Suara Preman adalah Suara Tuhan

Prabu

 

*Catatan Kritis Tentang Peran Ormas Pada Pemilukada DKI 2012 Putaran 2

(Mumpung masih suasana lebaran, maaf sebelumnya, bila sub judulnya berasa ngilmiah).

Suhu politik nasional menjelang putaran dua Pemilukada DKI terus memanas. Utamanya poros Jakarta-Solo. Di Jakarta, api menghanguskan ratusan rumah di lima wilayah DKI dan mengancam ribuan penghuninya bakal menjadi semakin miskin. Sementara di Solo, sejumlah pos polisi diberondong peluru dan dilempar granat. Berita terakhir, Bripda Dwi Data terkapar ditembus empat butir peluru di dadanya saat berjaga di pos polisi Singosaren, Solo. Sebagai rasa simpati, hari ini kita perlu mengheningkan cipta sejenak menghantar perisai bhayangkara yang gugur dalam tugas. Semoga arwahnya diterima di sisiNya. Amin. Dan hari ini pun petugas BPS hanya bisa mencatat: janda di negeri ini bertambah satu.

Di tengah suhu politik dan musibah yang terjadi di dua kota tersebut, meletup pula secara sporadis konflik di kota-kota lain. Sampang Madura membara, berlanjut Depok lalu di Cengkareng Jakarta, dua kekuatan geng preman bentrok. Sejumlah nyawapun meregang.

Rakyat bertanya,  di mana penegak hukum? Apakah peran negara ini masih ada, jika sesama  warga negara punya hak menghabisi mereka yang tidak sejalan?

Spekulasipun muncul menyusul berbagai  pernyataan silang-sengkarut dari elit politik maupun institusi resmi yang gagap dalam memahami fenomena konflik dan musibah di negeri ini.

Di tengah suhu politik demikian, muncul asumsi jika negeri ini benar-benar dikuasai perpremanan dan pemimpin resmi dibacking preman karena undang-undang produk DPR hanya pepesan kosong. Fungsi DPR bukan lagi lembaga pilar demokrasi sebagai syarat berkonstitusi dalam negara yang bermartabat, melainkan lembaga ini hanya menjalankan politik anggaran agar uang pajak dari rakyat bisa diembat.

Berangkat dari fenomena demikian, sungguh, tiada keliru jika kita perlu mengetahui peta kekuatan perpremanan, di Jakarta khususnya.

Hegemoni prepremanan ini dapat kita baca di The Jakarta post: Jakarta Prominent mass Organization and Ethnic  Groups, yang google terjemahin menjadi “ Jakarta organisasi masa terkemuka dan kelompok etnis” (mumet kan?), atau kita sepakati secara bahasa Indonesia adalah “Ormas-ormas dan kelompok etnis penguasa jakarta”.

 Artikel tsb mengulas profil dunia preman yang berpengaruh, dengan menempatkan Betawi Brotherhood Forum (FBR) di urutan awal. Ormas yang mengklaim memiliki 300 ribu anggota ini menyediakan “tidak resmi” jasa keamanan untuk perusahaan yang bergerak di bisnis hiburan, properti proyek konstruksi dan pusat bisnis. Andai kawan kita JC memiliki property atau lahan ratusan hektar yang bersengketa, bisa kontak Lutfi Hakim sebagai pemimpinnya, dan lelaki berkaca minus ini segera mengirim sejumlah anggotanya untuk menjaga lahan tersebut. Begitu pula andai kelak IK jadi birokrat dan memimpin institusi resmi, kelompok ini dapat pula digunakan untuk memberikan dukungan politik. Sementara bagi partai beridelogi islam, FBR dapat disewa turun kejalan berdemo seperti ketika mengutuk penentang RUU pornografi yang kontroversial beberapa tahun silam.

Selanjutnya artikel tsb membahas profil Islam Defenders Front (FPI). Sebetulnya ormas ini sempalan dari Pam swakarsa bikinan jenderal Wiranto. Jenderal yang kalah dalam pemilu 2004 ini merekrut milisi yang dinamai Pam swakarsa guna menghadang demo mahasiswa yang mengepung gedung DPR, pada 1998 saat detik-detik rezim orba runtuh. Namun seiring tumbangnya rezim Suharto, sejumlah jenderal cerai-berai lari untuk mesucikan dirinya masing-masing dan pam swakarsa pun terlantar. Melihat peluang demikian muncul Muhammad Rizieq membentuk FPI dengan anggota sebagian besar dari pam swakarsa. Nah, kepada kawan-kawan baltyres yang punya bisnis restoran dan dugem di Jakarta, perlu diingatkan agar hati-hati jika restorannya tetap buka siang hari di bulan Ramadhan, pasti akan diobrak-abrik kelompok Islam garis keras ini. Meskipun aksi anarkis ini dikeluhkan oleh Ketua Asosiasi Pariwisata Jakarta, Rekreasi dan Hiburan, Adrian Maulete yang teratur membayar FPI, namun kelompok ini bergeming.

Warga Jakarta pasti familiar dengan kelompok Pemuda Pancasila. Namun dipastikan hanya segelintir orang yang tahu jika organisasi ini dibentuk oleh jenderal Nasution pada 1958. Jenderal legendaris korban revolusi ini, menjelang Gestapu merekrut sipil untuk bergabung dalam kelompok Pemuda Pancasila sebagai kekuatan untuk melawan kelompok-kelompok underbow PKI. Nah, ketika PKI  dapat ditumpas setelah memakan korban 7 jenderal, Rezim Suharto dan Golkar memanfaatkan kelompok PP ini untuk memobilisi pemuda dalam pemilu 1978, dan terbukti Golkar yang merupakan partai baru memperoleh kemenangan mutlak, meskipun di Jakarta keok oleh Partai Persatuan Pembangunan. Sepanjang kekuasaan orba, hegemoni kelompok ini tak terbendung. Rezim Suharto sering menggunakannya untuk melibas lawan politiknya atau yang mengganggu keluarganya.

Tahukah kawan, jika mantan wakapolri Andang Dorojatun memanfaatkan ormas Laskar Jayakarta dalam pencalonan gubernur DKI 2006? Sayang Jenderal bintang 4 ini keok oleh bang kumis. Namun tidak demikian dengan kelompok laskar Jayakarta ini. Sebagai pendatang baru di industry jasa keamanan, kelompok ini telah menguasai Mangga Besar,Hayam Wuruk dan pusat bisnis Glodok. Nah, bagi kawan-kawan Baltyries yang punya bisnis di Glodok dapat menghubungi pemimpinnya bang Ilo, jika nanti diperas oknum aparat atau preman liar. Dengan 30 ribu anggota yang sebagian besar mantan anggota PP, Forkabi dan FBR diharapkan dapat membantu kelancaran bisnis Anda.

Kawan Baltyres yang baik hati dan baik-baik,

Tiga hari lalu di Cengkareng, Jakarta, terjadi bentrok antar ratusan preman. Sekali lagi ratusan! Kalau dibayangkan, ini bagai perang serdadu gaya kerajaan Majapahit. Sejumlah media di sini mengabarkan bahwa dua kubu yang bentrok adalah anak buah Herkules dan Jon Kei. Akibat bentrok tersebut dua nyawa meregang dan puluhan luka kena sabetan samurai, lainnya tertusuk anak panah dan sisanya benjol ketimpuk batu.  Mungkin hanya JC yang tahu siapa Herkules dan Jon kei. Tapi DJ di Jerman belum tentu paham. Lebih-lebih kawan Baltyres di Amerika, dikiranya Herkules itu pahlawan rekaan produk industry film Hollywood?

Merunut jejak aksara digital, Herkules adalah godfather perpremanan dan bersama kelompoknya dari Indonesia timur menguasai bongkaran dan pasar di daerah Tanah Abang, Jakarta. Namun sejak 2006, kekuasaannya diambil alih oleh kelompok orang-orang Betawi pimpinan haji Lulung. (ah, siapa pulak nih Lulung. Apakah ia adik ipar si Lingling?) bukan. Begini sejarahnya kawan, suksesi perpremanan di pasar tekstil terbesar se-Asia tenggara ini sedikit rumit.

Berbekal  restu Sutiyoso sebagai gubernur DKI, Abraham Lunggana a.k.a Haji Lulung bersama anak buahnya yang kini berkuasa atas pengamanan dan limbah pasar terutama Blok F, Pasar Tanah Abang, menggusur kekuasaan dari seorang jawara bernama Muhammad Yusuf Muhi a.k.a Bang Ucu Kambing. Nah, Ucu yang tidak mirip sekali dengan kambing ini, dulu menyingkirkan penguasa sebelumnya yaitu Herkules. Pada 1990an  pemuda asal Timor-Timur ini bisa ke Jakarta karena direkrut Kopassus. Proyek pencaplokan Timor-Timur oleh rezim Suharto telah membawa pemuda Herkules ke Jakarta dan diberi pangkat ketentaraan resmi. Namun karena militer bukan jiwanya, ia mengundurkan diri dari ABRI dan sejarah kemudian mencatat sepak terjangnya di dunia premanisme. Mengingat romantisme sejarah ini, maka dalam acara Indonesia Lawyer club di tv milik Aburizal Bakrie, dengan blak-blakan Herkules yang kini menjadi pengusaha di Indramayu dan bernama asli Rosario Marshal ini menyatakan dukungan politiknya kepada Prabowo pada pemilu 2014 mendatang untuk menjadi presiden.

Sedangkan Jon Kei adalah pemimpin geng berpengaruh dengan ribuan anak buah yang berasal dari kepulauan Maluku. Pada 2004 geng JK ini juga terlibat bentrok dengan anak buah Basri Sangaji di diskotik daerah Taman Sari, Jakarta Barat. Dendam antar kelompok ini terus berlanjut hingga menewaskan sang pemimpin BS di tahun yang sama. Ironisnya 8 tahun kemudian, Jon Kei kini menjadi terdakwa dan duduk di kursi di persidangan dengan tuduhan terlibat pembunuhan Tan Harry Tantono a.k.a Ayung (45) seorang pengusaha peleburan besi baja PT Sanex Steel Indonesia, di kamar hotel.

Nama Basri Sangaji sesunguhnya baru muncul pada awal 2000an, menyusul seksesnya geng pimpinan Herkules sekaligus memanfaatkan eforia reformasi. Tapi dia terlanjur terbunuh dalam penyerangan berdarah di Hotel Kebayoran Inn, Jakarta Selatan pada 2004. “Bisnis”-nya diteruskan anggota keluarga Sangaji: Jamal dan Ongen. Ongen kini mantap dengan karier politiknya, menjabat Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Hanura punya jenderal Wiranto.

Padahal kalau mundur kebelakang, seperti dikutip dari MajalahTempo.com (2010), menjelang 1980-an kelompok-kelompok preman etnis telah membentuk organisasi massa. Dimulai dari Prems-kependekan dari Preman Sadar-pimpinan Edo Mempor. Tetap saja, bisnis mereka penagihan, perparkiran, dan jaga tanah sengketa. “Ini awal mulanya preman berbalut ormas,” kata seorang mantan serdadu yang kini jadi preman.

Kelompok itu kemudian beranak cucu hingga kini. Ada Angkatan Muda Kei, Kembang Latar, Petir, Forum Betawi Rempug, Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi), Badan Pembina Potensi Keluarga Besar Banten, juga Angkatan Muda Kei.

Sesungguhnya masih banyak kelompok lain, namun kurang berdampak dalam jagat politik nasional, meskipun sering bikin gerah pedagang kecil.

Duh, pegel juga neh nulis sejarah premanisme republik ini.

Dari paparan di atas, dapat kita petik sedikit pelajaran tentang peran premanisme sejak era gestapu, orba hingga reformasi.

