Asian Cruise Diamond Princess (4)

Mpek Dul

 

Pukul 17.00 Diamond Princess meninggalkan Nha Trang, Vietnam untuk berlayar  menuju ke Hong Kong. Perjalanan ini akan memakan waktu sekitar 40 jam. Ini berarti esok tanggal 10 Oktober kapal ini akan selama 40 jam pertama kalinya berlayar di samudra besar dan terbuka melewati Laut China Selatan. Ini berarti juga ada kemungkinan menyonsong angin topan dan ombak besar yang dapat mencapai ketinggian 10 m. Laut Cina Selatan sebetulnya adalah lautan tepi dari Samudra Pasifik dan nama ini sebetulnya sangat kontradiksi karena seakan-akan  perairan ini milik China, sedangkan ini adalah perairan territorial internasional. Dari mana asal mula nama ini tidak diketahui dengan pasti. Luas wilayah laut ini sekitar 3.5 juta km2 dimulai dari selat-selat Karimata, Malakka dan selat Taiwan yang menghubungkan dengan samudra Hindia. Teluk Thailand dan Teluk Tonkin juga menjadi bagian dari laut ini.

Di sekitar lautan ini ada ratusan kepulauan, dan yang terbesar adalah pulau Hainan, milik P.R. China. Dalamnya laut ini sekitar 200 meter sampai 2.400 meter.

Akhir-akhir ini di sekitar Laut China Selatan ini menjadi bahan pembicaraan dan diskusi yang sangat aktuil karena ada beberapa negara-negara seperti China, Filipina, Vietnam, Malaysia, Taiwan Thailand menuntut territorial perairan ini sebagai wilayah mereka. Belum lama berselang, di dasar lautan ini diketemukan cadangan minyak bumi yang berjumlah sekitar 1,2 km3 atau sekitar 7,7 milyard drum, di samping cadangan minyak gas sekitar 7.500 km3. Tentu saja China sebagai Negara terbesar di antara negara-negara kecil ini, menunjukkan gigi dengan menuntut sebagian besar dari  territorial Laut Cina Selatan, karena industri negara ini saat ini membutuhkan banyak sekali minyak.

Sekitar bulan Januari – April tiap tahun sering terjadi cuaca jelek yang dinamakan Crachin di sekitar lautan ini, biasanya di teluk Tonkin dan selat Hainan, propinsi Guang Dong, China. Ini adalah kabut yang rendah, tebal sekali, dan membahayakan lalu lintas perairan, hal ini disebabkan ikut memboncengnya udara panas yang lembab melewati permukaan laut, terutama di sekitar perairan Jepang yang waktu itu masih dingin dan rendah temperatur airnya, sehingga menyebabkan pergeseren antara udara panas dan dingin, dan membawa satu turbulensi yang mengakibatkan adanya “kabut berjalan”. Kepulauan Hainan sendiri hampir setiap tahun dilanda taifun atau topan.

Tanpa banyak rintangan, Diamond Princess akhirnya berlabuh di cruise terminal Hong Kong. Kami dijemput oleh dua orang teman sekolah SD kami di Indonesia dan sekarang tinggal di sana. Juga kedua keponakan perempuan saya yang menjemput ikut terharu dan menangis karena untuk pertama kalinya kami berjumpa selama hidup.

Sejak lahir mereka memang saya sendiri belum pernah bertemu, karena mereka dilahirkan dan tinggal di China. Saat itu China masih belum menjalankan open door politik untuk orang-orang asing, baru ketika yang sulung menikah dengan seorang penduduk warga HK, dia diperbolehkan tinggal di HK, sedang keponakan saya yang kedua masih tinggal di Guangzhou bekerja sebagai ekonom dan manager di bank. Kakak saya sendiri tinggal di China sejak tahun 1954 dan dia adalah professor ahli bedah dan kepala rumah sakit di Xing Long, Hainan selatan, sampai meninggal nya pada tahun 2007.

Kami sempat ngobrol-ngobrol di gedung terminal, dan sebagai penutup kami semua ditraktir makan camilan dim sum oleh keponakan saya yang sulung.

Sesudah makan kami berpisah dengan teman rombongan kami, karena keponakan-keponakan saya ingin mengajak kami sight seeing HK. Terakhir kali saya ke HK adalah tahun 1976 ketika saya masih berdinas sebagai flight officer penerbangan internasional dan sebelum saya kuliah lagi ke bidang hukum fiskal dan sosial dan akhirnya pindah dinas dengan kementerian keuangan dan kementerian sosial.

Nama resmi Hong Kong adalah Special Administrative Region SAR, 中華人民共和國香港特別行政區  – Zhōnghuá Rénmín Gònghéguó-Xiānggǎng Tèbié Xíngzhèngqū.  Luas wilayah sekitar 1100 km2, dengan penduduk sekitar 7 juta orang.

Pusat pemerintahan berada di Victoria, HK Island. Mata uang resmi adalah Hong Kong dollar.

HK $ 1,- = € 0,10.  Bahasa resminya adalah Mandarin, tetapi sebagian besar penduduk memakai bahasa Cantonese sebagai bahasa pengantar harian.

Sesuai perjanjian bilateral antara pemerintah Britania Raya (United Kingdom Great Brittain) dengan pemerintah Republik Rakyat China, maka sejak tanggal 1 juli 1997 Hong Kong diserahkan kembali pada pemerintah P.R.China. Sejak itu HK bersama Macau (berdasarkan perjanjian dengan Portugal) mendapatkan status sebagai Daerah Administratif Khusus SAR, satu negara dengan dual sistim, penemuan unik alm perdana menteri China Deng  Xiao Ping.

Ini berarti bahwa Hong Kong berhak menjalankan politik sistem hukum, kepolisian, mata uang, bea cukai, imigrasi, peraturan lalu lintasyang tetap berjalan di jalur kiri sesuai dengan sistim Inggris sendiri (di China sendiri lalu lintas berjalan di sebelah kanan seperti di Eropa, AS, Canada, tanpa pemerintah China berhak ikut campur. Kekecualian adalah dalam bidang militer yang berada dibawah pemerintah China. Perjanjian ini berlaku di Hong Kong selama 50 tahun dihitung dari tahun 1997. Juga jelas bahwa penduduk HK mempunyai mentalitas yang berbeda dengan penduduk di daratan China sendiri.

Dalam bidang politik dan agama juga berbeda, karena HK menganut sistim demokrasi, multi partai, dan sistim sekular, artinya hukum negara terpisah dari hukum agama yang tidak berlaku di dalam kehidupan harian. Hal ini untuk mencegah adanya pertikaian antar agama yang di pakai sebagai alat politik lewat ketatanegaraan.

Kebebasan agama, hak dan kewajiban penduduk dijamin sepenuhnya, tanpa dibedakan agama apa yang dianutnya. Perkawinan campuran antara suku dan agama atau perpindahan agama juga tidak dilarang, karena ini adalah hak setiap individu untuk memilih agama atau ideologi sesuai dengan keyakinan mereka sendiri-sendiri, tanpa negara berhak ikut campur.

Turki, adalah satu contoh negara di mana penduduk mayoritasnya beragama Islam, tetapi  UUD dasar negara adalah sekularisasi sepenuhnya, hasil perjuangan Mustafa Kemal Atatürk.

Sekularisme berasal dari bahasa Latin saecularis yang berarti “dunia, atau sementara”, adalah satu aliran bahwa religi dan agama harus terpisah dari sistim ke tata negaraan dan tidak boleh ikut berpegang peranan di dalam menentukan kehidupan masyarakat. Hanya ada hukum negara karena hukum agama tidak ada. Perpisahan antara agama dan negara adalah penting sekali, demi menjamin tidak adanya campur tangan para pemimpin agama dalam politik yang dijalankan pemerintah. Iran adalah satu contoh yang konkrit di mana seorang ayatollah pemimpin agama, “super imam” lebih besar kekuasaannya dari presiden negara itu, sehingga penerapan hukum-hukum negara kacau, tidak berjalan sama sekali. Dengan adanya paksaan penerapan satu agama tertentu di dalam kehidupan harian, maka rakyat tidak mempunyai pilihan lain untuk menganut agama lain sesuai dengan keyakinan mereka sendiri-sendiri. Dalam sistim sekuler, negara pada hakekatnya bersikap netral, menjamin semua penduduk.

Hukum negara adalah sesuai dengan hukum internasional yang menjamin hak azasi setiap manusia.

Kami sempat menikmati pemandangan seluruh HK dari Victoria Peak. HK adalah sangat mahal sekali, terutama harga perumahan. Jauh lebih mahal dari  Eropa dan Amerika Serikat.

Harga apartement yang kecil 600 square feet, lebih kurang 56 m2, dengan dua kamar tidur sekitar HK$ 3 juta atau € 300.000, sedangkan di Nederland sama dengan harga satu rumah kecil di kota besar. Penthouse di Oxford road dapat mencapai sekitar HK$ 170 juta = € 17 juta = Rp. 210 M !!.

Dari sini dapat anda bayangkan betapa mahalnya villa milik Lie Ka Sing, orang terkaya di HK. Kehidupan di negeri ini sangat berat dan keras sekali, karena kaum generasi muda banyak yang tidak mampu untuk membeli rumah dan banyak di antara mereka yang belajar keluar negeri dan akhirnya menetap di Eropa, AS, Canada, Australia. Juga banyak kalangan anak-anak muda sekitar 30 tahunan yang begitu pesimis, stress, putus asa kehidupannya sehingga akhirnya bunuh diri,  seperti juga di Singapore, Korea-Selatan dan Jepang. Persentasi suicidal di kalangan kaum muda antara 25 – 30 tahun, adalah sekitar 30%. Alasan yang terpenting adalah dikarenakan mereka tidak tahan menghadapi kekerasan kehidupan masyarakat yang di mata mereka tidak banyak harapan di masa depan, berhubung dengan saingan dan kompetisi yang tinggi sekali, selain itu mereka tidak mempunyai kemungkinan untuk pindah ke luar negeri.

Kepala saya sudah mulai pusing melihat negara mini yang penuh gedung-gedung pencakar langit sehingga tidak banyak pohon-pohon dan warna hijau di kota.

Seperti juga dengan kota-kota besar di dunia, Hong Kong mengenal polusi udara yang tinggi. Menurut statistik WHO, setiap tahunnya udara di HK hanya 41 hari bersih, selebihnya kotor akibat smog dan lalu lintas yang padat sekali yang mengotori udara, meskipun sudah banyak mobil-mobil yang mempunyai katalisator untuk menyaring kotoran CO2 yang keluar dari  mobil.

Pemerintah Hong Kong menyadari hal ini dan mengambil tindakan yang diperlukan dengan memperbaiki fasilitas pengangkutan umum dan tarip serendah mungkin, dan juga transpor umum diberi fasilitas-fasilitas penting seperti jalan tersendiri, di mana mobil swasta tidak diperkanankan melewatinya. Dengan demikian pemerintah berharap agar orang-orang tidak memakai mobil sendiri, karena parkir fasilitas di HK tidak saja sulit, tetapi  juga  sangat mahal. Sepeda motor seperti di Indonesia tidak banyak dipakai di sini, karena sangat mengotori udara, selain tidak ada tempat untuk menyimpannya.

Jaringan angkutan umum dan infrastuktur di Hongkong sangat bagus dan teratur sekali, tidak kacau seperti di Jakarta, di Bangkok, atau di Mumbai.

 

BIS KOTA

Semua bis kota di Hongkong, dijalankan oleh lima perusahaan swasta sangat ekonomis dan beroperasi di Kowloon, New Territories, Hong Kong  Island, Hong Kong International Airport,  Lantau Island terdiri dari dubbledecks. Bus jenis ini sudah dipakai sejak tahun 1933, dan sangat ekonomis karena sekaligus dapat mengangkut 80 penumpang.

Bis ini ditiru dari Inggris, karena HK pernah menjadi jajahan Inggris. Semua bis dengan satu dan dua angka hanya beroperasi di Kowloon dan New Territories, tetapi tidak melintang ke Victoria Harbour. Semua bis dengan tiga angka disertai satu huruf dan dua angka, hanya beroperasi ke daerah tertentu seperti lewat Hung Hom Cross ke Harbour Tunnel, ke de Eastern Cross lewat Harbour Tunnel, ke Western Cross lewat Harbour Tunnel. dsb.

 

LIGHT RAIL

Light rail yang sejak tahun 1988 dipakai di Hongkong adalah tram linstrik yang hanya menuju ke wilayah-wilayah satelit Tuen Mun, Tin Shui Wai dan Yuen Long.

Akibat perkembangan pesat daerah ini berkembang pesat dan rendahnya kapasitas pengangkutan pada awal mulanya, maka pemerintah mengadakan pengakutan umum ini.

 

METRO

Akibat padatnya penduduk dan terbatasnya wilayah, serta semakin tingginya kebutuhan pengangkutan umum, maka pada th 1967 pemerintah mulai mempelajari kemungkinan alternatip transpor umum dan akhirnya pada tahun 1975 diputuskan untuk membangun jaringan pengangkutan di bawah tanah, dan pada tahun 1979 akhirnya kereta metro pertama kalinya menjadi satu kenyataan. Perusahaan yang menguasai metro di HK adalah MTR (Mass Transit Railway), sedangkan di Singapore nama perusahannya adalah MRT (Mass Rapid Transit).

 

MINIBUS

Minibus adalah tidak lain bus kecil yang dapat mengangkut maksimal 16 penumpang, semacam angkot di Jakarta, bersih dan aman. Bis ini tidak mempunyai halte perhentian tertentu, jadi setiap waktu dapat dihentikan tergantung dari kebutuhan penumpang yang ingin naik atau turun ditempat, meskipun minibis ini menuju ke satu tujuan tertentu. Keuntungan dari transpor ini adalah jika kita dengan 16 orang teman-teman atau anggauta keluarga naik bis ini, maka dapat sekaligus menuju ke tempat tujuan tanpa berhenti. Hanya taripnya saja yang dua kali lipat dari bis kota.

 

TAKSI

Taksi di Hong Kong sangat unik sekali dan mempunyai warna-warna tertentu. Taksi yang berwarna merah hanya beroperasi di Kowloon. Taksi berwarna hijau beroperasi di New Territories. Taksi berwarna biru hanya di Lantau Island. Semua taksi bebas mengangkut dan menurunkan penumpang ke dan dari Hong Kong international airport dan Disneyland. Sedangkan taksi yang berwarna boleh mengangkut penumpang dari daerahnya sendiri dan menurunkan penumpang di daerah lain, tetapi tidak boleh mengangkut penumpang dari situ. Jika kita mengalami perlakuan yang kurang sopan dari seorang sopir,  maka kita dapat mencatat nomor taksi ini dan melaporkan ke nomor tilpon khusus. Jangan heran jika ada taksi yang menarik ongkos extra untuk bagasi yang terlalu besar, berhubung bagasi mobil tidak dapat ditutup. Memberi tip kepada sopir juga diperbolehkan, tetapi tidak umum. Jika taksi harus melewati jalan tol, maka penumpanglah yang membayar ongkos-ongkos ini. Karena beaya pengangkutan umum di HK cukup murah, maka orang lebih suka memakai nya dan tidak memakai mobil sendiri yang membutuhkan tempat parkir yg tidak murah dan terkadang macet karena traffic jam, terutama waktu jam-jam kerja.

Di HK dikenal juga taksi yang memberikan korting sekitar 20-30%, tetapi ini biasanya adalah taksi pribadi yang tidak lewat nomor taksi sentral, melainkan lewat nomor HP milik taksi itu sendiri. Beberapa sopir terkadang mempunyai beberapa HP dan meskipun semua handfree karena dilarang menilpon dengan selular digenggam. Meskipun begitu juga tetap menganggu konsentrasi mereka, karena hampir selalu mereka menerima tilpon saat mengemudikan mobil. Saya jadi ingat beberapa teman saya yang tinggal di Indonesia juga mempunyai empat hp, yang satu untuk ngobrol lewat Fren, yang lain untuk usaha lewat XL , yang lain XXL semua dengan nada ringtone yang berbeda dan mereka semua mengenali hp mana yang berbunyi….

 

TRAM  LISTRIK

Bentuk pengangkutan ini sudah dikenal di Hongkong sekitar 100 tahun dan satu-satunya di dunia yang terbesar karena bertingkat, atau dubbledeck, antara lain ke Hong Kong Island, Shau Kei Wan, Kennedy Town dan sekitar Happy Valley.

 

KERETA API

Awal mulanya adalah kereta api uap yang digerakkan oleh batubara, milik dari Kowloon Canton Railway (KCR), dan dipergunakan untuk hubungan internasional keluar Hong Kong, tetapi karena menyebabkan pengotoran udara dan polusi, sejak tahun 1983 semua diganti kereta listrik seperti di Eropa. Mulai dari stasiun Hung Hom kereta ini berjalan menuju ke Guangzhou, Sanghai dan Beijing.

 

KAPAL  FERRIES

Bentuk pengangkutan ini berangkat dari Tsim Sha Tsui, Hung Hom (Kowloon), Central dan Wan Chai (Hong Kong Island) menuju ke Kowloon, Hong Kong Island, Lantau Island, Cheung Chau Lamma Island, Ma Wan, dan juga menuju ke Macau dan daratan China. Seperti juga Singapura, Hong Kong adalah satu “surga” untuk shopping para ibu-ibu yang berdompet tebal. Semua barang mewah dapat dibeli di sana, tentu juga barang palsu tiruan.

Di HK sendiri lebih banyak mobil Rolls Royce dari di Britania Raya !

Setelah seharian keliling HK, akhirnya kami lega dibawa kembali oleh keponakan-keponakan saya ke cruise terminal lagi. Dengan perasaan puas, lega dan gembira kita berpisah dan kami memasuki kapal makan malam. Siapa tahu kita dapat bertemu lagi di masa depan…?

Pukul 18.00 kapal mulai membunyikan tanda meninggalkan pelabuhan HK menuju ke tujuan selanjutnya: Shanghai. Sesudah mandi, kami sempat relax sebentar di deck sebelum makan malam dan kemudian menikmati pelbagai acara Diamond Princess, sebelum tidur.

Sekitar 60 jam kami akan belayar di samudra bebas, di mana komunikasi lewat HP tidak memungkinkan kecuali lewat kapal yang memakai jaringan satelit dan sangat mahal. Di kapal juga ada Internet café, sekitar US$ 0,75 per menitnya, tetapi luar biasa lambatnya, karena semua melewati satelit komunikasi tertentu dan tergantung dari cuaca saat itu.

Untuk pertama kalinya, siang hari keesokannya kami dikonfrontasikan dengan ombak setinggi 10 – 12 meter. Meskipun kamar kami berada di tingkat 10, dan kapal ini panjangnya sekitar 300 meter, mulai terasa naik turun diombang ambingkan gelombang di perairan sekitar Taiwan. Ombak terkadang melanda balkon kamar kami dan cukup menakutkan !

Perut terasa mual sekali, karena ikut terombang ambing, sehingga tidak ada nafsu makan dan hanya duduk saja untuk mencegah agar kepala tidak pusing dan muntah. Hampir enam jam kami menghadapi cuaca begini sehingga untuk tiduran pun tidak enak, sepertinya sudah berhari-hari kami semua menghadapi hal ini … Duduk di deck juga tidak mungkin karena ditutup berhubung bahaya. Begitu juga semua kolam renang ditutup.

Akhirnya malam itu juga ombak mereda karena kapal telah melewati perairan yang ganas itu. Semua berita-berita dapat di ikuti lewat siaran TV kapal yang disiarkan ke semua kamar-kamar.

Keesokan harinya otoritas imigrasi China yang naik di HK mulai memerintahkan kita semua untuk berkumpul di ruangan utama kapal. Semua penumpang harus difoto. Berbeda dengan otoritas HK yang sama sekali tidak bawel, pegawai imigrasi China ini sangat kritis sekali, dengan wajah yang kecut sekali dan tidak banyak berbicara, apalagi tersenyum.

Lebih dari satu jam akhirnya kami selesai melakukan prosedur ini untuk kembali ke kamar kami masing-masing atau duduk-duduk di restoran di kapal untuk relax.

Lebih dari 60 jam kami tidak melihat daratan dan di malam hari tidak melihat apa-apa di luar kapal, hanya dari kejauhan terlihat lampu-lampu dari beberapa kapal-kapal lain berkedip, biasanya kapal-kapal barang yang mengangkut 20 feet containers yang ditumpuk. Baru saat itu terasa betapa sunyi dan sepi nya kehidupan di sekitar itu serta dibuat bandulan ombak buset yang setinggi sepuluh meter, hari minggu 14 November pk. 07.00 pagi, dengan perasaan lega akhirnya kami berlabuh di Shanghai, pelabuhan terbesar di dunia saat ini.

Ketika di Hong Kong, kami sudah menghubungi seorang teman yang mempunyai kenalan beberapa mahasiswa yang sedang belajar di University of Shanghai, dan di luar jam kuliah mereka mencari extra uang saku dengan menjadi guide atau penterjemah.

Kami mendapatkan seorang mahasiswi dan pacarnya yang kami minta untuk menjadi guide kami sehari, dan sekalian menyewakan minibus yang dapat memuat delapan penumpang.

Kapal kami baru sekitar pk 18.00 meninggalkan pelabuhan, jadi kemungkinan banyak yang dapat dilihat, apalagi waktu itu hari minggu dan tidak begitu ramai.

Shanghai adalah kota terbesar di China dengan luas wilayah sekitar 6040 km2, hampir 6 kali lebih besar dari HK dan mempunyai penduduk sekitar 23 juta.

Di dereten kota-kota terbesar di dunia menduduki tempat ke 11. Kota terbesar di dunia adalah Tokyo disusul Seoul. Di nilai sebagai kotapraja, maka Shanghai (yang sebetulnya statusnya dapat disamakan dengan satu propinsi), merupakan satu kotapraja ini adalah terbesar di dunia.

Pada awal mulanya Shanghai adalah satu desa perikanan yang bernama Huating ( 華亭鎮 ), bagian dari Songjiang yang diperintah oleh perfek Suzhou. Baru di bawah dynasti Tang desa ini dinamakan Shanghai yang berarti “di atas laut”.  Pada masa perang opium pada awal abad ke 19, Inggris menguasai kota ini, baru ketika perang ini berakhir pada tahun 1842, dengan adanya perjanjian Nanking dan karena letaknya yang sangat strategis di perairan sungai  Yangtsekiang yang menuju ke laut, maka kota ini dikembangkan sebagai kota pelabuhan untuk memungkinkan adanya perdagangan internasional lewat pelabuhan.

Shanghai tidak saja kota terbesar di China, tetapi juga mempunyai pelabuhan terbesar di dunia dan sudah menggeser pelabuhan Rotterdam sebagai pelabuhan terbesar di dunia ke tempat yang ke 4, sesudah Singapore dan Ningbo, tetapi dalam bidang kapasitas containers, Rotterdam menduduki ranking ke 3.

Karena pelabuhan Shanghai berhubungan dengan sungai-sungai Yangtsekiang hanya sekitar 7 meter dalamnya dan sungai Huangpu hanya 8 meter dalamnya, dan menurut kapasitas tahun 1999, terlalu dangkal, sehingga kapal-kapal generasi ke 6 yang besar tidak dapat berlabuh, maka otoritas The Shanghai Municipal Government (SMG) mulai mengambil tindakan mempelajari adanya perluasan pelabuhan ini. Dari penyelidikan diketahui bahwa perairan di sekitar Yangshan Island, tidak jauh dari pelabuhan Shanghai sendiri sekitar 15 meter dalamnya, memenuhi syarat untuk kapal-kapal container terbesar di dunia dapat berlabuh, selain letaknya yang sangat strategis karena memberikan naungan terhadap serangan angin topan yang tiap tahun melanda daerah ini. Sejak itu dimulai memperluas dengan membangun pelabuhan baru Port of Yangshan, di samping pelabuhan yang lama.

Yangshan deep sea harbor sebetulnya adalah satu “pelabuhan buatan” yang dibuat oleh para insinyur sipil perairan dari Nederland yang sangat terkenal di dunia, dengan jalan menyemprot kan pasir ke perairan yang akan dibanguni gedung terminal sehingga akhirnya menjadi daratan, lalu dikeringkan, ditumpuki batu gunung dan di beton. Selain itu alat-alat kran raksasa pelabuhan dan sistim radar yang menjaga pelabuhan seluruhnya made in Holland.

Sistim pembuatan daratan ini adalah sama dengan yang telah diterapkan di bandara Chek Lap Kok di Hongkong, Palm Island Dubai, perluasan Singapore harbour, juga tanggul baru kota New Orleans yang pernah dilanda topan Catharina tujuh tahun y.l., adalah buatan para insinyur sipil air Nederland, biasanya lulusan Universitas tehnik Delft yang terkenal dan banyak mahasiswa/i Indonesia yang saat ini kuliah di sana.

Proyek raksasa ini direncanakan awal tahun 2013 selesai dan sepanjang 32 km yang di mulai dari Shanghai harbour sendiri dan dihubungkan dengan Donghai bridge yang terdiri dari enam jalur. Dengan demikian pelabuhan ini, baik dalam bidang kapasitas muatan maupun luasnya, menjadi satu pelabuhan terbesar di dunia, setidaknya untuk 30 tahun mendatang. Ini adalah satu hasil kerja keras, efisien dan inovasi, tanpa dikorupsi. Kota Shanghai sendiri mempunyai 6 universitas dan perguruan tinggi kaliber internasional.

Seperti kota-kota besar di dunia pada umumnya, udara di Shanghai hampir selalu dilanda smog, dihari minggu waktu kami mendarat pun masih terlihat sisa-sisa udara yang berkabut.

Pemerintah berusaha menindak polusi ini benar dengan a.l. melarang mobil yang tua dan berasap kotor untuk memasuki kota ini. Mobil-mobil yang baru sudah dilengkapi dengan katalisator untuk menyaring CO2, sistim ini sudah lama diterapkan di Eropa barat, AS dan Canada.

Kami sempat dikelilingkan sebanyak mungkin di kota Shanghai. Karena hari itu hari minggu, maka lalu lintas tidak macet seperti hari kerja, meski cukup padat.

Pudong adalah satu model kota baru yang dibangun dan berada di seberang kota Shanghai yang lama, dikenal sebagai bund, di mana sampai perang dunia ke II, merupakan daerah “Eropa”, karena banyak kantor-kantor perusahan Jerman, Itali, Inggris, Belanda, Perancis, Amerika Serikat, yang memonopoli daerah itu. Satu kekaguman kami yaitu, meskipun saat revolusi tahun 1966 dan masa anti kapitalis barat, semua gedung-gedung peninggalan dari masa kolonialisme barat betul-betul direnovasi, dirawat karena ini adalah peninggalan kolonial yang bersejarah.

Pemandangan antara kebudayaan barat dan timur begitu kontras sekali dan membuat kota Shanghai sangat unik. Setiap malam minggu, European quarter penuh dengan turis-turis dan expat dari negara-negara barat pergi ke cafe, pubs, restoran kegemaran mereka, sedang penduduk kota ini mempunyai tempat kesukaan tersendiri di pusat kota sekitar Nanjing Road. Kebersihan juga dipelihara betul-betul, termasuk selokan-selokan, bahkan sunga-sungai kecil di kota ini dirawat dan sekaligus dimanfaatkan untuk transpor barang lewat air dengan perahu.

Sering saya bayangkan kalau di Indonesia, justru tempat-tempat seperti ini malah dipakai sebagai tempat pembuangan sampah, atau jadi WC sehingga menyebabkan banjir. Kesadaran rakyat di sini cukup tinggi, sebagian karena kekerasan tindakan hukum yang diambil oleh otoritas.

Korupsi ditindak betul-betul oleh hukum dan semua kekayaan koruptor disita,  sehingga mereka terpaksa harus bekerja di ladang pertanian, di pabrik karena pemerintah tidak memberikan alternatip lain: “Take it or leave it”.  Tidak mau menerima kerjaan ini? Ya, tidak dapat makan. Para koruptor besar sudah banyak yang dihukum mati dan semua kekayaan mereka masuk kas negara.  Satu contoh yang dapat diambil oleh negara-negara berkembang lainnya.

Menurut cerita guide kami, sebelum adanya Expo Shanghai 2010, kebiasaan orang-orang tua dan yang sudah pensiun di Shanghai jika pagi sering duduk-duduk dibangku di sekitar Bund dan taman-taman lainnya dengan mengenakan piyama. Pemerintah kota Shanghai kemudian menindak hal ini dengan mengeluarkan peraturan larangan, karena dinilai kurang sopan untuk orang-orang asing. Sesudah adanya Expo ini kemudian hal demikian tidak lagi terlihat karena penduduk sendiri juga menyadari hal ini.

Gedung yang tertinggi di Shanghai saat ini adalah SWFC, Shanghai World Financial Center dgn ketinggian 492 m, terdiri dari 101 tingkat, sekitar 45 meter lebih tinggi dari Petronas Twin Tower di Kuala Lumpur, gedung tertinggi di asia tenggara. Pada waktu selesai dibangun, SWFC menduduki ranking ke 3 gedung tertinggi di dunia, sesudah Burj Khalifa di Dubai, Tokyo Skytree, tetapi tahun 2016 akan didesak menduduki tempat ke 9 setelah Burj Khalifa, Tokyo Skytree, Pingan International Finance Centre Shenzhen 648 m selesai th 2015, Shanghai Tower 632 m 2014, Wuhan Greenland Financial Center 606 m  tahun 2016, Goldin Finance Tianjin 597 m tahun 2015, Chow Tai Fook Centre, Guangzhou 530 m tahun 2016,  China Zun Beijing 510 m tahun 2016.

Banyak tempat-tempat  bersejarah dan penting yang telah kami kunjungi dalam sehari penuh, berkat jasa mahasiswa yang menjadi guide kami. Untuk mendalami kota ini dan kehidupan di malam hari, harus setidaknya satu minggu tinggal di sini. Kami berharap di kesempatan lain dapat berkunjung kembali ke Shanghai. Saya sendiri lebih menyukai kota ini daripada Beijing.

Telah banyak sekali negara-negara di dunia  ini yang pernah saya kunjungi, dan harus saya akui bahwa sampai sekarang ini hanya tiga negara di mana saya betul-betul merasa sangat aman, karena kriminalitasnya yang sangat minimal, tidak takut ditodong, dicopet atau dirampok: Jepang Singapura, dan China.

Sebenarnya kami masih ingin mencoba naik monorail Maglev yang menghubungkan bandara Shanghai Pudong dengan stasiun di Lyongyang road, jarak sekitar 32 km ditempuh dalam 7 menit 20 detik dengan kecapatan sekitar 428 km per jamnya.

Kereta monorail magnet ini made by Siemens dan Thyssen Krupps, Germany, produsen lokomotip diesel yang juga dipakai di Indonesia. Jarak Jakarta – Surabaya yg sekitar 900 km di China dapat ditempuh dalam waktu 3 jam ….. dan di Indonesia ditempuh 15 jam.

Ah……Sabar …subur… biar lambat asal selamat….

Sayang sekali sudah tiba waktunya untuk kami harus berpisah dengan guide kami karena harus kembali kepelabuhan untuk makan malam dan kapal akan meninggalkan Shanghai untuk menuju ke Nagasaki, Jepang. Setelah itu kami akan berlayar ke Busan di Korea Selatan dan ketujuan terakhir adalah Tianjin, pelabuhan dari Bejing meski masih sekitar 1,5  jam perjalanannya (jika tidak macet).

Mungkin di kesempatan lain kami masih ingin mengunjungi kota Shanghai dan Guangzhou.

Keesokan harinya kami akan berada di samudra lagi selama 36 jam sebelum kami tiba di Nagasaki.

DILANJUTKAN  JILID  V –  Menuju  ke  Nagasaki  –  Busan – Tianjin, Bejing

 

41 Comments to "Asian Cruise Diamond Princess (4)"

  1. mpekDuL  24 September, 2012 at 03:08

    Lani Says: September 24th, 2012 at 02:21
    MPEK BRUCE: bagaimanapun laki2 kan lbh berotot, lbh kuat…….jd aku serahkan saja pada kaum laki2 buat urusan nggendong, manggul bekpek kkkkkkkkk

    Bond, my name is Bond !

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.