Senyum Indah Mentari Pagi

Edysatria Tarigan Girsang

 

Aku melangkahkan kaki seorang diri, menapaki waktu melewati buaian pagi.

Kulihat pintu dan jendela rumah-rumah mulai terbuka, berragam raut wajah menghiasi penghuni isi rumah.

Belum lagi canda tawa adik-adik kecil bercampur dengan rengekkan rekannya di sebelah rumah meminta susu, hmm terasa harmoni pagi semakin indah.

Tak terasa kakiku semakin jauh melangkah peluh pun perlahan mulai membasahi tubuh. Padahal Cahaya mentari masih terasa hangat, tak sadar mataku menatapnya, ia tampak malu-malu pagi ini, tapi sinarnya genit meraba tubuhku.

Aku tersenyum panjang mengiringi pantulan senyum sinarnya.

Sangat menggodaku.

Tiba-tiba seorang gadis kecil menyapaku, “selamat pagi, mau kemana kak?”

Akhh aku terkaget dan dengan cepat ku melirik kebawah, hmmm gadis kecil tersenyum indah, lepas. Wajah polosnya memancarkan ketulusan pagi.

Tanpa sadar aku berjongkok dan memegang pundaknya, “selamat pagi adik cantik, kakak mau mengikuti kemana arah senyum mentari pagi menghilang”. Sambil jari telunjukku menunjuk pada Mentari pagi.

Ia pun menoleh mengikuti arah jariku. “Akhh indaaaah sekali kak.” Tanpa sadar ia berucap.

Dan ku benarkan, walau hanya dalam hati kujawab.

Ku goyang pundaknya dan kembali ia menanapku,

“Tahukah kamu, hai adik kecil senyummupun tak kalah manis dan indahnya.”

“Oh ya kak?”

“Jika kamu tak percaya, cepatlah kamu pulang dan segerahlah kamu bercermin, di sana kamu kan melihat indahnya senyum mentari itu di wajahmu. Tapi ingat kamu juga harus berbagi senyum itu pada orang lain, agar mereka juga merasakan keindahannya”.

Sepontan gadis kecil itu berbalik badan dan berlari, sayup-sayup ku dengar ia berteriak, “Sampai nantiii kakkk!!!”.

Aku pun melanjutkan langkahku dan melambaikan tangan, tak lupa ku lemparkan senyumku pada mentari pagi yang telah berbagi keindahannya.

 

Salam Pagi Indonesia
ET, Jakarta-021011

 

9 Comments to "Senyum Indah Mentari Pagi"

  1. Bagong Julianto  17 September, 2012 at 12:21

    Senyum indah di pagi hari, jadi semangat sepanjang hari…..

    Mas Hand,
    Sibero juga Tarigan…..

    Meliala, Pandia, Pelawi….itu juga Sembiring…

  2. Dewi Aichi  16 September, 2012 at 20:21

    Halahhh…Anoew…..saya mewakili adik kecil,

    “cepetan sana pergi!” he he he

  3. Dewi Aichi  16 September, 2012 at 20:20

    Amin,

    Terima kasih juga atas senyum mu hari ini, bikin suasana cerah…mungkin memang karena mentari pagi ini, menyorot ke dalam ruang dimana saat ini aku baca tulisan mas Edysatria, cerah sekali, memberi semangat untuk memulai beraktivitas di Minggu pagi

  4. anoew  16 September, 2012 at 20:19

    Sampai nanti juga adik kecil..

  5. Edysatria Tarigan Girsang  16 September, 2012 at 20:09

    Terimakasih sobat semua…
    Salam senyum indah mentari pagi…

    Pak Handoko, saya Tarigan bebere Ginting. Ya orang karo leluhur saya.
    Salam pak.

    Terimakasih juga buat mba Dewinya. Semoga bahagia menyertaimu pula.

  6. Dj.  16 September, 2012 at 13:55

    Handoko Widagdo Says:
    September 16th, 2012 at 11:08

    Ah bingung aku. Tarigan atau Ginting? Atau Tarigan Karo Ginting?
    —————————–

    Mas Handoko…
    Selamat Pagi dari Mainz…

    EMANG BUNG TARIGAN ORANG KARO…???

  7. Dj.  16 September, 2012 at 13:53

    Selamat Pagi bung Tarigan…
    Terimakasih untuk senyum matahari yang membawa semangat dihari yang baru.
    Sayang di Mainz, walau sudah jam 9:00 tapi belum muncul mataharinya.
    Salam,

  8. Handoko Widagdo  16 September, 2012 at 11:08

    Ah bingung aku. Tarigan atau Ginting? Atau Tarigan Karo Ginting?

  9. James  16 September, 2012 at 10:45

    SATOE…bunga Matahari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.