Belajar Berkebun

Mawar

 

Hallo teman-teman di Baltyra, apakabar?  Semoga selalu sehat dan bahagia ya!   Kali ini saya ingin berbagi pengalamanku untuk pertama kalinya bercocok tanam sayuran yang ternyata tidak segampang seperti perkiraan semula.

Mulanya teman baik kami yang juga sudah menjadi kakak angkatku tanya mau ngga ikutan dia mengolah sebidang tanah di Community Garden.  Tentu saja saya bilang mau karena mau tanam sayuran di halaman rumah sendiri tidak memungkinkan berhubung banyaknya rusa liar, kelinci dan juga groundhog.  Bunga-bunga saja disantap dengan lahap apalagi kalau ada tanaman sayuran, bisa-bisa nanti mereka cuma berkunjung ke halamanku saja.   Biar dikasih pagar juga rusa liar tetap bisa loncat masuk, jadi percuma di samping itu juga mahal.

Waktu untuk mulai menggarap yang telah ditentukan oleh pengurus Community Garden adalah bulan Mei karena menunggu Last Froze, tapi ada juga loh yang sudah mulai membersihkan lahan yang mereka pilih sebelum tanggal yang ditentukan dan memagarinya.  Biayanya ringan, cuma US$ 20 per musim, itu sudah termasuk uang membership, tanah kompos dan mulch.  Mula-mula yang kami lakukan adalah membersihkan rumput-rumput liar yang tinggi, kemudian mematok luas tanah yang diinginkan.   Kunjungan berikutnya mulai memancang tiang-tiang untuk pagar, ngga susah juga kok karena kan tiangnya tinggal beli di toko bangunan, tinggal naik tangga yang pendek sudah bisa memantek tiang tersebut ke tanah dengan palu.  Berikutnya pasang pagar yang terbuat dari kawat halus utk bagian bawah dan plastik utk bagian atas, diikatkan pada tiang-tiang yang kami pasang dengan pengikat dari plastik, kemudian diberi pintu yang diframe dengan pipa plastik yang ringan dan diberi kawat.  Cuma satu hal yang agak merepotkan, harus bawa air dari rumah untuk menyiram karena tidak ada fasilitas air.

Agar tidak repot harus selalu membersihkan rumput liar terus, maka permukaan tanah kami tutup dengan plastik hitam dan bahan lainnya, tinggal digunting saja besarnya lubang yang inginkan bila akan menanam bibit sayuran.  Teman saya sudah membibitkan beberapa jenis sayuran di rumahnya, sedangkan saya beli di tempat penjualan bibit sayuran.   Setelah semuanya siap, kamipun mulai menanam bibit sayuran yang kami inginkan, saya sendiri menanam 9 pohon tomat (terdiri dari 4 jenis), 2 macam squash (zucchini dan yellow squash), lalu kami juga bersama-sama menanam melon (2 macam), brokoli, ketimun, parsley, celery, paprika, kale dan cabe.  Yang kami tanam dari biji adalah lettuce (berbagai jenis), bawang bombay, buncis, rainbow chard, lemongrass (sereh), basil, bokchoi (mati semua dimakan serangga), lobak (ini juga mati karena serangga), kacang capri, wortel, sedangkan kentang kami tanam dari buah kentang yang keluar tunas (kami simpan sampai tunas agak besar, baru ditanam).

