Nyanyian Sumbang Anak Negeri

Edysatria Tarigan Girsang

 

Nyanyian sumbang tentang negeri yang katanya merdeka
Gemah ripah loh jemawai
Adil merdeka sentosa rakyatnya sejahtera
Tapi ibu pertiwi bersimpah darah dan air mata, meratapi

Nyanyian sumbang tentang kemajuan
Nyanyian sumbang tentang keadilan
Nyanyian sumbang tentang kesejahteraan
Nyanyian sumbang telah menjadi buaian

Kibarkan bendera itu!
Jangan setengah tiang saja.
Kenapa? Kita telah merdeka…
Sial kamu, kata siapa? Setengah tiang saja, buka matamu!!!
Di mana-mana rakyat miskin kelaparan.
Di mana-mana rakyat sengsara tanpa kata dan pembela.

Lihat di mana-mana rakyat miskin tak pernah menang merebut keadilan sejati.
Buka mata dan hatimu.
Segelintir orang berpesta pora menikmati hasil bumi dan manipulasi…
Dimana nurani telah mati akibat kita termakan ilusi.

Seremoni kemerdekaan terus berkumandang
Dari tahun ketahun ilusi berdendang
Sejauh mata memandang hamparan hijau terbentang
Sejauh mata jua memandang jiwa-jiwa kurus telanjang

Syair-syair itu
Kata kata itu
Sumpah dan janji itu
Hanya demi si kepala batu para pemimpin sang benalu

Akhh kemanakah jiwa, kemanakah nurani?
Kenapa ia pergi?
Kini tinggal caci maki yang tak kumengerti?
Tentang keharusan berbakti pada pertiwi.

(Di sinilah kami berdiri di atas tanah negeri ilusi)

*NYANYIAN SUMBANG ANAK NEGERI*

Jakarta 21 Agustus 2010

 

10 Comments to "Nyanyian Sumbang Anak Negeri"

  1. Bagong Julianto  3 September, 2012 at 14:24

    nyanyian sumbang sambung menyambung
    pemimpin pintar bertingkah bingung…
    perutnya kembung sungguh mBilung….

  2. J C  3 September, 2012 at 10:23

    Negeri ini sudah bertransformasi menjadi negeri KORUPTOR…negeri yang katanya RELIGIUS, negeri yang anggaran kementerian agamanya BUESUAR SEKALI…mantap, mantap…

  3. EA.Inakawa  2 September, 2012 at 17:26

    Kami Rakyat Indonesia……..Kami yang memilih mereka……..Kami ikut salah !
    Bantu kami memperbaikinya ” Wahai Seluruh Rakyat Indonesia “

  4. anoew  2 September, 2012 at 11:36

    Saya yakin nyanyian ini bukan lagu ciptaan Doel Sumbang apalagi, Iwan Fals.

  5. Anwari Doel Arnowo  2 September, 2012 at 09:33

    Itulah sebabnya jangan menyumbangkan lagu, karena lagu yang sudah jadi kok dibuat sumbang.
    Beberapa waktu yang lalu saya berjumpa seseorang yang kecewa dengan kinerja Pemerintah Republik kita ini. Dia bilang, :”Pada tanggal 17 Agustus nanti, saya akan turunkan bendera Merah Putih dari tiang bendera di rumah saya, karena keesokan haruinya sudah akan saya kibarkan lagi satu tiang penuh, selama satu tahun. Itu memang kelakuan saya yang sudah diketaui oleh para tetangga saya”, katanya tegassss
    Hebat betul ekspresinya.
    Salam,
    Anwari Doel Arnowo – 2012/09/02

  6. Dewi Aichi  1 September, 2012 at 21:11

    Pak DJ sama Pak Handoko….nilai 10 he he..

  7. Dewi Aichi  1 September, 2012 at 21:11

    Wahh….aku mikir dulu mai komen di sini dalam bentuk nyanyian sumbang he he..

  8. Handoko Widagdo  1 September, 2012 at 16:45

    Kita juga ikut salah

    Mengusung mereka tanpa arah

    Membuat borok korupsi semakin parah

    Payah…

  9. Dj.  1 September, 2012 at 14:20

    Nyanyikanlah nyanyian sumbang, sampai mereka yang duduk diatas
    rela menyumbang….
    Salam.

  10. Lani  1 September, 2012 at 13:41

    satoe

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.