Menemukan Keunikan di Pusat Belanja (4 – selesai): Pasar Makanan Ala Jadoel dan Kolam Ala Fontana Trevi

Linda Cheang

 

Halo Para Sahabat Balytra,

Ada artikel bersambung, pasti akan ada akhirnya. Senangnya menulis sekaligus mengakhiri serial berbagi yang unik-unik ditemukan di pusat belanja alias mal.

Kisah yang akan saya bagikan ini dari pusat belanja yang berbeda dengan tempat belanja yang di tiga serial sebelumnya. Lokasinya termasuk di pusat kota Bandung dan konsepnya hiper blok alias hypersquare. Sejatinya pusat belanja di sini memang dibentuk berupa deretan rumah toko (ruko)  yang dibangun dalam beberapa blok, dan di salah satu bagian hiper blok ini, ditempatkan area khusus untuk makan dan panggung sempit untuk kegiatan seni pertunjukkan. Dinamakan Food Market alias pasar makanan, yang katanya di situ kita bisa temukan 1100 menu makanan, terutama beberapa merek makanan yang terkenal sekota Bandung. Apakah jumlah menunya tepat 1100 macam, entahlah, saya juga tak ingin menghitungnya, karena jika hal itu dilakukan, namanya kurang kerjaan, hahaha…

Memang, sih, jika mengajak teman, kerabat atau klien untuk mencari ragam makanan merek terkenal Kota Bandung, tidak harus jauh ke markasnya, tetapi bawa saja ke pasar makanan ini. Dengan konsekuensi, harga makanan di beberapa gerai bisa mencapai 2 – 3 kali lipat harga di markasnya plus kena Pajak Pertambahan Nilai 10%.

Di lokasi pasar makanan ini, sengaja dibangun  dengan gaya ala jadoel  ditandai dengan pernak pernik peralatan yang sejak dari masa lalu, seperti papan penanda merek dari anyaman bambu, cempor alias lampu minyak, blek krupuk, piring peralatan dapur dari seng. Dibangun pula kolam air mancur dengan sebuah patung bersiluet manusia yang memegang lingkaran. Beberapa informasi mengatakan pembuatan patung dengan lingkaran itu bertujuan untuk menarik pengunjung agar lebih lama habiskan waktu di pasar makanan itu, dan dengan sedikit kecerdikan memanfaatkan mitos, mencoba keberuntungan, melemparkan koin melalui lingkaran tsb, maka permintaan kita akan terkabulkan dan hidup kita akan penuh keberuntungan. Konsepnya memang diinspirasikan dari Fontana Trevi yang ada di Roma, Italia. Seorang kawan menyatakan, bagus ada seni patung sebagai produk budaya agar masyarakat bisa makin beradab, tetapi tentu saja kualitas seninya masih jauh dari kualitas Fontana Trevi. Ya, menurut saya, tak apa, lah. Sudah ada usaha dari pengelola, tetapi saya tak berniat untuk melempar koin ke sana….

Gambar memang saya ambil sengaja di pagi hari ketika air mancur belum dioperasikan supaya saya lebih leluasa jepret-jepret. Air mancur harapan dan keberuntungan ini banyak menarik pengunjung anak-anak untuk melemparkan koin. Tapi apakah benar pelempar si koinnya akan beruntung?

Saya melihat papan penanda yang tertulis pakai English saja, sudah  jadi berkerut keningnya. Sepertinya saya mesti kursus English lagi, ya? Bagaimana tanggapan para sahabat Baltyra sekalian?

Tak lupa di gambar terakhir, kalau saja Oom Dj saat ke Bandung jadi numpak Harley Davidson, maka tersedia tempat parkir yang khusus hanya untuk sepeda motor bermerek tsb. Bagaimana, Oom Dj, mau coba?

Pintu masuk Hypersquare

 

Lampu-lampu dalam sangkar burung panjang

 

Salah satu arah masuk Pasar Makanan

 

Deretan Kursi dan meja makan

 

Miniatur Kaleng Krupuk dan Lampu Minyak

 

Penanda Toilet dari Plat Nomor Kendaraan

 

Ruang Terbuka di tengah Pasar Makanan

 

Salah satu sudut Pasar Makanan

 

Deretan Meja dan Kursi Kayu

 

Salah satu kedai

 

Air Mancur Harapan dan Keberuntungan

 

Ada koin di situ!

 

Tempat Parkir Khusus hanya Harley Davidson yang boleh!

 

 

Selesai.

 

Salam,

Linda Cheang

September 2012

 

About Linda Cheang

Seorang perempuan biasa asal Bandung, suka menulis tentang tema apa saja, senang membaca, jalan-jalan, menjelajah dan makan-makan. Berlatar pendidikan sains, berminat pada fotografi, seni, budaya, sastra dan filsafat

My Facebook Arsip Artikel Website

22 Comments to "Menemukan Keunikan di Pusat Belanja (4 – selesai): Pasar Makanan Ala Jadoel dan Kolam Ala Fontana Trevi"

  1. Fidelis R. Situmorang  12 December, 2012 at 01:48

    Bandung euuuyyyy… Pengen main ke sana lagi ahhhh…

  2. Evi Irons  14 October, 2012 at 01:11

    Enak banget ya? Saya mau tuh kesana. Terima kasih atas info barunya.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.