Asyik juga loh menyaksikan semua tanaman tumbuh subur dan mulai membesar…….. begitu juga dengan biji-bijian yang disemai mulai mengeluarkan tunas kecilnya.  Tinggal setiap kunjungan disirami dengan air dan bersihkan sedikit rumput di sekitarnya.  Tanaman daun selada/lettuce harus kami tutup dengan net supaya tidak dimakan serangga.   Yang paling seru waktu saya melihat tanaman melon yang sudah ada buahnya, hal ini baru saya ketahui waktu pergi ke sana diantar suami dan iseng-iseng saya menyibak daun-daun melon yang besar untuk melihat apa sudah ada putik buah, ternyata malah lihat melon sudah mulai besar, setelah dihitung ternyata ada 7 buah.   Sampai teriak-teriak kegirangan, suami sampai lari mendekat dikirain ada sesuatu yang menakutkan.   Panen pertama kami adalah timun, rainbow chard, buncis, lettuce, zucchini dan yellow squash.   Sudah 2 minggu ini kami mulai menikmati tomat yang enak banget rasanya dibandingkan bila beli di supermarket.   Lumayan untuk sementara ini ngga usah beli sayuran, tinggal ke kebun saja untuk memetik dan memotong sayuran yang diinginkan.  Wortelpun sudah mulai besar, tapi kami masih ingin menunggu beberapa minggu lagi baru kami cabut.

Beberapa waktu lalu dalam keadaan hujan kami ke kebun untuk melihat kondisi tanaman karena sudah 2 hari ini angin sangat kencang disertai hujan yang lebat. ternyata banyak tomat yang sudah memerah.  Beberapa pohon tomat juga perlu disanggah, karena tiang sanggahan yang sudah ada rupanya tidak kuat melawan angin kencang.  Jadi kunjungan berikut nanti harus bawa beberapa tiang penyanggah dan tali pengikat.  Sekarang rasanya ngga sabar menanti bila melon bisa dipetik untuk disantap.  Ternyata apa yang kami harapkan menjadi kenyataan, saat kami ke kebun 2 mingguan kemudian terlihat satu melon besar dengan kulit yang sudah kekuningan, langsung saya petik dengan bantuan gunting. Berhubung saat itu yang matang cuma satu, maka kami bersepakat masing-masing dapat sebelah.   Seminggu kemudian malah kami panen 4 buah melon sekaligus.

Minggu lalu diadakan garden party dan setiap orang yang mempunyai kebun di sana diharapkan hadir dengan membawa makanan (untuk dinikmati bersama) dan juga bisa ikut kompetisi hasil kebun.  Saya membuat Tomato Tart, ternyata sebentar saja sudah ludes dan mendapat pujian yang katanya sangat enak.  Nanti kalau bikin lagi saya share resepnya disini ya!

Untuk kompetisi kami cuma menyertakan “wortel” dan “Purple Sweet Pepper”, ngga kepikiran untuk menyertakan tomat dan sayuran lainnya.  Yang menilai adalah ahli dari Departemen Pertanian wilayah tempat kami tinggal.  Hasil dari kompetisi, kami dapat “JUARA SATU” untuk wortel dan sweet pepper.  Bangga juga lho, baru pertama kali berkebun sudah menang.  Seandainya saya juga sertakan tomat dan basil pasti deh juara lagi karena yang ikut kompetisi buah tomat dan  daun basilnya ngga sebagus hasil dari kebun kami.  Tapi jadi orang kan ngga boleh serakah ya!  he…he…he…

3 hari lalu kami ke kebun untuk memetik tomat dan masing-masing dapat satu keranjang penuh.  Jadi deh saya kemarin sibuk di dapur seharian bikin pasta sauce untuk disimpan, juga panggang tomat sampai setengah kering kemudian ditaruh dibotol dan disimpan di kulkas.  Sudah sering juga kasihkan ke teman-teman yang membutuhkan.  Minggu depan kalau metik lagi mungkin akan suruh suami bawa ke kantor untuk dibagikan ke teman kerjanya.

Kalau ditanya apa tahun depan punya rencana berkebun lagi, pasti saya jawab iya !!

Terima kasih ya teman-teman sudah meluangkan waktu membaca artikel ini dan menikmati foto-foto yang saya lampirkan.

 

Salam

 

48 Comments to "Belajar Berkebun"

  1. Mawar09  2 September, 2012 at 00:42

    Ugie : terima kasih ya sudah mampir di artikelku ini dan komentarnya. Salam!

