Mudik 2012 (7): Ubud, Padalang dan Kuta

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

BALTYRAER YANG BERBAHAGIA…..

Melanjutkan oret-oretan mudik 2012, maka hari ini tgl. 26 Juli. Kami mempunyai rencana yang indah, yaitu mengingat saran dari saudara kita Lembayung. Maka sekalian ke Ubud, kami mampir ke ……

Nah, sebelumnya, jelas kami harus bangun pagi dan menikmati udara pantai yang indah serta menanti pemandangan matahari terbit.

Dj. salut, di pagi itu sudah ada nelayan yang keluar “mungkin” untuk menangkap ikan…???

Benar memang, matahari terbit, sudah sering kita lihat, tapi apa yang bisa kita dapatkan dari munculnya matahari….??? Jelas cahayanya yang menerangi bumi pertiwi. Di saat itu, Dj. melihat seekor burung terkukur yang ada di atas tangkai dahan pohon kelapa, yang juga menyambut keindahan pagi hari dan bermandikan hangatnya sinar matahari.

Melihat ke arah yang lain, Dj. melihat buah-buah kelapa muda yang masih tergantung di pohon dengan indahnya.

Dj. melihat bagaimana bersihnya pasir di pantai yang sudah dikerjakan oleh pegawai-pegawai Hotel yang sangat rajin. Benar-benar pemandangan yang sangat indah dan jelas udara yang segar untuk dihirup.

Betapa indahnya pagi hari di pantai boleh menikmati keindahan ciptaan TUHAN kita. Semuanya untuk kita nikmati bersama. Setelah puas jalan-jalan di pantai di pagi hari, kami kembali ke kamar, istirahat sebentar, mandi dan ke ruang sarapan… karena perutpun sudah minta bagiannya. Sarapan yang sangat sederhanya, hanya satu Croisant dan Omelette.

Dan akhirnya, jam 10:00 pagi, kami dengan mobil sewaan menuju arah utara….

Puji TUHAN….!!! Kami sampai di tempat tujuan, setelah perjalanan yang cukup semrawut di Ubud….

Kami sampai di warung Naughty Nuri´s yang di Ubud dan bukan yang di Batu Belik/Kerobokan. Dimana Lembayung berdua makan di sana. Walau jalan raya di Ubud sangat padat, semrawut (kacau) dan hanya bisa stop and go…..

Nah inilah BBQ yang Lembayung sarankan dan kamipun menikmatinya. Kami boleh bersyukur, saat kami datang, pas ada tamu yang sudah selesai makan. Jadi kami bisa menduduki meja yang sudah kosong dan setalah kami, banyak tamu datang yang harus menunggu.

Hhhhhmmmmm…..!!!

Enaaak…??? Bagi kami, jujur, biasa saja. Mengingat kami datang dari kampoeng yang terkenal dengan BBQ nya, di seluruh Jerman. Karena sudah lapar, maka terasa enak juga… hahahahahaha…!!! Tapi kalau kami boleh bilang, kurang nendang, karena si daging mereka rebus terlebih dahulu dan kemudian dipanggang dengan menggunakan gas pula, nah ya…. Seandainya daging direndam dalam bumbu dan dipanggang dengan arang kayu, maka Dj. yakin akan lebih mak nyuuus…!!! Namun demikian, kami sangat bersyukur, boleh menikmatinya, jadi tidak penasaran lagi. TERIMAKASIH LEMBAYUNG….!!!

Okay….Kemudian kami melanjutkan perjalanan kami ke Padanglanglang, untuk melihat sawah yang tersusun rapi dan indah. Silahkan menikmati dan manilainya sendiri….Juga untuk Silvia yang senang melihat persawahan. Dj. melihat ini dengan pikiran kembali ke masa kanak-kanak, dimana setelah pulang sekolah, hanya main di Kali dan sawah….

Di bawah ini, tadinya Dj. berpikir, apa yang akan bapak ini bikin….??? Kok seperti sedang main kuda-kudaan….Ternyata dia akan membuat semacam jembatan kecil, atau mungkin untuk slorotan…??? Entahlah, yang jelas cukup jauh dari Dj., ini Dj. ambil dengan tele zoom 300mm.

Bapak ini sangat lucu, saat dia tau Dj. jepret, maka dia bilang…. Sebentar, saya ambil pikulan dulu…Ini benar-benar teman sejawat Dj. Dia ngarit di Padanglanglang dan Dj. ngarit di Mainz…..Dan saat Dj. kasi uang, dia malah bingung dan beberapa kali bilang terimakasih.

Lain dengan ibu ini, belum Dj. jepret, dia sudah kasi isarat dengan tangannya, minta uang… hahahahahaha….!!!! Tapi Dj. benar-benar salut, karena mereka harus bekerja keras di tengah teriknya matahari. Bukan pekerjaan yang ringan, tapi mereka benar-benar tabah menjalankannya. Tidak hanya üekerjaan yang kotor, tapi sungguh berat. Anda lihat tanaman padi yang masih muda di besek besar, Dj. perkirakan diatas 20 Kg. (kan basah). Disunggi di atas kepala, benar-benar memerlukan kesabaran yang sangat besar, belum nanti harus menanam satu persatu dengan membungkukan badan…. mana tahan…??? Belum panasnya matahari… SALUUUT…!!

Kerajinan tangan dari kayu yang sangat indah dan murah sekali, hanya minta Rp.150.000,- (yang besar). Kalau di Mainz kemungkinan bisa sampai € 100,- atau bahkan lebih. Dan yang kecil, hanya Rp. 30.000,- (tidak sampai € 3,-).

Di tempat kami jepret sawah, sulit untuk mendapatkan tempat parkir. Dj. pikir sedikit heran, karena dulu, mungkin hanya sedikit yang mau memperhatikan sawah-sawah tersebut. Sekarang…. hanya untuk ambil photo, sudah harus sabar, untuk cari parkir dan dimana-mana orang berjualan macam-macam…

Setelah puas dengan menjepret sawah, maka kami melanjutkan perjalanan pulang, lewat pasar seni di Sukowati yang membawa kenangan 12 tahun yang lalu bersama mertua. Walau sekarang juga sudah berantakan dan tidak serapi dulu lagi.

Setelah membeli lukisan murah di pasar Sukowati, maka kami menuju ke pantai Kuta. Juga satu kenangan untuk kami berdua, dimana kami 2008 menginap di hotel di belakang monument Boom Bali ini dan bahkan merayakan ganti tahun di depan monument ini….Sayang sudah tidak bisa (tidak boleh) naik keatas lagi untuk melihat nama-nama korban. Dan yang sangat disayangkan, ini monument, seperti tidak terawat lagi, walau sekarang lebih banya tanaman di sekelilingnya.

Jalan Legian yang selalu ramai dengan banyak toko-toko…

Menikmati pantai Kuta dengan deburan ombak yang cukup keras…Sambil menanti terbenamnya matahari, kami beli pisang goreng…. hhhhmmmmm…!!! Ingat saudara Dj. yang di negara Kiwi (Chech Gentong lagi.) hahahahaha…!!!

Satu pemandangan yang sangat indah bukan…??? Banyak orang yang bermain di pantai…

Setelah puas di pantai Kuta, kami ke pusat oleh-oleh “Krisna”, maaf keasyikan, jadi lupa ambil photo. Mangingat perut sudah lapar, maka kami ke Restaurant yang terkenal dengan bebeknya (kata pak sopir). Kami pesan bebek Peking, kulitnya digulung didepan kami, jadi bisa lihat langsung. Seperti di Bandung juga demikian, tapi di oret-oretan lain lagi.

Dengan Cha Kangkung yang cukup pedas…

Daging bebeknya dimasak dengan lada hitam dan kami juga pesan …..

Iga panggang.

Kami sampai di Hotel sudah jam 22:00 lebih dikit. Padahal mobil sewaaan kami dari jam 8:00 s/d Jam 20:00, jadi kelebihan 2 jam. Tapi pak sopir cukup bijak, dia bilang, kan saat jemput, juga tidak seharian penuh.

Baiklah, banyak sudah yang Dj. tayangkan di atas, mohon maaf bila banyak kata-kta yang tidak berkenan. Untuk yang akan datang, Dj. akan ceritakan pertemuan dengan mbak Kornelya beserta suami dan putrinya yang cantik. Saat sarapan bersama, sungguh saat yang sangat menyenangkan. Dari Mainz dan dari New york, bertemu di satu hotel di Bali, mana mungkin…??? Hanya ada di BalTyRa…!!!

Nothing is imposible to The Lord and to the people who believe in Him….!!!

Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kita semuanya.

Dj. 813

 

Teman ngarit Dj. di Bali.

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

42 Comments to "Mudik 2012 (7): Ubud, Padalang dan Kuta"

  1. Dj.  28 September, 2012 at 11:13

    triyudani Says:
    September 28th, 2012 at 06:41

    naaach….akhirnya ketemu nih cerita yang saya tunggu, selalu menarik untuk diikuti. Sungguh gambar yg sangant indah.Liburan yang menawan ya Mas Dj, Jadi bangga punya negri yang seindah ini.
    ————————————————————-

    Mbak Tri….
    Matur Nuwunn mbak, sudah mampir….
    Benar memang, Indonesia sangat indah….
    Hanya saja, akan lebih indah, bila masyarakatnya bisa menjaga ( merawat ) keindahan yang sudah TUHAN
    berikan.
    Salam manis dari Mainz, untuk seluruh keluarga dirumah ya…

  2. Dj.  28 September, 2012 at 11:11

    Bagong Julianto Says:
    September 28th, 2012 at 06:00

    KangMas Dj…
    Ya, benar Mas. Melihat, mendokumentasikan, melihat dokumentasi dan mengalaminya itu suatu perasaan yang menyenangkan dan menyemangatkan. Saat kami ke Bali, efek ulah teroris masih terasa sekali. Saat itu sektor pariwisata begitu terpukul. Taksi jenis wagon, bahkan berlaku seperti becak, mau angkut jarak dekat dan banting harga. Masyarakat Bali juga relatif lebih siap menjamu wisatawan, minimal dibanding masyarakat Lombok. Padahal Lombok “juga punya Bali” sementara Bali hanya punya Bali saja. Itu satu idiom pariwisata di Lombok. Adik bungsu kami menikah dengan orang Mataram. Maka tiga kali kami ke Mataram, tiga kami pula kami ambil waktu berwisata di Bali. Sewa mobil dan bawa sendiri begitu mudahnya. Nggak usah takut mau blusukan ke manapun. Setiap nanya, dapat jawab yang memuaskan. Di Sumatera, nanya arah relatif sering dijawab arah sebaliknya…. Nanya utara, dikasih jawab ke selatan, atau balik ditanya…..

    ———————————————————————

    Mas Bagong….
    Matur Nuwun mas….
    Nah ya, memang sangat disayangkan, akan kejadian di Bali, dimana rakkyat yang hidup
    dengan damai, malah kena getahnya.
    Tapi ya sudah terjadi, kita hanya bisa berdoa, semoga hal yang demikian tidak terulang lagi.
    Kami juga sudah 4 kali ke P.Lombok. Yang pertama masih nginap di Hotel Granada di kota Mataram.
    Kkemudian selalu di Intan Laguna Hotel di Singgigi.
    Tapi selalu ke Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air.
    Pulau Lombok, bahkan kami banyak menjjelajah kepedalaman juga, sampai pantai Kuta di selatan yanag sangat puanas….

    Inilah indahnya Indonesia kita….

    Salam Sejahtera dari Mainz.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.