Mangga Spesial Buat Presiden

Taufik Daryanto Jokolelono

 

Di negeri antah barantah hiduplah Bejo, orang desa yang amat lugu dan sederhana. Desa tempat tinggalnya amat tandus, sepanjang mata memandang hanya perbukitan batu yang tampak. Pekerjaan sehari-hari Bejo adalah sebagai buruh pemecah batu untuk diangkut ke kota.

Suatu hari, ketika sedang memecah batu, Bejo menemukan sesuatu. Besarnya setengah telapak tangan, bentuk oval agak bengkok, sedikit berbulu pada kulitnya, Bejo sama sekali tak tau apakah yang baru saja dia temukan. Dia membawanya pulang, lalu menanyakan perihal sesuatu yang baru saja ditemukannya itu kepada teman-temannya. Kata mereka itu adalah biji mangga, bisa tumbuh kalau ditanam di dalam tanah lalu disirami dengan teratur. Bejopun menanam biji mangga itu di depan rumah, menyiraminya secara teratur dengan air bekas mandinya yang sengaja ditampung, maklumlah di daerah itu air amat sulit didapat.

Pohon mangga tumbuh subur dan menjadi tanaman satu-satunya yang tampak hijau di situ. Empat tahun telah berlalu, kini pohon mangga itu telah besar dan berbuah, ketika ada yang telah matang satu Bejo memetiknya dan memakannya, menurutnya buah itu rasanya sangat nikmat sekali, manis luar biasa, harum dan segar. Padahal sebenarnya buah mangga yang tak begitu besar itu biasa saja malah cenderung agak kecut. Tapi menurut Bejo itu adalah buah yang paling nikmat dan segar yang pernah dia makan, karena memang dia tak pernah makan buah selain buah mangga itu.

Karena merasa nikmat yang luar biasa itu, Bejo berniat mempersembahkan buah mangganya kepada Sang Presiden, dia yakin Presiden akan terpikat dan senang dengan kenikmatan buah mangga itu, dan tentu dia akan mendapat hadiah yang menyenangkan jika Sang Presiden berkenan atas pemberiannya. Berangkatlah Bejo ke Ibukota membawa sekeranjang mangga kebanggaannya berniat hendak menemui sang presiden dan mempersembahkan mangganya. Singkat cerita Bejo sampai juga di istana Negara dan memberikan Mangga pada Sang Presiden, sang Presiden pun mencicipi mangga itu, dia tersenyum sedikit nyengir… (menahan kecut). Namun dia adalah presiden yang bijak, dia mengucapkan terima kasih kepada Bejo dan memberikan hadiah uang banyak kepada Bejo, Presiden meminta agar Bejo diantarkan pulang dan jangan sampai melewati kebun buah-buahan yang besar sekali di samping istana, juga jangan sampai melewati pasar buah dengan dagangan yang melimpah ruah.

Tak cukup sampai di situ jalan ke Desa Bejo yang terpencil kini dibangun jalan yang bagus. Desa itupun semakin maju, setelah batu-batu habis diangkut ke kota ternyata di bawahnya tersimpan tanah yang luar biasa subur dan amat cocok untuk kebun mangga. Bejo kini menjadi salah satu petani kebun mangga yang berhasil di desa itu.

 

Note Redaksi:

Selamat datang dan selamat bergabung, Taufik Daryanto Jokolelono! Make yourself at home. Terima kasih Dewi Aichi yang sudah mengenalkan satu penulis lagi ke Baltyra.

 

12 Comments to "Mangga Spesial Buat Presiden"

  1. Dewi Aichi  17 September, 2012 at 10:27

    Di sini kita saling belajar satu sama lain mas Taufik, pokoknya santai dan nyaman.

    Belajar bisa sama Lani, tinggal di Hawaii, Pak DJ di Jerman , jangan belajar sama Anoew ya…orangnya suka mbelok mbelok, he he

  2. Taufik Daryanto Jokolelono  17 September, 2012 at 09:32

    for all……. terima kasih atas apresiasinya atas tulisan ini, salam kenal, mohon bimbingan dan arahannya………

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.