Review Kuliah Siang

Nyai EQ

 

(1)

Menunggu suara adzan Ashar sebagai penanda
Otakku mengembara
Dari bangku-bangku metal putih dalam ruang kelas berAC
Diam-diam menyelinap melalui pintu yang sedikit terbuka
Menyentuh sinar matahari menjelang sore, menyampaikan seberkas salam hangat
Kutinggalkan bu dosen yang tengah berbicara dengan mic-nya
Lusinan kepala penuh dengan materi entah apa
Kertas-kertas putih terserak berisi tulisan komputer yang tumpang tindih
Entah……………………………………………
Otakku mengirim pikiran mengembara mengarungi angan-angan
Mendengar denting tanpura diantara lagu laut
Hatiku menangkap kisah cinta absurd
Kerinduan yang meruncing
Tubuhku pasrah digumul kebosanan
Lalu pensilku tiba-tiba menari-nari di atas buku catatan
Entah, bukan materi kuliah yang tertangkap oleh jejak coretannya
Karena otakku pergi mengembara………………………………………………..

 

Yogya, 2012-09-04, Pasca Sarjana siang, menjelang sore, kuliah Teknik Review

 

(2)

Gelisah….gelisah….
Sungguh….gelisah…..
Disergap
Dicengkeram
Digumul
Gelisah…..gelisah……
Menggugat waktu tanpa jam dinding di ruang kelas
Memahami dengung suara microphone
Mengunyah ribuan kata-kata yang tersaji, berhamburan
Gelisah……
Aku mengkerkah otak
Menahan diri untuk tetap diam di tempat
Mengikat kepingan hati
Sungguh gelisah
Tak juga ada yang beranjak
Tanpa senyum, tanpa senandung, tanpa nada
Uuaaaaaahhhhhhhh……!!
(menguap dalam hati)
Gelisah ini menumpuk
Menindih rindu yang biasanya tajam
Dengung….dengung…dengung…..
Sungguh-sungguh gelisah…
Rasa ini tercabik-cabik
Merusak seluruh inderaku
Uuuuaaaaaaahhhhhhh……….!! (menahan kantuk yang menggila)
Gelisah ini bernama BOSAN !

Yogya, 2012-09-05, Pasca Sarjana siang, menjelang sore, kuliah Teknik Review

 

(3)

Bu Dosen bicara sendiri
Memegang mick karena suaranya selembut nafas bayi
Ngomong soal sejarah, moral dan estetika….dan entah apa lagi
Di depannya, lusinan kepala terpancang erat di leher-leher kaku
Masing-masing mencoba mengisi otak, entah dengan apa
Sebagian berusaha menyimak kuliah bu Dosen
Yang lain bicara dengan perutnya
Di kursi belakang, kepala-kepala lain susah payah menahan kantuk
Diam-diam memasang mata dan jari pada tuts handphone
Yang pasti bukan mencatat omongan bu Dosen
Barisan yang lain mungkin memikirkan istri, anak, atau hutang koperasi
Beberapa mencorat-coret buku
Gumam dan batuk silih berganti, kasak-kusuk
Di luar, suara palu seperti soundtrack yang sama-sekali tidak cocok
Satu anak mengajukan pertanyaan, membuat sebagian kepala mendongak, menyimak
Bu Dosen menjawab dengan suaranya yang bagaikan uyon-uyon tengah hari
Teman-teman lainnya sibuk sendiri-sendiri
Aku juga sibuk merindu
Dan berpuisi sendiri

 

Yogyakarta, 2012-09-05, Pasca Sarjana siang, menjelang sore, kuliah Teknik Review

 

11 Comments to "Review Kuliah Siang"

  1. EQ  10 September, 2012 at 23:26

    weeeh….saya nulis puisi kok pada di protes sih…kanjenge JC, EA. Inakawa……lha wong namanya ide itu bisa kapan saja, di mana, saja, apa saja….lha kalo lagi mau nulis puisi, biarpun lagi naik motor di jalan, ya tak bela-belain minggir, ambil buku catatan, nulis……gituuuu….emang kenapa kalo berpuisi kok harus malam ? kalo malam saya ngerjain PR, bikin proposal ini itu, nonton tipi, fesbuk’an dan baca buku, tidur (tapi kalo lagi gak beredar malam) hehehhehe………

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.