Bahwa setiap rezim baru bukan hanya menelorkan pemimpin baru. Tetapi juga menghasilkan preman-preman baru. Munculnya preman-preman ini umumnya hasil metafora dari organisasi yang dibentuk oleh pejabat-pejabat tinggi guna mendukung kekuasaannya. Namun seiring lengsernya sang pejabat, ormas ini bagai anak ayam kehilangan induk dan sejumlah oknum-oknumnya menjurus menjadi kelompok preman-preman. Untuk menjaga eksistensi dan hegemoninya, mereka tak segan-segan melukai bahkan membunuh kawan maupun lawan yang menghalanginya.

Bahwa dari aktifitasnya, organisasi masyarakat yang telah kehilangan backing penguasa ini berubah bentuk menjadi badan usaha dengan  menyediakan jasa keamanan sebagai induk usahanya.

Sementara secara ideologi bisa diklasifikasi tiga bagian, yaitu kelompok ormas partisan, ormas etnis dan ormas atas nama agama. Ideologi ormas ini akan runtuh seiring runtuhnya kekuasaan yang membackingnya, dan berubah menjadi kolompok-kelompok preman yang realistis dengan tujuan memperoleh uang.

Cuma dalam memanage premanisme, rezim Suharto lebih berani  dalam mengendalikan preman. Ketika aksi premanisme telah meresahkan rakyat, The Smiling General ini melakukan aksi petrus. Preman yang tidak nurut disikat habis. Pokoknya di era Orba itu penjara hanya diperuntukkan bagi mereka yang berbeda dengan presiden Suharto. Sebaliknya berbeda dengan tetangga atau kelompok yang lain aman-aman saja. Bandingkan dengan era kebebasan sekarang ini; silakan kalian memaki-memaki presiden atau menulis keburukan presiden di Baltyra hingga jempolmu kapalen, tak bakal masuk penjara. Bahkan berdemo di depan istana dengan membakar diri sampai koit, tak ngaruh. Namun cobalah menghina warna baju tetanggamu dan membanggakan warna bajumu. Kamu bisa di bacok, atau paling tidak kamu akan dilaporkan ke polisi dan berakhir jadi penghuni hotel prodeo.

Kalau para Baltyries bertanya, kenapa rezim sekarang begitu lemot menghadapi preman? Apakah karena dunia premanisme ini menghasilkan setoran trilyunan ke penguasa? Silakan cari tahu sendiri. Atau kita tunggu jawaban dari institusi resmi yang tidak terkontaminasi premanisme.

Dengan memahami peta kekuatan dunia premanisme yang telah dipaparkan di atas, mudah-mudahan ensiklopedi acakadut ini dapat dimanfaatkan sebagai dukungan politik oleh para ketua parpol, tim sukses kandidat pemimpin daerah maupun calon pemimpin nasional negeri ini. Atau bagi yang punya bisnis resmi dan hutang-piutang  bermasalah, silakan kontak tokoh-tokoh ormas maupun preman yang telah disebut di atas. Apalagi jika isteri kita yang lagi belanja di pasar, mengalami kecopetan dompetnya enggak usah panik dan nangis Bombay atau lapor polisi. Telpon saja tokoh preman setempat, Insyaallah dompet akan kembali, meskipun kadang tanpa isinya.

Boleh percaya, tidak percayapun tidak apa-apa. Tapi bagi elit politik di negeri ini setidaknya sudah paham bahwa suara preman adalah suara Tuhan. Rangkul-lah preman, selebihnya biar Tuhan Yang Mengatur. Bukan lagi vox populi, vox dei, tapi VOX PREMAN, VOX DEI…

Sekian dulu kawan. Memang, ini dongeng ngeri-ngeri sedap. Sorry.

Salam.

