Wonderful Lebaran (1)

Bambang Priantono

 

Lebaran tahun 2012 ini bagi saya merupakan hal yang luar biasa. Berbeda sekali dengan lebaran-lebaran sebelumnya yang kerap meninggalkan ganjalan berat dalam hati atau masalah. Saya sudah tidak sabar menantikan momen-momen itu karena saudara-saudara dari Jakarta datang ke Malang, termasuk yang sudah 5 tahun tidak saya temui karena banyak hal. Dari rumpian di Facebook soal buka puasa bersama dimana juga sampai heboh sendiri. Karena sama-sama bingung mau makan dimana waktu itu.

Sepupu tadi berkata tanggal 18 Agustus. Tapi adik dan suaminya bilang kuatir tanggal segitu semua resto sudah tutup karena takbiran. Walhasil, sampai tanggal 16 malam masih belum ada keputusan mau bukber dimana, sementara saya masih di perjalanan antara Semarang-Malang yang sangat menyebalkan. Ngetem di kantor armada bis yang saya pesan ternyata harus pergi ke Genuk dulu, karena bis besar antar kota dilarang masuk kota oleh Pemkot. Ya sudah, dengan mobil carteran para penumpang dibawa ke Genuk. Eh, belum selesai…enak-enak duduk di bis, diberitahu kalau karcis saya dengan nomor N10 nanti harus ganti bis di Kudus. Di markas pusat bis Nusantara itulah kami penumpang N10 harus menunggu sampai satu jam lebih (bonus sindiran-sindiran pedas kepada para stafnya). Baru pukul 22.30 WIB bis saya berangkat dari Kudus, ditambah tidak ada kupon makan karena harus beli sendiri. Tapi sudahlah, yang penting sampai di Malang sekitar pukul 04.30 WIB.

Sesampainya di Malang, saya istirahat sejenak selama beberapa jam. Adik saya bilang, mau pesan apa? Saya jawab pesan penyetan dan susu kocok rasa jeruk. Alasannya, kalau buka bersama begini restonya selalu penuh. Buat saya hal itu tidak jadi persoalan, yang penting kumpul dengan saudara itu yang terutama. Istimewanya lagi, bukber ini khusus generasi kedua keluarga besar Suwandi (kelahiran 1972 sampai 1990) plus satu sepupu yang lahir tahun 2000. Generasi pertama dan ketiga tidak dibolehkan ikut, karena nanti malah bikin riweuh dan nggak bisa bebas bercengkrama. Hahahahaa…

Pada jamnya, di sebuah resto di bilangan Suhat (Soekarno-Hatta) Malang yang kadang dijuluki Malioboronya Malang ini, satu persatu sepupu berdatangan. Termasuk yang dari Jakarta. Tapi sepupu yang dari Situbondo berhalangan hadir karena masih di rumah mertuanya di Surabaya. Belum lagi ada sepupu yang membawa kekasihnya (setelah dia berpisah dengan istrinya lebih dari setahun yang lalu), namun masih malu-malu untuk difoto. Acara utama pastinya temu kangen, ngobrol ngalor ngidul, termasuk bernarsis ria. Biar mayoritas sudah berkepala tiga bahkan empat, tapi soal narsis tetap nomor satu.

Sedikit-sedikit foto-foto, saat makan juga minta difoto. Terlebih sepupu dari Jakarta yang masih kuliah ini. Waduh, pasti selalu minta foto dalam kesempatan apapun. Cuma dia kadang kurang pede dengan bentuk badannya yang selangsing gajah, sampai-sampai kalau foto di resto itu dia minta sepupu yang terkecil untuk menutupi badannya agar hanya kelihatan wajah. Hahahahaha. Sepupu tertua juga tak kalah narsisnya, wis-wis..bener-bener kayak remaja alay dah. Pendek kata tahun ini sangat mengesankan karena bisa kumpul-kumpul.

Selesai? Belum! Acara kumpul-kumpul dilanjutkan di warung STMJ di bilangan Jalan Ijen. Awalnya kami duduk di depan, tapi berhubung ada yang bawa bayi kecil, mau tak mau kamipun mengalah pindah ke dalam. Ngerumpi heboh lagi sembari menikmati aneka makanan dan minuman termasuk mencoba shisha. Itu kali pertama saya mencoba shisha (maaf tanpa foto), gak berasa apa-apa sama sekali. Malah batuk-batuk…hahahaha. The first and the last dah. Kalau tidak salah, rumpian di warung STMJ itu berlangsung sampai jam 21.00 WIB. Tak lupa, foto-foto narsis lagi seperti biasa yang sudah saya unggah di lapak sebelah atas permintaan sepupu saya. Alhamdulillah ya, bisa berkumpul begini saja sudah senang setengah mati.

 

Bersambung

Bambang Priantono
31 Agustus 2012
Semarang

 

About Bambang Priantono

kerA ngalaM tulen (Arek Malang) yang sangat mencintai Indonesia. Jebolan Universitas Airlangga Surabaya. Kecintaannya akan pendidika dan anak-anak membawanya sekarang berkarya di Sekolah Terpadu Pahoa, Tangerang. Artikel-artikelnya unik dan sebagian dalam bahasa Inggris, dengan alasan khusus, supaya lebih bergaung di dunia internasional melalui blognya dan BALTYRA.com.

My Facebook Arsip Artikel

23 Comments to "Wonderful Lebaran (1)"

  1. Kornelya  8 September, 2012 at 06:18

    Ini judul kalau ngumpul harus makan. Ditunggu lanjutannya mas.

  2. Dj.  8 September, 2012 at 00:55

    Semarang kota Lumüia, kota onde-onde, kota Cap Chay, kota Bandeng presto….
    Saat awal agustus beli Lumpia di gang Lombok.

  3. bambang priantono  7 September, 2012 at 21:21

    Pak DJ :

    Matur nuwun Pak DJ…alhamdulillah kalau ikut merasakan. Hahahahaa..kalau saya cerita makanan, nanti saya kasihan sama yg disana..takut ngeces-ngeces. Saya merasa berdosa lho, makanya saya sembunyiin dulu. Hehehehehe..

    Salam hangat dari Kota Lunpia ya Pak DJ

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.