Mudik 2012 (4): Pulau Penyu Bali

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO BALTYRAER YANG BERBAHAGIA….!!!

Perkenankan Dj. memulai oret-oretan hari pertama bangun pagi di Bali. Santai, tidak ada yang ngejar dan tidak juga harus dipikir untuk bikin sarapan atau apa. Hanya ingin relax, menikmati hari yang ada di depan kami dengan penuh rasa syukur, boleh bangun pagi di Bali dengan sehat dan menghirup udara yang segar.

Tanggal 24 Juli, kami bangun sedikit lebih pagi dan Dj. segera mengurus kamar yang seharusnya kami dapat, seperti yang kami pesan. Di sini kami mendapat sedikit diskusi, karena kamar yang kami pesan (katanya) sudah dipakai orang lain. Akhirnya kami dapat Bungalow di tepi kolam renang, tapi harus bayar (tambah) $ 60,- lagi.

Jelas Dj. tolak, karena kamar yang kami pesan juga sudah sekitar Rp. 1,2 juta. Setelah sedikit tawar menawar, akhirnya kami hanya diminta tambah $ 10,- / malam (dia bilang, ini sudah best deal). Sebenarnya Dj. bisa ngotot, tapi apa gunanya, kan kami ke Bali ingin istirahat dan bukan malah stress.

Bungalow pertama.

Sarapan yuuuk….

Setelah pindah kamar dan sarapan, maka kami sedikit jalan-jalan di tepi pantai..

Kemudian berbaring di pantai, menikmati semilirnya angin dan udara di tepi laut.

Setelah cape jalan-jalan dan banyak keluar keringat dan pulang ke kamar lewat Pool, maka keinginan berenang semakin besar.

Di depan kamar yang baru dapat….

Jam 10, kami sudah berangkat ke Benoa ujung (arah utara) dan mencari informasi untuk ke Pulau Penyu.

Bagi anda yang “mungkin” di masa depan ingin juga ke Pulau Penyu, Dj. hanya sarankan untuk berhati-hati dan jangan takut untuk menawar (mereka sangat pintar merayu tamu). Kadang dari Hotel bisa lebih murah daripada langsung di pantai Benoa.

Dengan Boat yang hanya 10 menit atau 20 menit (pulang pergi), mereka minta Rp. 750.000,- / berdua. Sedang dari Hotel yang lebih jauh dan lebih lama dalam perjalanan hanya sekitar Rp. 200.000,- / orang. Untuk waktu 2 jam di pulau Penyu, sedang perjalanan boat hanya 10 menit, sekali jalan.

Di tengah perjalanan dengan boat, maka kami berhenti untuk memberi makan ikan di laut dengan roti tawar. Cukup menyenangkan, bagi kami yang bisa melihat ikan dari atas air.

Pemandangan yang sangat indah, perahu layar yang sendirian di laut. Sekeliling perahu, warna airnya sedikit terang, karena dangkal dan mungkin banyak ikan.

Sesampai di Pulau Penyu, kami langsung dijemput oleh seorang pemadu yang menjelaskan apa saja yang ada di Pulau Penyu tersebut. Namun untuk kami, (yang lain tidak kami pikirkan), hanya ingin segera melihat Penyu dari dekat yang masih hidup. Susi sangat bahagia untuk pertama kali bisa mengelus si Penyu dan dia berbicara, seolah si penyu mengerti dia.

Mungkin juga ya…???

Dua penyu berkaki dua, mengelus penyu berkaki empat.

Kami sungguh sangat kagum, boleh mengelus penyu yang masih hidup. Sangat menggembirakan hati, namun di lubuk hati yang terdalam, kami juga merasa sangat kasihan. Karena mereka tidak bisa lagi bebas untuk berenang kamana mereka mau.

Kami sedikit berdialog dengan si Pemandu, mengapa mereka (Penyu-penyu yang ada) tidak dibikinkan tempat yang lebih luas, langsung di pantai. Karena Penyu yang besar, hanya menempati ruang yang sangat sempit, sekitar 30 m2. Penjelasan mereka, katanya ijinnya tidak mudah dan masih dalam pengurusan. Mudah-mudahan benar apa yang dia ceritakan dan semoga segera dapat ijin, agar penyu-penyu tersebut lebih leluasa berenang.

Ada kejadian yang membikin kami tertawa, saat Susi menganbil Dj. yang angkat penyu dengan Video camera. Taunya si penyu kencing dan tepat di lensa kamera Dj.. mana kencingnya cukup lama…Jelas cepat Dj. keringkan dan untung hanya lensanya saja yang dikencingi…. hahahahaha…!!!