 

Sumber dari dongeng di atas:

http://makassar.tribunnews.com/2012/03/06/hercules-basri-sangaji-dan-john-kei

http://www.thejakartapost.com/news/2009/08/28/jakarta-prominent-mass-organization-and-ethnic-groups.html

http://bpn16.wordpress.com/2010/11/16/geng-preman-van-jakarta-dari-majalah-tempo/

http://www.gatra.com/hukum/31-hukum/8923-kisah-pembunuhan-basri-sangaji

http://www.lensaindonesia.com/2012/08/30/rusuh-cengkareng-diduga-dilakukan-kelompok-john-kei-bentrok-herkules.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Pasukan_Pengamanan_Masyarakat_Swakarsa

http://www.solopos.com/2012/patroli/penembakan-pos-polisi-singosaren-solo-solo-siaga-i-jokowi-batalkan-halalbihalal-di-jakarta-323624

http://sindikasi.net/warta/briptu-dwi-data-ternyata-ketua-rt-yang-jadi-panutan-warga

http://regional.kompas.com/read/2012/08/31/15484985/Penembakan.Polisi.di.Solo.Teror.Terorganisasi

http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1891745/fauzi-bowo-tinjau-lokasi-kebakaran-di-tanah-abang

http://megapolitan.kompas.com/read/2012/02/29/1928578/Antara.Ayung.John.Kei.Said.Kei.dan.Ongen.Sangaji

http://barisanongensangaji.blogspot.com/

 

About Prabu

Sosok misterius yang sejak kemunculannya tidak banyak orang yang mengenalnya. Walaupun misterius, sosok satu ini sekaligus ramah dan sangat terbuka pertemanannya. Sang Prabu dan Permaisuri sering blusukan menyapa kawula BALTYRA.com dan menggebrak dunia, kebanyakan dengan coretan karikaturnya sekaligus artikel-artikelnya yang bernas, tajam dan berani.

My Facebook Arsip Artikel

19 Comments to "Suara Preman adalah Suara Tuhan"

  1. mastok  10 March, 2014 at 08:28

    wah… biasanya operasi Preman nomner satu Tanya KTP.. :

  2. Wiro Sableng  1 June, 2013 at 23:23

    gue blom disebut

  3. Wiro Sableng  1 June, 2013 at 23:17

    kurang lengkap history
    premannya..loch ko aku
    WIRO SABLENG blom disebut

  4. anoew  6 September, 2012 at 18:46

    yang begini nih, termasuk premanisme yang musti diredam. Mengapa di rezim sekarang banyak terjadi hal seperti ini?

    http://us.m.viva.co.id/news/read/349421–kami-membuat-pecah-solo-seperti-ambon-atau-poso-

  5. Silvia  6 September, 2012 at 15:56

    Hello Bang Prabu. Sudah lama sekali tidak terdengar kabarnya. Senang sekali melihat ada tulisan Bang Prabu disini.

    Tulisannya super komplit banget. Bagus.

    Memang sebetulnya niat atau tidak niat saja sih dari Pemerintah apakah preman2 ini mau betul2 dihilangkan atau tidak di Indonesia.

  6. Dj.  5 September, 2012 at 23:59

    Mas Prabu…
    Biasanya tulisannya pendek-pendek, sekarang pajang dan main politik lagi..
    Mana karikaturnya…???
    Apa putranya jadi sekolah preman..??? maaf kok jadi preman, maksud Dj. pilot…???
    salam manis untuk mbak Yenni dan putra-putri dirumah.

  7. Lani  5 September, 2012 at 23:21

    KANG PRABU : membaca sambil ngelus dada…….mau dibawa kemana negeri ini???? aku percaya ant preman dan penguasa mmg kong-kalikong……..kesimpulannya memedenikan krn hukum cm diatas kertas……..

  8. Anoew  5 September, 2012 at 16:00

    saya sepemikiran dengan komen #7 dari Alvina yang, mengangsumsikan bahwa preman-preman itu (mungkin) binaan penguasa. Atau malah, dulunya merupakan “peliharaan / anjing penjaga” yang nurut dengan perintah tapi setelah tuannya kurang bisa memberi makan yang layak, jadi seperti ini?

    berita termutakhir hari ini adalah tentang penangkapan teroris yang merasa bahwa apa yang dilakukan adalah sudah “dengan perintah tuhan”. Apakah ini juga termasuk premanisme?

  9. EA.Inakawa  5 September, 2012 at 15:37

    Ko JC : kasus simulator SIM preman juga Ko, kan mereka main gampar pakai sandal, makanya kasus ini dilaporkan si pemenang tender. preman ituuuuuuu

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.