan:

Phyllostachys aurea, Tetragonoclamus angulatus, Phyllostachys nigra f. punctuata, Phyllostaches bamb. violascens, Phyllostachys nigra f. ‘Boryana’, Phyllostachys viridis ‘Sulphurea’, Phyllostachys bambusoides.

Jenis-jenis Bambu yang terdapat di Indonesia diperkirakan sekitar 159 spesies dari total 1.250 jenis bambu yang terdapat di dunia. Bahkan sekitar 88 jenis bambu yang ada di Indonesia merupakan tanaman endemik.

Bambu merupakan jenis rumput-rumputan yang dan beruas. Bambu merupakan anggota famili Poaceae yang terdiri atas 70 genus. Bambu termasuk jenis tanaman yang mempunyai tingkat pertumbuhan yang tinggi. Beberapa jenis bambu mampu tumbuh hingga sepanjang 60 cm dalam sehari.

Indonesia merupakan salah satu wilayah yang menjadi surga bagi jenis tanaman yang disebut juga sebagai buluh, aur, dan eru ini. Diperkirakan terdapat sedikitnya 159 jenis bambu di Indonesia yang 88 diantaranya merupakan spesies endemik Indonesia.

Berikut beberapa jenis (spesies) bambu yang ditemukan tumbuh di Indonesia.

  • Arundinaria japonica Sieb & Zuc ex Stend ditemukan di Jawa.
  • Bambusa arundinacea (Retz.) Wild. (Pring Ori) di Jawa dan Sulawesi.
  • Bambusa atra Lindl. (Loleba) di Maluku.
  • Bambusa balcooa Roxb. Di Jawa.
  • Bambusa blumeana Bl. ex Schul. f. (Bambu Duri) di Jawa, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.
  • Bambusa glaucescens (Wild) Sieb ex Munro. (Bambu Pagar; Cendani) di Jawa.
  • Bambusa horsfieldii Munro. (Bambu Embong) di Jawa.
  • Bambusa maculata (Bambu Tutul; Pring Tutul) di Bali.

 

Bambu Tutul (Bambusa maculata)

  • Bambusa multiplex (Bambu Cendani; Prengodani) di Jawa.
  • Bambusa polymorpha Munro. Di Jawa.
  • Bambusa tulda Munro. Di Jawa.
  • Bambusa tuldoides (Haur Hejo) di Jawa
  • Bambusa vulgaris Schard. (Awi Ampel; Haur Kuneng; Haur Hejo; Pring Kuning) di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Maluku.

Bambu Kuning (Bambusa vulgaris)

  • Dendrocalamus asper (Bambu Petung) di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, dan Sulawesi.
  • Dendrocalamus giganteus Munro. (Bambu Sembilang) di Jawa
  • Dendrocalamus strictur (Roxb) Ness. (Bambu Batu) di Jawa.
  • Dinochloa scandens (Bambu Cangkoreh; Kadalan) di Jawa.
  • Gigantochloa apus Kurz. (Bambu Apus; Bambu Tali) di Jawa.

 

Bambu Apus (Gigantochloa apus)

  • Gigantochloa atroviolacea (Bambu Hitam; Bambu Wulung; Gombong Hitam ) di Jawa.

Bambu Wulung (Gigantochloa atroviolacea)

  • Gigantochloa atter (Bambu Legi; Bambu Ater; Buluh; Jawa Benel; Awi Ater; Awi Kekes) di Jawa.

 

Bambu Legi (Gigantochloa atter)

