Percakapan Tentang Cinta dan Perkawinan

Anastasia Yuliantari with Kang Putu

 

Ayla:

Kamu jahat, katamu,
telah mencuri hatiku,
menaruhnya dalam kalbumu,
sehingga membuatku,
selalu rindu padamu

Aku tak jahat, jawabku.
Kau memberikan hatimu padaku,
kuterima dengan sedikit haru,
kutulis dalam lembaran buku,
agar mudah mengingatmu

Aku akan mengingatnya, katamu.
Jangan lukai hatiku,
atau kau akan mengalami akibatnya,
luka menganga juga dalam dirimu,
karena kutahu kau pun mencintaiku

Aku tak akan melukaimu, jawabku
Paling hanya membuatmu sebal,
atau kehilangan akal,
karena jutekku,
atau sikap manjaku

Ah, jutekmu bagai sekuntum mawar, ujarmu
seharian telah mekar,
namun waktu menyuruhnya gugur,
walau aku percaya kuntum baru akan selalu bersemi,
menebar seribu harum membalut rindu di hati

Bila demikian, ujarku
kita kumpulkan rindumu dan jutekku,
masukkan ke dalam sampul kertas,
tuliskan pada labelnya,
PERCAKAPAN KITA TENTANG CINTA

Kang Putu:

seperti angin
embusannya terasa
tapi tak teraba

seperti air
terus mengalir
mencari dan menemu muara

seperti angin
terus berembus
seperti air
terus mengalir
begitulah cinta kita bukan?

dan perkawinan?
perkawinan bukan akhir perjalanan
yang kita impikan
bukan

perkawinan seperti bahtera
yang mesti kita kemudikan
mengatasi gelombang, menyibak ombak
membuang sauh di pelabuhan
memunggah dan membongkar muatan
lalu kembali mengembangkan layar

perkawinan adalah perjalanan panjang
teramat panjang
yang tak kalis dari pertengkaran
tak sepi dari kericuhan
tapi kita tak pernah kehilangan kesempatan
untuk terus berbagi kegembiraan bukan?
juga kesediaan membangun kisah baru
bersama, berdua, sebagaimana adanya
sebagaimana mestinya

seperti angin terus berembus
seperti air terus mengalir
begitulah cinta kita

dan perkawinan adalah pintu
yang selalu membuka bagi kita
agar bisa pulang dan menyadari
betapa hidup sungguh bermakna

seperti angin
seperti air
itulah cinta kita
terus berembus
terus mengalir
menuju muara

Gebyog, 15 Agustus 2009

 

26 Comments to "Percakapan Tentang Cinta dan Perkawinan"

  1. Dewi Aichi  21 September, 2012 at 08:02

    Ya orangnya ngga mungkin, puisinya saja bolehlah he he..Pak Mungkin di Batang, temannya Kang Putu.

  2. Anastasia Yuliantari  14 September, 2012 at 10:12

    Kaka Kornel, iya, nih belajar realistis dalam bercinta, walau harus teteeep romantis, wkwkwkwk.

  3. Anastasia Yuliantari  14 September, 2012 at 10:11

    Weehhhh…iki modine….DA.

  4. Anastasia Yuliantari  14 September, 2012 at 10:10

    JC thanks, hanya di sini puisi bisa dikawinkan…hahaha.

  5. Anastasia Yuliantari  14 September, 2012 at 10:09

    Pak Hand, dikawinkan oleh DA…dia modinnya.

  6. Anastasia Yuliantari  14 September, 2012 at 10:08

    Pak DJ, terima kasih sdh datang mengunjungi lapak kolaborasi hasil kawin silang puisi oleh Dewi Aichi….hehehee.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.