Ku Hanya Ingin Malamku Terang Lagi

Edysatria Tarigan Girsang

 

Tak mudah memang menemukan kata-kata yang menjadi kita. Sering kali beda pandangan dan pendapat sering terjadi, karena salah pengertian dan bertahan pada ego masing-masing.

Diri ini menyadari penuh siapa dan apa diri ini, dan diri ini pun menyadari siapa dirinya.

Berawal dari saya, kamu dan akhirnya menjadi kita. Tapi kita yang bagaimana?

Menjadi seperti yang kamu mau? Menjadi seperti yang kumau? Atau mari mencari cara agar benar-benar menjadi kita?

Ya.. Kamu pernah tumbuh dalam ke”hebatan”, kebesaran dengan segala fasilitas dan kehebatanmu. Dan kita bersama saat terangmu redup.

Kau teraleniasi oleh lingkungan terdekatmu. Banyak marah, benci yang kamu simpan. Belum lagi menghadapi hal sehari hari yang menjadi tanggung jawabmu.. Aku bukan kasihan padamu, tak pantas kita saling mengkasihani. Aku juga bukan malaikat yang ingin membantumu.

Tapi ketika menjadi kita, maka hidupmu adalah diriku juga.

Dari sanalah aku mencoba menjadi arti bagimu, aku ingin cahayamu kembali terang, menghapus gelap.

Tetapi memang tak mudah, bahkan kata-kata dan caraku selalu dianggap kasar dan kampungan.

Ya ada egoisme saya disana, dan sering membuatmu marah.

Sebenarnya aku hanya berharap engkau mengerti apa yang ada dan nyata menjadi realitas di sekitar kita, bukan hanya mengetahui dan membuat kita terkesan sombong. Karena yang terpenting adalah mengubahnya. Toh kemarahan saja tak akan menjadi arti. Kejampun pada kenyataan tanpa kekuatan tak kan berarti, apa lagi hanya mengandalkan diri sendiri,

BOHONG..

Itu kebohongan besar jika dibilang mampu sendiri.

Dan pasti ada orang lain yang terlibat.

Belajar dari apa yang pernah kita alami, sebagai bagian dari kehidupan masa lalu kita toh adalah baik.

 

Saat ini malam, mulai pelan-pelan bersinar, dan aku bersyukur. Semoga bisa menjadi arti dan berarti. Terutama pada mereka yang menjadi tanggung jawabmu.

Teruslah bersinar dan makin bersinar. Menjadi hebat tanpa kesombongan.

Salamku selalu yang banyak belajar darimu.

 

Istana Cintaku

Edysa Tarigan, 250711

 

7 Comments to "Ku Hanya Ingin Malamku Terang Lagi"

  1. Linda Cheang  10 September, 2012 at 09:35

    mengerti itu sult, maka maklumi saja… bahwa kita memang tak kan bida mengubah orang lain untuk menjadi seperti yang kita mau. -> mengingatkan akan seorang kawan yang ingin sekali mengubah saya.

    maka cara terbaik : terimalah apa adanya.dan selalu berusaha untuk berkembang ke arah lebih baik…..

  2. J C  10 September, 2012 at 09:30

    Hhhhmmm…

  3. Dj.  9 September, 2012 at 01:14

    Nah ini malah Dj. bisa mengerti…
    Karena sering mengalami hal yang sama….
    Memang sulit untuk saya mengerti orang lain.
    Tapi lebih sulit lagi, kalau kita minta orang lain untuk mengerti diri saya…
    Olehnya mari, kita sama-sama belajar untuk saling memahami agar bisa terang kita kembali bersinar.
    Salam,

  4. EA.Inakawa  8 September, 2012 at 23:54

    Terima kasih BULAN BERSINAR……..aku akan setia menikmati sinarmu

  5. Anoew  8 September, 2012 at 23:35

    mencoba memahaminya, tapi tak bisa juga

  6. Bagong Julianto  8 September, 2012 at 15:40

    Aku ingin memahami dan menerangi malammu, tapi purnama bulan menahan langkah keraguanku.
    Bulankah itu?
    Neonkah itu?…..

  7. Lani  8 September, 2012 at 14:01

    satoe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.