  • Gigantochloa achmadii Widjaja. (buluh Apus) di Sumatera.
  • Gigantochloa hasskarliana (Bambu Lengka Tali) di Sumatera, Jawa, dan Bali.
  • Gigantochloa kuring (Awi Belang) di Jawa.
  • Gigantochloa levis (Blanco) Merr. (Bambu Suluk) di Kalimantan.
  • Gigantochloa manggong Widjaja. (Bambu Manggong) di Jawa.
  • Gigantochloa nigrocillata Kurz (Bambu Lengka; Bambu Terung; Bambu Bubat) di Jawa.
  • Gigantochloa pruriens (buluh Rengen) di Sumatera.
  • Gigantochloa psedoarundinaceae (Bambu Andong; Gambang Surat; Peri) di Jawa.
  • Gigantochloa ridleyi Holtum. (Tiyang Kaas) di Bali.
  • Gigantochloa robusta Kurz. (Bambu Mayan; Temen Serit) di Sumatera, Jawa, dan Bali.
  • Gigantochloa waryi Gamble (Buluh Dabo) di Sumatera
  • Gigantochloa verticillata (bambu Hitam)
  • Melocanna bacifera (Roxb) Kurz. Di Jawa.
  • Nastus elegantissimus (Hassk) Holt. (Bambu Eul-eul) di Jawa.
  • Phyllostachys aurea A&Ch. Riviera (Bambu Uncea; Bambu Buluh Kecil) di Jawa.
  • Schizotachyum blunei Ness. (Bambu Wuluh; Bambu Tamiang) di Jawa, Nusa Tenggara Timur, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku
  • Schizotachyum brachycladum Kuez. (Bambu Buluh Besar; Buluh Nehe; Awi Buluh; Ute Watat; Tomula) di Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Maluku.
  • Schizotachyum candatum Backer ex Heyne (buluh Bungkok) di Sumatera.
  • Schizotachyum lima (Blanco) Merr. (Bambu Toi) di Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Irian.
  • Schizotachyum longispiculata Kurz. (Bambu Jalur) di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.
  • Schizotachyum zollingeri Stend. (Bambu Jala; Cakeutreuk; Bambu Lampar) di Sumatera dan Jawa.
  • Thryrsostachys siamensis Gamble. (Bambu Jepang) di Jawa.

Di Indonesia jenis-jenis bambu ini dimanfaatkan sebagai bahan bangunan (kontruksi), Transportasi, Pembuatan alat musik seperti angklung, kuliner, kerajinan rumah tangga dan ornamen, serta sebagai bahan pengobatan alami.

Meski memiliki banyak spesies dan dulu tersebar luas di Indonesia, kini beberapa jenis bambu mulai langka dan sulit ditemukan. Kelangkaan ini terjadi lebih disebabkan oleh konversi lahan menjadi daerah pemukiman.

Kalau di desa saya, bambu masih tumbuh dengan suburnya meskipun terbatas pada jenis Bambusa arundinacea (Bambu Ori) dan terkadang Bambu Apus (Gigantochloa apus). Bagaimana dengan di tempat sobat?

Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Ordo: Poales; Famili: Poaceae; Bangsa: Bambuseae.

Pengawetan Bambu

Miracle produces high quality treated bamboo poles, preserved with borax & boric acid. Availiable bamboo species: Gigantochloa atroviolacea (Black Bamboo) diameter 5-12 cm, Denrocalamus asper (Petung/Betung) diameter 10-18 cm, Gigantochloa apus (bambu apus) diameter 4 – 9 cm, Bambusa glaucescens (bambu cendani) diameter 2 – 3 cm.

Bambu Kita ( bengkel Hijau ) berpengalaman mengawetkan bambu dengan sistem Vertical Soak Diffusion (VSD) menggunakan bahan pengawet yang ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan.  Sistem VSD ini awal mulanya dikembangkan oleh EBF Bali. Metode VSD terbukti efektif melindungi bambu dari serangan kumbang bubuk dan rayap hingga puluhan tahun.

Kami menjual berbagai jenis dan ukuran bambu yang telah diawetkan, diantaranya jenis petung, wulung, apus, dan legi. Kami juga sedang membangun teknik pengawetan menggunakan tangki bertekanan yang dapat mengawetkan berbagai jenis dan ukuran bambu secara lebih cepat.

Proses Pengawetan Bambu

Proses pengisian larutan pengawet untuk perendaman vertikal bambu di fasilitas pengawetan Bengkel Hijau

Contoh Bambu Awet

Gambar di atas adalah jenis-jenis bambu yang biasa digunakan untuk konstruksi bangunan, mebel maupun kerajinan tangan lainnya. Dari kanan ke kiri: petung, wulung, ori, apus, tutul dan cendani

Species: GiGantochloa sp. (Tali)

Size of tested Bamboo:

Length 200 mm

Diameter 40 mm

Treatment: 7% Tim-bor® Industrial Solution

14 days horizontal soak diffusion

Testing: bamboo pieces were diged in soil 45 cm deep

Duration: for 8 Moths (2005/2006)

treated Bamboo

Outside surface: nearly no damage of termites

Inside surface: no damage of termites

Middle layer (Parenchyma): max. 10 mm damage, no termite holes at all

Untreated Bamboo

Piece fallen into two Pieces (into outside and inside skin)

Middle layer (Parenchyma) completely (95%) vanished

 

Species: Black DenDrocalamUs asper (patUnG hitam)

Size of tested Bamboo:

Length 200 mm

Diameter treated 80 mm; untreated 95 mm

Treatment: 7% Tim-bor® Industrial Solution 14 days horizontal soak diffusion

Testing: bamboo pieces were diged in soil 45 cm deep

Duration: for 8 Moths (2005/2006)

 

Treated Bamboo

Outside surface: no damage of termites, only the black color vanished little.

Inside surface: no damage of termites

Middle layer (Parenchyma): 2 termite holes between inner and outer surface (apr. 50 mm deep)

Untreated Bamboo

Outside surface: no damage of termites, only black color vanished little

Inside surface: broken 10-20 mm from cutting edges

Middle layer (Parenchyma): nearly completely eaten/termite holes up to the internodia.

bersambung…

 

About Mastok

Penampakannya mengingatkan para sahabatnya akan Panji Tengkorak yang berkelana ke seluruh dunia persilatan. Mastok berkelana dengan menggembol buntelannya yang lusuh...eits...jangan salah, dalam buntelannya tersemat segala gadget canggih terakhir: iPad, laptop mutakhir, koneksi wireless, smartphone model terakhir. Bertelanjang kaki ke mana pun melangkah menunjukkan tekadnya yang membara untuk back to nature, kembali merengkuh Mother Earth.

My Facebook Arsip Artikel

14 Comments to "Tabungan Hijau Hutan Bambu (4)"

  1. Sigit pratama  31 December, 2013 at 21:22

    pak untuk pelatihan 2014, jatwal paling dekat kapan n berapa biayannya

  2. Mastok  29 August, 2012 at 10:00

    Terima Kasih teman- teman Baltyra…
    Hari ini saya sudah sampai di Bandung 2 minggu penuh tidak ada signal perjalanan di Banten Selatan dan persiapan even International ECO SETTELMANT akan membawa perubahan di Nusantara..masih Ingat akan Energy dan Tanaman Rumput ( bamboo ) hal hal kecil yang tidak di lirik bahkan di abaikan , berangkat dari Budaya nusantara untuk menelaah isi Ibu Pertiwi …..dimana hak nya sudah kita ambil tetapi kewajiban nya.. masih banyak yang lupa, kewajiban memelihara, melindungi dan menjaga…..

    Mas JC.. apa yang ada di Pikiran Kita lebih baik kita lalukan walaupun kecil !! ( learning By Doing )

    Inakawa… Kita Masih dalam system .. dan Bambu di Indonesia Masih Belum Punya Standar baku ( SNI, ISO ) walaupun Inbar ( organisasi bamboo dunia ) sudah menetapkan Standarisasi.. tapi Jangan Lupa mas … Bahwa kearifan Lokal ( local wisdom ) dapat merubah Perilaku manusianya jika alam mulai Tidak Seimbang…..

    Mas Sungkano…. Terima kasih mas masukannya.. Saya juga mengumpulkan beberapa Jenis bamboo asli Nusantara dan mengembangkan juga membeli dari beberapa pembibit seperti yang dikembangkan oleh Bambu Nusa Verde di Jogja maupun di Jakarta ( Mark Petters ) dan 40 jenis yang sekarang sudah menghiasi Kebun rumah kami dan bermanfaat untuk kelestarian Air. Udara di Lingkungan Kami… Mohon kritik serta saran mas….
    Bu Probo…. Wah Luar biasa masukannya hal yang kecil tetapi sangat penting .. Media tanam ( baik Soil / Tanah nya… ) insaallah tar di tambahin baik Soil dari pembibitan sampai siap tanam .. karantina sebelumnya penanaman secara missal juga…… terima kasih sekali… kebanyakan Angon Badak.. hahahahhahahaha…..

  3. Linda Cheang  27 August, 2012 at 22:06

    JC, lha. iya, dong. Bisa malu berat jadinya kalo pas lagi latihan nyanyi, trus, suaraku pas lagi serak-serak banjir, malah kedengeran ke tetangga, gara-gara dinding rumah bambu yang tidak kedap suara. Nanti dianggapnya ada radio rusak mesti dibanting

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.