Di Pulau Penyu, tidak hanya penyu saja penghuninya, tapi merupakan kebun binatang kecil. Ada Ular, Biyawak, Burung elang, Monyet, kalong dsb..dsb….Untuk pertama kali Susi memegang ular beneran….

Ada yang lebih besar yang bebas kemana-mana…

Burung elang, yang kalau kami teriak, dia juga ikutan teriak….

Ini kalong, juga sangat aneh, setiap kali Susi di bawah mereka, maka satu dari mereka menjulurkan tangannya dan membelai rambut Susi. Untuk pertama kalinya, Susi sedikit kaget. Tapi setalah itu dia sudah biasa, karena si kalong hanya mengelus dan tidak mencakar. Hanya saja kalau Dj. di bawah mereka, tidak ada reaksi sama sekali.

Setelah kami puas melihat apa yang ada di Pulau Penyu, kemudian kami mampir ke warung. Sambil menunggu pesanan, kami menimati degan (kelapa muda) , kesukaan kami berdua.

Pesanan kami yang sangat sederhana, karena tidak tau bagaimana rasanya. Hanya 1 ikan bakar, 2 ekar udang besar, 4 kerang, 4 tusuk sate dan Cha kangkung. Ternyata sangat uenak…. hahahahahaha…!!!

Setelah kami kenyang dan puas, juga sopir boat sudah makan, maka kami meninggalkan Pulau penyu dengan ada perasaan yang aneh, seolah Susi tidak mau pergi dari sana.

Akhirnya, kami tiba di Benoa di mana kami mulai dengan boat dan sopir mobil sudah menunggu kami. Dj. bertanya, apa sudah makan…??? Dia hanya mengangguk, seperti ada yang tidak beres. Di mobil, Dj. tanya lagi, mengapa tadi tidak mau ikut…??? Dia jawab, karena sudah terlalu sering. Akhirnya dia buka pembicaraan, mengapa bapak cepat pulang..???

Lha semua sudah dilihat, mau apa lagi di sana…??? Si sopir, kalau tau demikian, maka harga tersebut sangat mahal dan tadi dia bertanya dengan manager boat. Malah dimarah, katanya, mengapa membela tamu, kan tamu banyak uang. Tapi dia jadi malu (katanya), entah serius atau hanya sandiwara.

Oret-oretan yang akan datang….Setelah dari pulau Penyu, kemudian kami masih melanjutkan perjalanan ke Tanah Lot.

Dan kemudian melihat Kecak di Uluwatu, seperti saran dari Lembayung.

Namun, ke Tanah Lot dan Uluwatu, akan Dj. ceritakan di oret-oretan yang akan datang. Yang jelas lebih seru lagi, sabar sedikit ya….

Malamnya, maka kami keluar lagi untuk makan malam di Restaurant “ ULAM “. Kali ini, kami memilih makanan ringan saja. 1/2 bebek panggang untuk Dj.

Susi memesan sate untuk dia dan chap Chay untuk kami berdua….

Baiklah, banyak sudah yang Dj. pamerkan, semoga anda masih mau menunggu oret-oretan yang akan datang. Dimana setelah dari Pulau Penyu, kami langsung menuju ke Tanah Lot dan Uluwatu, untuk melihat kecak, hingga malam hari.

Terimakasih kepada pengasuh BalTyRa yang setia menayangkan setiap oret-oretan Dj. Terimakasih kepada anda semuanya yang selalu bersabar menanti oret-oretan Dj. dan selalu meninggalkan komentar yang sangat menyanangkan.

Kiranya Kasih dan Berkat TUHAN; selalu menyertai kita semuannya.

 

Okay, salam manis dari Mainz.

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

102 Comments to "Mudik 2012 (4): Pulau Penyu Bali"

  1. Dj.  17 September, 2012 at 11:28

    Untuk tarif hotel, kami anggap masih okay, hampir sama dengan di Eropa.
    Kalau melihat yang lebih mahal juga banyak. Tapi itu okkay untuk kantong kami.
    Karena memang kamarnya juga sesuai dengan harganya.
    Tidak All incluude, hanya dengan Breakfast saja.
    Kalau hotel sudah kami pesan dari Mainz, lewat internet, jadi ya sesuai dengan yang dikertas.
    Salam manis dari Mainz.

  2. Evi Irons  17 September, 2012 at 09:47

    fun banget ya travelnya! tarif hotelnya mahal banget! Apakah tarifnya sudah termasuk all include dengan makanan? memang kalau travel ke Indonesia pada suka palak harga yang mahal apalagi bawa bule, masih lebih baik berlibur ke Cancun-Mexico harganya sesuai tarif yang tertera di kertas, terima kasih atas sarannya, supaya kami yang belum kesana bisa berhati-hati lagi.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *