Matahari yang Hilang

Dwi Klik Santosa

 

— Saya bacakan renungan saya dalam Refleksi Kebudayaan “Memahami Kalatidha” di Museum Layang-layang Indonesia, 1 September 2012, jam 23.3o WIB di depan 150 sahabat aktivis seni, sastra dan kebudayaan —

MATAHARI YANG HILANG

Negara yang luas dan indah
Tanah dan air yang kaya
Lahan dan nafas bagi hidup
Tampak sunyi dan sepi sebagai pengharapan

Di ruang-ruangnya yang megah
ada nyanyi yang tertawa-tertawa
Di ruang-ruangnya yang besar
ada jerit tangis terlunta-lunta
Inikah suara-suara keadilan
Inikah gema agung peradaban

Tata hukum telah jadi rimba
Belantara bagi pelunasan hasrat belaka
Pun para cerdik pandai apa kurang
Terbawa arusnya, tergenang dalam suka
Masyuk dalam keasyikan
Meningkatkan kaya atas nama pribadi, apa bedanya
Apa bedanya

Kusaksikan dengan mata basah
Matahari yang hilang dari pandangan

Kurenungkan dengan hati yang luka
Matahari yang hilang dari pandangan

 

5 Comments to "Matahari yang Hilang"

  1. Bagong Julianto  25 September, 2012 at 13:05

    Bagaimana pula dulu Hutauruk Sisters nyanyi Matahari….
    Juga Arie Lasso?

    Juga Night Ranger….
    As the sun hides his head for another night rest and the wind sings his same old song
    And you on the edge ..
    .

  2. J C  24 September, 2012 at 09:54

    Akur dengan komen no. 3…

  3. Anoew  22 September, 2012 at 22:59

    semoga segera terbit matahari baru di tahun 2014 yang membawa pencerahan dan kecerahan di negeri itu

  4. Dj.  22 September, 2012 at 22:57

    Uuuuiiiih…
    Indahnya photo mataharinya.
    Terimakasih… dan salam,

  5. James  22 September, 2012 at 17:54

    SATOE Matahari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.