Fenomena Sebuah Sisi Baik dan Buruk Kepribadian

EA. Inakawa – Kinshasa, Africa

 

Pernahkah kita menyadari bahwa setiap orang memiliki lebih dari satu kepribadian (alter ego) terlepas dari adanya dua sisi fungsi otak kanan dan kiri yang mengendalikan semua sebab dan akibat dari buah angan yang kita implementasikan melalui berbagai tindakan.

Tulisan ini terkait keprihatian dari berbagai tindakan para TOKOH di seputar kita, ketika berbagai hal yang tidak semestinya mereka katakan atau lakukan sehingga menimbulkan kontroversi baru yang sia-sia untuk dipersoalkan di tengah maraknya berbagai persoalan di ranah politik, ekonomi sosial dan budaya serta kerukunan beragama di Indonesia.

Masih segar dalam ingatan kita beberapa kasus yang sedang marak diperbincangkan di berbagai media dalam minggu ini :

“ Pencemaran atas profesi advokat yang di tulis Wamen Hum dan Ham Deni Indrayana melalui twitter nya.”

Begitu banyaknya kasus yang tidak terlepas dari peran kepribadian ganda seseorang yang tidak terkontrol, tidak mampu menahan diri sehingga mengeluarkan statement yang achirnya menjadi jebakan bagi dirinya sendiri. Semua tindakan ini adalah bahagian dari kepribadian yang kita miliki, sebuah sisi dari sisi lainnya dalam topeng warna warni kepribadian kita. Dan sisi kepribadian ini akan selama nya menjadi fenomena/misteri antara baik dan buruk yang hidup abadi dalam roh kita.

Mengulas sebuah sisi dari sisi lain kepribadian ini, saya hanya ingin mengingatkan beberapa kasus yang sama dengan Wamen Hum dan Ham dimana beberapa TOKOH terjebak oleh sisi buruk kepribadiannya dan mau tidak mau harus menelan pil pahit, harus rela mengorbankan semua reputasi dan nama baik personal dan keluarga yang sudah dengan susah payah dirintis selama karir dan bertahun-tahun harus ternoda dan hancur dalam sesaat.

Tentu masih ingat : petikan kasus ini ………

  1. Kasus mantan Menteri Agama Indonesia yang divonis 5 tahun karena Korupsi Dana Abadi Umat (tokoh yang dikenal sebagai Alqur’an berjalan ini hancur karena mengikuti sisi buruk dari sisi lain kepribadiannya).
  1. Kasus korupsi pengadaan Alqur’an yang ironis nya dilakukan oleh ayah dan anak (sang ayah adalah seorang TOKOH Golkar, keduanya menunggu keputusan pengadilan yang akan menjadi kehancuran baginya).
  2. Polemik yang dilakukan para Ulama yang masuk keranah politik atau sang biduan munafik yang belajar jadi ulama tapi bermain politik licik dengan menjual ayat ayat suci alqur’an).
  3. Kasus kompetisi calon gubernur DKI yang TOKOH nya membawa bawa unsur agama sebagai propaganda.

* Mereka lupa bahwa NKRI bukanlah negara Muslim

* Mereka lupa bahwa pemimpin rakyat yang duduk di perwakilan rakyat adalah kumpulan dari berbagai Agama.

* Mereka lupa bahwa negara ini mengakui keberadaan lebih dari satu agama, artinya perbedaan Agama calon pemimpin tidak harus dipersoalkan.

Mungkinkah para TOKOH ini memiliki alter ego tanpa mereka sadari……Apa yang para TOKOH lakukan adalah kelakuan sebuah sisi buruk dari sisi lain kepribadian ganda mereka, setiap saat jika kita tidak mampu mengendalikannya kita akan tejebak dalam ladang fitnah yang keji, betapa meruginya kita.

Entah mengapa…..sebagai rakyat jelata, saya paling muak kalau ada TOKOH yang menggembar gemborkan Moral dan membawa unsur agama sebagai tameng perilakunya, saya langsung berasumsi TOKOH ini pasti bunglon yang berbulu domba (domba yang suka dilaga) atau sebaliknya jika seorang TOKOH ulama yang membawa unsur politik dalam dakwahnya ulama ini jelas sedang bermain dengan sisi gelap dan buruknya.

Jadi bagaimana sebaiknya kita menghindarkan niat buruk dari sisi gelap kepribadian kita.

Tidak lain kita harus menyadari sepenuhnya sebab dan akibat yang muncul jika dorongan sisi buruk kepribadian kita sedang berusaha membunuh sisi baik kemanusiaan kita. Kita harus mampu membuat baik dan buruk sebagai kekuatan yang sinergi saling mengisi satu sama lain.

Jika kita kalut dan terjebak, kita akan mengalami nasib yang sama dengan para TOKOH yang tersesat sebelumnya.

Banyak kok para TOKOH yang perjalanan hidupnya selamat dalam mengendalikan sisi baik dalam kepribadian mereka dan mereka sukses  dan mumpuni sampai akhir ayatnya (mereka tidak serakah).

Semoga saja di kedepan hari berikutnya suasana damai dan sejuk bisa kita jadikan sebagai sebuah harapan dari sisi baik di balik sisi buruk kepribadian TOKOH idola kita lainnya.

 

Salam setepak sirih sejuta pesan ‘ EA.Inakawa

 

26 Comments to "Fenomena Sebuah Sisi Baik dan Buruk Kepribadian"

  1. Evi Irons  17 September, 2012 at 09:57

    dari beberapa kali Pemilu, partai yang membawa Agama tidak menjadi pemenang utama Pemilu.

  2. Anoew  13 September, 2012 at 23:32

    Yu Lani, WANI PIRO?

  3. EA.Inakawa  13 September, 2012 at 23:20

    Ci lani : iyalah……saya pun menghargai beliau, ntar kalau merajuk kan berabe, jadi SEPI hidup kita. salam sejuk

  4. Lani  13 September, 2012 at 23:06

    EA : aku hargai komentar kang Anu…….cm heran aja, mungkin kali ini obatnya manjurrrrrrrrrr……….jd komentarnya jejeg!

  5. Anoew  13 September, 2012 at 22:45

    wealah hairaan saya…. giliran komentar lurus jejeg malah dicurigai jiaaaaan jan

  6. Dewi Aichi  13 September, 2012 at 21:09

    Pak EA ha ha ha ha…tau aja, saya ngga mancing…susah mancing yang satu itu..umpannya mahal he he he

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.