  2. ugie  2 September, 2012 at 00:06

    senengnya bisa tanam sayuran gitu … pasti hati jg seneng , ayem ..
    makasih Mawar , telah berbagi

  3. Mawar09  31 August, 2012 at 01:02

    Alvina : terima kasih ya sudah mampir dan komentarnya. Iya nih, sudah menjadi locavora dan ingin seterusnya begitu bila mungkin. Salam!

  4. Mawar09  31 August, 2012 at 01:00

    Anoew : tumben aja kalau kamu ngga sadar, biasakan mata kamu sangat jeli melihat yang begitu-begitu. Timun kebun kami sebetulnya ngga gitu besar kok.

    Terima kasih untuk salam mentimun dari sang nyonya nan cantik. Bilangin, Mawar bisa berteman dengan terong kok. ha…ha….

  5. Alvina VB  31 August, 2012 at 00:32

    Hebat dah mawar dah masuk dalam kategori locavore jadinya….

  6. Anoew  30 August, 2012 at 11:09

    Lani, Mawar, lha beneran kok kemarin-kemarin gk sadar kalau itu ternyata terong yang dibilang Lani kalau itu mentimun. Tapi apapun itu, tetap saja, besoaaar… dan pasti berasa… namanya juga besar, pasti berasa.

    Mawar, tengkiuh. Salamnya sudah disampaikan dan salam mentimun buat Mawar, katanya. Cuma dia bingung, Mawar kok bisa berteman sama terong?

  7. Mawar09  30 August, 2012 at 08:33

    Ayla : terima kasih ya sudah mampir dan komentarnya. Saya belum hebat soal berkebun, masih harus belajar banyak dan bertanya terus. Oh…. disana ada plastik yang ada lubangnya ya, baru tahu.
    Soal tanaman buncis, disini ada 2 macam……. yang namanya “bush beans” dan “pole beans”. Yang kami tanam itu adalah bush beans, jadi ngga bisa disangga karena tanamannya pendek banget. Seharusnya kami tanam pole beans, tapi salah beli bibit padahal pole beans lebih tahan banting dan ngga gampang diserang hama. Enak ya punya lahan didepan rumah yang bisa ditanamin sayuran, jadi begitu perlu bisa langsung petik. Salam dari jauh!

  8. Mawar09  30 August, 2012 at 08:24

    Inakawa : setuju banget, berkebun memang obat penghilang stress, di samping itu saya juga anggap kayak olahraga, karena kan banyak membungkuk, jongkok dan berdiri terus tuh. Badan jadi segar dan hati riang karena lihat tanaman yang tumbuh subur.

    Ha…ha…. jadi ngakak sendiri baca kata “bibit”. BTW, terima kasih ya sudah mampir dan komentarnya serta cerita pengalaman yang lucu. Salam!

  9. Mawar09  30 August, 2012 at 08:19

    Lani : mungkin juga ya! mana nih orangnya ngga muncul2 padahal sudah di omongin dari tadi.

  10. Anastasia Yuliantari  30 August, 2012 at 04:52

    Mawar, hebat sekali, nih tanam macam2 sayuran. Aku dulu cuma tanam macam2 selada, tomat, dan cabe merah di tas plastik, hasilnya OK juga, mengurangi anggaran belanja….hehehe.
    Plastik semacam itu kami sebut mulsa, kalo di sini sdh ada lobangnya, jd ga perlu lagi menggunting seperti di sana, ya. Dan tanaman buncisnya bisa pakai penyangga juga, tuh biar engga menjalar dan tanahnya bisa ditanami lebih banyak bibit lagi. Kami dulu menanam buncis di depan rumah kira2 pada areal 6×12 meter. Hasilnya bisa terus dipetik selama 6 bulan, dibagi-bagi sama tetangga juga.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.