Di Mana Menjemur Ketupat?

Fire – Yogyakarta

 

Waktu kecil, mendekati masa lebaran, salah satu kegembiraan kami adalah bersama-sama membantu orang tua mengisikan beras ke dalam ketupat. Sebenarnya lebih banyak ngrusuhinya sih dibanding mbantunya.

Sayang, saya termasuk yang sering telat mengisinya, udah gitu banyak yang tumpah-tumpah lagi. Lalu saya “berinovasi” mengisi ketupatnya dengan menggunakan corong minyak, tapi masih tetap lamban juga. Apa? Ngisi ketupatnya pake sedotan limun ya ….? Zinggg ….

Jadi waktu itu lebih sering memperhatikan mengapa kok yang lainnya pada mengisi ketupatnya cuma dua pertiga atau tiga perempat saja, kok nggak penuh ya? Nggak optimal pikirku. Lalu saya “berinovasi” untuk memaksimalkan kapasitas ketupat tersebut. Saya isikan beras ke dalam ketupat dengan sepenuhnya sampe mentog, pokoknya full-pressed-body. Hasilnya .. tahu sendiri lah …

Pertama kali saya bisa menganyam ketupat dengan sukses, waktu di SD ada pelajaran prakarya dengan janur, saya diajari teman membuat ketupat. Itu juga berkali-kali ngajarinnya pake “slow-motion” lagi dibongkar lagi dianyam lagi. Pokoknya “di-pause” dan “di-rewind” berulang-ulang kayak nonton pilemnya Sharon Stone aja, sampe mudheng. Hasilnya juga perasaan kok ketupat bikinanku radak penyok, biarin dah yang penting bisa dimuatin beras. Coba kalo karyaku ditunjukkan ke Pak Tino Sidin, mungkin beroleh komentar dari beliau seperti ini, “Ya, ini ketupat dari teman kalian, Brad Pitt, SD Baltiyem 69 Pagi, ya .. ketupatnya bagus …

Tapi kalo yang udah jago menganyam ketupat sambil merem juga bisa, nggak tahu kalo sambil merem melek. Mungkin perlu dimasukkan juga ke Guinness Book Of Record, seperti halnya orang membuat rubik (magic-cube) tercepat. Tapi kalo sekarang dekat-dekat lebaran, pilih beli selongsong ketupatnya pada penjualnya yang banyak di pinggir jalan. Soalnya kalo nyoba buat sendiri, bisa kejadian lebaran taon ini mulai bikin, lebaran taon depan baru kelar ketupatnya. Itu juga udah manthengin video di Youtube kali … Kapan-kapan ajalah nganyam ketupatnya kalo di Youtube sudah di-upload video “Mari membuat ketupat bersama Brad Pitt”.

Setelah berjam-jam ketupat direbus, tiba saatnya untuk ditiriskan. Memang bukan dijemur sih, lebih enak aja bikin judulnya kayak gitu. Ketupat diangin-anginkan biar isinya keset atau tidak lembek. Kalo nggak ditiriskan ketupat akan hancur dan lengket saat dibelah. Dengan digantung hingga kulitnya kering maka ketupat akan lebih sempurna terbentuk kenyalnya, sehingga lebih enak buat dibelah.

Jemuran handuk biasanya jadi tempat favorit untuk menggantungkan ketupat, mudah untuk dijangkau. Sambil ngeringin handuk ngeringin ketupat. Siapa itu yang bilang ketupatnya bisa ketularan? Zinggg …..

Kalo nggak ada jemuran handuk, bisalah pake jemuran beneran, tapi jangan banyak-banyak naruhnya ntar nggak kuat tali jemurannya menanggung beban … putus. (NB: Maaf, properti di sebelah kanan ketupat, khusus kalangan sendiri, dan tidak untuk diperjual belikan).

Bila ada sumur di ladang boleh kita menumpang mandi, bila ada sumur di ladang boleh kita numpang menggantung ketupat, lain kali saja mandinya. Sekalian ngiming-imingi demit-demit yang katanya betah ngendon di dalam sumur. Awas kalo sumurnya nggak pake tutup, ntar tali ketupatnya putus … lenyap deh …

Nah, ini ketupatnya nangkring di cantelan helm. Mungkin habis pulang keliling-keliling sungkeman dapat hadiah ketupat. (NB: helm di sebelah kiri ketupat termasuk limited-edition edisi lebaran karena komplit dengan tanda tangan Brad Pitt sehabis mudik keliling Jokteng, bonus tuma dan lingsa-nya sekalian).

Bisa jadi berikut desain parsel lebaran terbaru yang segera akan menjadi trend-setter, helm menyelamatkan kepala kita, ketupat menyelamatkan perut kita. (NB: Yang ini bukan koleksi pribadi Brad Pitt, tapi nemu di parkiran …)

Saat lebaran, buka gorden untuk menyambut tamu, gantungan gordennya bisa buat menggantung ketupat.

Bulan ini buah di pohon mangga belum tumbuh lebat, baru nampak pentil-pentilnya saja. Jadilah pohon mangga berbuah ketupat. Tapi ntar kalo malam dimasukin jangan ditinggal, ntar dikira jatah codot .. disamber dah …

Sangat tidak disarankan menggantung ketupat di sini, ntar endingnya bukanlah beroleh sambel goreng ati, tapi sambel setrum 220 … pedas nian …

Ini sih kayaknya anak kost yang ngumpetin ketupat dicantelkan di hanger di dalam lemari pakaian biar nggak diembat temannya.

Bagaimana kalo disimpan di kulkas saja? Sayang, kulkasnya terlanjur penuh. Yang kosong tinggal bagian buat nyimpen es batu …

Ya udah, digantung di dinding aja, tutup pake tudung saji biar nggak dikrubut mrutu.

Nggak mungkin kan dimasukin toples? Lihat toples jadoel di tengah itu, jadi ingat waktu dulu belum ada model wadah centil-centil kayak apa itu namanya … tampah-ware? Pernah dulu waktu kecil sowan ke salah satu sesepuh keluarga besar, dipersilakan untuk mengambil penganan. Ngincer satu di toples gede, tapi akhirnya kemecer karena nggak bisa mbuka tutupnya yang sudah berat, macet lagi. Pantesan penganan di dalamnya kok awet penuh terlindung dari tangan-tangan nggragas.

Akhirnya penantian ketupat bertemu dengan sahabat sejatinya, yaitu opor ayam dan sambel goreng. Mohon maaf, selain opor ayam selebihnya tidak ditampilkan di sini untuk menghindari tuntutan “kejahatan kemanusiaan”.

Yang ingin perpanjangan waktu untuk ber-ketupat-ria, masih ada tradisi lebaran ketupat atau tepatnya hari ketujuh setelah Hari Raya Lebaran.

Makan ketupat pake rendang
Brad Pitt lewat jual pisang
Makan ketupat pake petis
Brad Pitt lewat jual manggis
Makan ketupat pake opor
Brad Pitt lewat jual kolor
Makan ketupat pake terasi
Brad Pitt mudik nggak jualan lagi

 

About Fire

Profile picture'nya menunjukkan kemisteriusannya sekaligus keseimbangannya dalam kehidupan. Misterius karena sejak dulu kala, tak ada seorang pun yang pernah bertatap muka (bisa-bisa bengep) ataupun berkomunikasi. Dengan tingkat kreativitas dan kekoplakannya yang tidak baen-baen dan tiada tara menggebrak dunia via BALTYRA dengan artikel-artikelnya yang sangat khas, tak ada duanya dan tidak bakalan ada penirunya.

Arsip Artikel

31 Comments to "Di Mana Menjemur Ketupat?"

  1. Lani  7 September, 2012 at 14:27

    AKI BUTO : jiaaaaan, ini orang……..ketupat dibungkus pake bikini kiwir2???? mmgnya kamu yg akan makan ketupat itu, bisa2 kena sawan…..sawanen kkkkkkkk

    KANG BRATT : pertanyaan ki lurah buto udah aku jawab………..nanti ketupatnya dibungkus pakai bikini kiwir2 trs yg makan lurahnya sendiri………hahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.