Kembali Fitrah: Reuni Makanan dan Masyarakat Indonesia di Fiji

Cechgentong

 

”Seenak-enaknya negeri orang lain lebih enak negeri sendiri “. Mungkin itulah ungkapan yang tepat terutama pada saat merayakan Hari Raya Idul Fitri. Tidak dapat dipungkiri betapa rindunya kami masyarakat Indonesia di Fiji pada suasana Lebaran. Jelas berbeda dengan tanah air khususnya berkaitan dengan makanan khas Indonesia yaitu Ketupat lengkap dengan lauk pauknya.

Hari-hari yang ditunggu datang juga. Pada hari Sabtu tanggal 25 Agustus 2012, KBRI Suva mengundang masyarakat Indonesia di Fiji untuk menghadiri Halal Bihalal (Open House) Idul Fitri 1433 H. Bertempat di kediaman (Wisma Duta) Dubes RI Suva di daerah Tamavua, masyarakat Indonesia bersilaturahim, bersalaman, saling memaafkan dan mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri.

Masyarakat Indonesia menikmati suguhan khas Indonesia (dok. cechgentong)

 

Ketupat dan Nasi sebagai makanan utama (dok cechgentong)

Sambal ati kentang (dok. cechgentong)

 

Masakan rendang (dok. cechgentong)

 

Suguhan kue-kue halal bihalal (dok.cechgentong)

 

Mau ngeteh, ngopi atau nyusu disini tempatnya (dok.cechgentong)

Suasana halal bihalal makin semarak karena sebagian besar masyarakat Indonesia di Fiji baik yang berprofesi sebagai profesional, buruh bangunan, staf KBRI sampai anak buah kapal (ABK) sebagai rombongan terbesar kumpul bersama dalam suasana yang benar-benar Indonesia banget. Tidak ada sekat dan perbedaan, semuanya membaur menjadi satu. Keterikatan itu makin jelas terlihat ketika makanan halal bihalal disajikan sebagai menu utama.

Ketupat ? Ya Ketupat menjadi favorit panganan halal bihalal. Ketupat menjadi penghapus rasa kangen masyarakat Indonesia pada saat itu. Perlu diketahui, ketupat memang sengaja dipersiapkan oleh KBRI Suva sebagai ciri khas keindonesiaan. Konon ketupat tersebut dibuat oleh beberapa staf lokal KBRI ditengah kesibukan mempersiapkan acara halal bihalal tetapi dengan semangat 45, ketupat tersaji dan banyak yang menyukainya.

Kang Kusnadi ahli bangunan dan Kang Uce ahli mesin berdiskusi sambil makan (dok.cechgentong)

 

Mas Roy, analis kimia tambang emas berbincang-bincang dengan salah satu staf KBRI (dok. cechgentong)

 

Ini dia pembuat ketupat fenomenal hehehe Terima kasih Mas Achmad (dok. cechgentong)

Ketupat tidaklah lengkap tanpa disertai lauk pauk. Sayur nangka, sambal terasi, sambal ati dengan kentang, opor telur, rendang, daun singkong rebus, bala-bala, kerupuk dan keripik singkong sudah lebih dari cukup sebagai pembunuh rasa kangen masyarakat Indonesia di Fiji. Tak lupa kue, kolak dan jus buah sebagai pelepas dahaga. Karena hanya acara halal bihalal setahun sekali inilah masyarakat Indonesia dapat menikmati makanan khas Indonesia dan ajang berkumpulnya masyarakat Indonesia. Kembali ke Fitrah, mungkin itu kalimat yang tepat pada saat halal bihalal tersebut. Fitrah sebagai orang Indonesia yang sukar untuk melupakan makanan tradisional lebaran Indonesia. Itulah Indonesia.

 

32 Comments to "Kembali Fitrah: Reuni Makanan dan Masyarakat Indonesia di Fiji"

  1. cechgentong  15 September, 2012 at 21:17

    Christiana Budi, tiap tahun pasti ada open house lebaran di KBRI Suva. mudah2an kita bisa bertemu.

  2. Christiana Budi  14 September, 2012 at 15:44

    Pak cechgentong, ada acara tiap lebaran di Fijikah? kalau iya wah sayang tahun 2010 saya pas lebaran ndak ke KBRI….salam

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *