Visualisasi Impotensi di Bungkus Rokok

Osa Kurniawan Ilham

 

Berikut ini adalah tulisan ke-2 sebagai oleh-oleh dari hasil berkunjung ke House of Sampoerna akhir tahun 2009 lalu. Kalau di Indonesia ada peringatan pemerintah yang berbunyi “Merokok bisa mengakibatkan impotensi, kanker, kemandulan dan merusak janin” maka saat berkunjung ke museum House of Sampoerna ini saya bisa melihat ternyata di negara-negara lain peringatan tersebut diwujudkan dalam gambar. Nah, karena menarik, saya ingin membagikan kepada Anda pengamatan tersebut.

Di bungkus rokok yang dipasarkan di Singapura (produk Sampoerna merek XTRA dan WINNER), peringatan kesehatan ditampilkan dalam bentuk foto paru-paru yang terkena kanker, foto jantung yang terkena stroke atau gambar ilustrasi pasien rumah sakit untuk menggambarkan bahwa “smoking can cause a slow painful death”.

Yang lucu, untuk bungkus rokok yang dipasarkan di Brasil dan Amerika Latin, terdapat peringatan dalam bentuk foto yang menurut saya kok malah aneh he..he..

Peringatan tentang nikotin dapat mengakibatkan kecanduan diwakili oleh foto seorang pria yang sedang merokok. Sementara peringatan bahwa merokok dapat merusak janin malah diwakili oleh gambar seorang ibu hamil yang sedang merokok. Nah, ini apa nggak malah berarti bahwa kaum eksekutif muda dan ibu hamil diperbolehkan merokok ? he..he….

Untuk menggambarkan bahwa merokok dapat mengakibatkan kanker diwakili oleh foto seorang pasien yang sedang dirawat di rumah sakit.

Nah, lalu bagaimana menggambarkan bahwa merokok dapat mengakibatkan impotensi ? he..he…Jangan ngeres dulu, ternyata impotensi digambarkan oleh sepasang suami isteri yang sudah bersiap-siap melaksanakan kewajibannya. Sayangnya si pria sedang loyo nggak bergairah sehingga sang isteri jengkel dan stres sampai hanya bisa terduduk sambil tangannya memegangi kepalanya yang sedang nyut-nyut-an. He..he…

Sumber foto: koleksi pribadi
(Osa Kurniawan Ilham, Balikpapan, 12 April 2010)

 

12 Comments to "Visualisasi Impotensi di Bungkus Rokok"

  1. anoew  29 August, 2012 at 22:18

    Berhenti merokok tapi tidak untuk dirokok

  2. anoew  29 August, 2012 at 08:50

    Saya telah memutuskan berhenti setelah menyadari bahaya yang ditimbulkan akibat merokok dan merasa ngeri. Apapun itu yang memuat tentang berita rokok dan bahayanya, saya akan berhenti membaca. Rokok jalan terus. Yaaaah, itung-itung “membantu” buruh linnting yang sudah bekerja keras mencari nafkah

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *