Dara

EA. Inakawa – Kinshasa, Africa

 

Perempuan berkulit putih di bibir senja
Rupamu membuat aku tergila-gila
Menatapmu tepat di atas bibir
Ketika terpana tak mampu berucap
Kala itu kita duduk di “resto desa”
Rupamu begitu dekat……dalam binar

Perempuan berkulit putih di bibir senja
Mengingatmu ada selaksa ingat di sepanjang jalan desa
Di bawah remang obor langit bulan sempurna lima belas
Kita pernah saling menangkap isyarat
Ketika terlanjur merajut kasih dalam gerimis
Ada jejak tertinggal di sana
Ketika kemudian kau tinggalkan aku menuju “Tanah Batak”
Yang tersisa hanya senyum tipismu
Hanya itu yang sempat kuselipkan di sela urat nadi agar tetap berdetak

Andaikan waktu bisa kembali ke sana
Ingin aku bercengkerama kembali di sudut jalan
Di antara lorong Mistar di simpang Bandung
Menebar nafas dan pesona…..berbincang cinta
Hingga wujut nyatamu di depan mata, dalam jarak pandangku
Dan menghirup wangi rambutmu
Seperti dulu………

Perempuan berkulit putih di bibir senja
Ingin aku tertidur dalam pangkuanmu……di bibir senja yang sama.

 

 

Salam Setepak Sirih Sejuta Pesan : EA.Inakawa – Kinshasa

 

Note : Dipersembahkan sesuai pesanan seorang sohib…

 

22 Comments to "Dara"

  1. EA.Inakawa  17 September, 2012 at 20:25

    mbak DA ” berarti Brazil selisih 8 jam lebih maju dari kinshasa yaaa…… thx mbak sudah info tentang perbedaan waktu diantara kita, sssttt hanya buat kita berdua saja….. salam sejuk

  2. J C  17 September, 2012 at 12:11

    EA. Inakawa…ah, ini episode jauuuhhh sebelum Patricia ya? (janganlah disamarkan “pesanan puisi seorang teman”

  3. Bagong Julianto  17 September, 2012 at 12:04

    Sorry….

    Sesejuk Pangururan…..

  4. Bagong Julianto  17 September, 2012 at 12:03

    Aha…..

    Kenangan (gagal) marboru batak….
    Ramai dan seru itu!
    Konon boru batak rela nggak beli lipensetik, yang penting bisa bayar SPP dan kontrakan anaknya….

    Salam sejuk sesejuk Pangunguran…

  5. Dewi Aichi  17 September, 2012 at 07:39

    Ohh..Pak EA, jadi kalau di Jakarta hari minggu jam 12 siang, di Kinshasa jam 6 sore, di Brasil jam 2 dinihari…

  6. EA.Inakawa  17 September, 2012 at 03:16

    @ Kang anoew : Beres kang ! ntar ogut buatin……..salam sejuk

  7. anoew  16 September, 2012 at 20:48

    Kang Ina, aku pesen satu puisi romantis tentang Dingklik Patah yo. Latar belakang cerita, seseorang bertubuh tinggi besar memaksa menggunakan dingklik untuk “suatu kegiatan” dan, patah jadi dua. Terjadilah tragedi dingklik.

  8. EA.Inakawa  16 September, 2012 at 05:45

    @ Ci Lani…..sejak kapan ada dusta diantara kita ehehehe iyalah ntar kalau mau pesan tinggal sebut aja historynya , caileeeeee……salam sejuk

  9. EA.Inakawa  16 September, 2012 at 05:41

    Mbak DA : Kinshasa & Brazil…..berapa jam yaa selisihnya eheheh kagak tau deh, tapi Kinshasa & Jakarta beda 6 jam, semisal di Jakarta jam 12 siang, di Kinshasa jam 6 sore…….gitu lhoooo, salam sejuk

  10. Lani  16 September, 2012 at 04:13

    EA :bener nih? bukannya kenangan sipentulis sendiri?????? kamu trima pesanan bikin artikel/puisi? nanti kapan2 aku jg mo pesan hehehe……..asal gratis lo ya

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.