Transportasi di Brasil

Dewi Aichi – Brazil

 

Angkutan umum di Brasil selangkah lebih maju daripada di Indonesia. Saya kira lebih fair membandingkan sistem angkutan umum antara Brasil dan Indonesia, karena kedua negara ini belum bisa dikategorikan sebagai negara maju seperti Eropa dan Jepang.

Jelas tidak fair membandingkan angkutan di Indonesia dengan Jepang misalnya, atau Eropa maupun negara maju lainnya. Namun tidak ada salahnya jika bangsa Indonesia mau belajar dan meniru sistem angkutan umum dari negara maju. Untuk itu saya akan ceritakan di sini sesuai pengalaman dan pengetahuan saya tentang angkutan umum di Brasil.

Angkutan umum di Brasil yang paling besar jumlah penggunanya adalah ônibus(bus umum), trem dan metro. Perbedaan antara trem dan metro adalah kecepatannya, yaitu metro lebih cepat daripada trem. Metro adalah angkutan tercepat yang dimiliki oleh pemerintah São Paulo, yang mulai beroperasi sejak 14 September 1974.

Metro merupakan angkutan termewah pertama dan terbesar di Brasil. Di São Paulo sendiri telah memiliki 5 jalur dan 60 stasiun dengan total panjang 69 km. Dari berita situs, saya dapatkan data penumpang metro untuk setiap harinya, khusus kota São Paulo adalah sekitar 4 juta penumpang.

Sedangkan ônibus , angkutan terbesar kedua setelah metro. Untuk trem merupakan jalur angkutan yang berada di luar kota. Meski demikian, trem memiliki jumlah penumpang yang juga penuh sesak, terutama pada jam sibuk.

Sistem pembayaran angkutan sudah tidak memakai uang , tetapi memakai kartu angkutan yang disebut bilhete único.  Bilhete unico berukuran sama seperti kartu atm atau kartu kredit. Cara memakainya sangat mudah yaitu tinggal mengarahkan kartu di depan mesin sensor yang berada di stasiun atau di dalam ônibus.

Foto di atas adalah mesin pembayaran yang berada dalam angkutan umum bus. Lihat cara menempelkan bilhete único!

Bilhete único adalah alat untuk pembayaran angkutan umum, yang bentuknya seperti kartu ATM. Bilhete único ada tiga macam yaitu:

  1. Bilhete único comum adalah kartu pembayaran angkutan yang dipakai oleh masyarakat umum. Bisa siapa saja, dari anak-anak mulai usia 7 tahun sampai orang tua.

  1. Bilhete único estudante adalah kartu angkutan yang dimiliki oleh pelajar dan mahasiswa, dalam kartu terdapat foto pemilik, dan cara mendapatkannya adalah mengurus ke pihak sekolah/universitas, dimana ia belajar. Atau bisa melalui Internet.
  1. Vale transporte adalah kartu angkutan yang dimiliki oleh seorang karyawan atau tenaga kerja.

Bilhete único comum bisa digunakan sampai 4 kali perjalanan dalam periode selama 3 jam, dan hanya terdebet satu kali, jadi yang tiga kali naik bus sama dengan GRATIS. Berlaku hari Senin sampai Jumat. Jika di akhir pekan(Sabtu dan Minggu), tetap maksimal 4 kali, tetapi dalam periode 8 jam, jadi waktunya lebih panjang.

Untuk bilhete único estudante  periode waktunya lebih pendek, yaitu hanya 2 jam. Tetapi tarif pelajar lebih murah, yaitu setengah dari bilhete único comum.

Sedangkan vale transporte dikenai satu kali bayar untuk penggunaan kartu sebanyak 4 kali, selama periode 2 jam.

Pengisian kredit pada bilhete único sama seperti pengisian pulsa, namun harus dilakukan di tempat atau loket khusus. Di stasiun telah disediakan loket dan beberapa mesin canggih untuk masyarakat.

Loket melayani masyarakat yang akan mengisikan kredit pada kartu angkutan dengan pembayaran uang cash, atau bisa memakai kartu debit maupun kredit. Sedang mesin-mesin bilhete único , masyarakat bisa mengisi sendiri kredit kartu angkutan sesuai keinginannya, tetapi pembayaran hanya bisa dengan memakai kartu debet otomatis atau memakai kartu kredit visa maupun master.

Untuk vale transporte, setiap tanggal tertentu (sesuai peraturan perusahaan), akan mendapatkan kredit otomatis ke bilhete único , pemilik tinggal memasukkan kartu ke mesin pengisian kredit, tanpa harus membayar.

Demikian tentang angkutan umum di Brasil, yang menurut saya sangat mudah dan murah. Jadi untuk ônibus (bus) , sudah tidak memakai kondektur seperti minibus dan angkutan umum jenis kopaja yang masih ada di Jakarta. Entah sekarang bus PPD, atau seperti Mayasari  apakah masih menggunakan kondektur yang teriak-teriak mencari penumpang atau menyebutkan tempat, agar penumpang tau di mana tempat tujuannya.

Mengenai tarif menurutku sangat murah. Jika memakai metro, tarif pembayarannya adalah r$.3.00. Dan Khusus tarif pelajar adalah setengah dari harga umum. Cara menggunakan bilhete único  juga sangat mudah, yaitu tinggal menempelkan kartu ke alat seperti mesin membayar dengan kartu bank, dan otomatis saldo akan terdebet. Tarif akan terlihat pada layar yang ada dalam mesin pembayaran.

Fasilitas untuk penyandang cacat sudah ada.

Untuk bus, mesin pembayaran berada di sebelah kiri pintu masuk. sedangkan untuk metro, mesin pembayaran akan berderet banyak sekali, karena sekaligus sebagai pintu masuk ke stasiun.

Pintu masuk stasiun/metro sekaligus tempat untuk memakai bilhete único.

Mesin pengisian kredit bilhete único.

Selain 3 jenis bilhete único di atas,masih ada beberapa jenis kartu yaitu , bilhete único especial, yaitu kartu gratis untuk penyandang cacat fisik. Dan satu lagi adalah bilhete único especial-idoso(usia lanjut), 60 tahun ke atas untuk wanita dan 65 tahun ke atas untuk pira.

Satu lagi, untuk pekerja yang kena PHK, melapor ke balai kota, untuk memperoleh haknya yaitu kartu bebas biaya menggunakan metro(tidak untuk angkutan umum yang lain), jadi saat akan masuk ke stasiun, cukup memakai kartu bebas disertai buku kerja(buku semacam paspor untuk riwayat kerja).

 

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

62 Comments to "Transportasi di Brasil"

  1. Dewi Aichi  20 September, 2012 at 01:00

    Lani…ha haa ha…biar seimbang sama aku wakakka…dirubah fotonyaaa….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *