[Serial Negara Kapitalis] Hari Ini Aku Jadi Bakul Nanas Kupas

Dian Nugraheni

 

Amerika.., tak ada yang sulapan di sini..semua serba diperhitungkan, serba dihitung. Jadi, ikuti saja aturan main yang ada, maka kita akan hidup aman tenteram dan layak. Siapa pun anda, bahkan jika anda hanyalah pegawai tukang kosek WC..jangan berkecil hati…

Aku pun demikian, kerja di GE Swalayan cabang Mc Lean, Fairfax County, tak perlu rendah diri…Masing-masing orang harus bangga dengan pekerjaannya. Setiap pribadi seharusnya have fun, merasa senang dalam melakukan kegiatannya.

Sebagai catatan, bahwa GE cabang Mc Lean adalah GE yang paling “unik” dibandingkan dengan GE cabang-cabang lainnya. Ya, karena letaknya yang berada di kawasan elit, dan sebagian besar penduduknya adalah kaum Lansia, maka GE memberikan pelayanan lebih pada customer, bahkan tuntas, dari turun mobil, masuk toko, hingga diantar sampai ke mobil mereka lagi di parkiran. Pokoknya komplit!

Tak ada istilah, imigran cuma dapat kerja kasar di Amerika. Teman-temanku di GE Swalayan, Mr.Hunter, bule, adalah tukang ngepel, bersih-bersih, alias Cleaning Service. Manika, orang India, dia supervisor di frontline GE.

Lebih “ngeri” lagi, manajer di sini kerjaannya bukan duduk dan rapat, tapi tiap hari turun ke lantai toko. Rik, Sang Top Manager malah meneliti sendiri barang-barang yang layak buang karena sedikit cacat atau kemasannya rusak. Dia akan ngider ke setiap rak barang-barang dagangan..Tiap hari..!

Masing-masing Departemen Manager (tiap hari), sepanjang jam kerja juga ada di pos masing-masing. Di Meat Departemen, Hans, dengan baju sangat bersih dan rapih, mengangkat bongkah-bongkah daging ke lemari pajang daging, bukan cuma anak buahnya…

Jean, sama, dengan pakaian rapih klimis, sepatu mengkilap, juga nggotong-nggotong Kepiting, dibawa ke etalase Sea Food…juga bukan cuma anak buahnya…

Sally, gadis cantik yang selalu memakai setelan jas abu, bersepatu hak tinggi, mendorong-dorong sendiri lemari-lemari, kursi-kursi, dan pot-pot ke tempat yang sudah dirancangnya. Tugasnya adalah penyegaran interior setiap saat, mengatur tata ruang toko agar nampak selalu fresh, dan tidak membosankan.

Aku pun demikian, hari ini giliranku jadi bakul nanas kupas. Ini gara-gara Giovanni, yang in charge di bagian Nanas Kupas, ternyata masuk jam 3, sedangkan program Nanas Kupas sudah mulai sejak jam 7 pagi.

Menggunakan mesin sederhana, potong ujung dan pantat buah nanas, letakkan pada mesin pengupas, dan tekan tongkat yang membuat “pisau” mesin itu turun membabat kulit nanas.., dalam waktu beberapa detik, nanas sudah jadi telanjang bulat.

Nggak berat, sederhana..Bule-bule, yang kebanyakan adalah kaum Nenek-nenek dan Kakek-kakek itu, sudah cukup surprise menyaksikan tumpukan nanas yang dikirim dari Costarica, ya, karena buah nanas adalah buah dari negara tropis,di Amerika termasuk buah impor, nggak setiap saat ada, masih ditambah heran banget, ternyata ngupas nanas cuma perlu beberapa detik. Kata mereka, “Aku suka nanas, tapi nggak bisa ngupas..nahh, kalau kayak gini, tiap hari aku akan beli nanas..” Ada juga suara-suara memekik pelan, “wow.., fantastis..!” … he2…

Lihat ekspresi mereka ketika aku tawarkan mencicipi nanas kupas yang sudah aku potong-potong..”Ohh, feels like something from heaven…” hixixixi, makan sepotong nanas serasa makan buah yang jatuh dari surga, katanya… Ya, sangat ekspresif, sangat apresiatif mereka.. Aku senang melihat mereka ngeriung, mengerumuniku hingga berdesak-desakan.., Manajer juga nggak nyangka, standku akan selaris itu.

Dan yang paling heboh..ha2..lha ini, masa bule-bule itu nggak mau pilih nanas sendiri. Sebenarnya kan tugasku cuma ngupas, tapi karena mereka berpikir, aku kan yang jaga stand, pasti tau dong seperti apa nanas yang bagus…Alamak..seumur-umur beta di Indonesia juga belum pernah jualan nanas, sekarang mereka merengek-rengek , “you’re pineaple expert, sweety..please pick one for me..I trust you..” halahhhhh…ha-ha-ha..

Jadi, mau nggak mau, kemudian aku “bergaya”, berlagak seolah Pineaple Expert, memilihkan satu demi satu buat mereka, dengan sangat meyakinkan, lalu mengupasnya, dan membungkusnya dengan plastik…

Huahhh..he-he-he.., senang melihat mereka takjub bagaimana ngupas nanas, senang melihat mereka tertawa, tersenyum puas ketika membawa, menimang-nimang nanas yang mereka beli…

Besok, entah apa lagi tugas dadakanku, aku sangat berharap dilempar di counter bunga potong, jadi bisa sambil menikmati keindahan dan keharumannya, hmm..hmmm…

Salam Nanas Kupas …

Carlin Spring

Arlington, Virginia

 

Dian Nugraheni,

Jumat, tanggal 21 Mei 2010, jam 8.07 malam…

(why…me, sad..still..?)

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

21 Comments to "[Serial Negara Kapitalis] Hari Ini Aku Jadi Bakul Nanas Kupas"

  1. AH  8 October, 2012 at 21:30

    yen nanase langsung dibrakoti wae piye?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *