Ramadhan di Bumi Zaire Bersama Team RECCE di Indo House Kinshasa

EA. Inakawa – Kinshasa, Africa

 

Di satu pagi…..sebulan yang yang lalu kami mendapat kabar antara pasti dan tidak atas kunjungan Team Recce TNI (Reconaisance)  ke Indo House Kinshasa.

Pada menjelang 2 hari H kepastian yang teramat pasti sudah kami dapatkan dari Senior National Milobs Letkol Adi Waskita bahwa team Recce bersedia berkunjung ke Indo House sekaligus memenuhi jamuan kami berbuka puasa bersama.

akhirnya Team Recce Satgas Heli TNI ini tiba di Ndjili pada tanggal 6 Agustus 2012 setelah melakukan trip sejak tanggal 28 Juli dari Entebe > Bunia – Beni – Dungu – Beni – Bunia – Entebe Uganda > Kinshasa.

Team Recce ini di bawah kordinasi Laksamana Pertama Budi Hardja Raden yang merupakan Penasihat Militer berkedudukan sebagai Perwakilan Tetap di New York.

Kedatangan ini lebih awal dalam persiapan mendampingi Wakil Menteri Pertahanan RI Bapak Syafri Syamsudin yang akan tiba di Dungu pada 16 Agustus mendatang.

Kunjungan beliau ke Kinshasa dalam Misi Pengiriman Satgas Heli TNI di Monusco sekaligus merayakan DIRGAHAYU RI 67 Tahun bersama Kontingen Garuda Indonesia di Dungu.

Bersama beliau ikut mendampingi :

  1. Kol CPM .Victor Hasudungan Simatupang – Atase Pertahanan RI untuk South Africa
  2. Kol Inf . Almuchalif Suryo – Dir Bin Ren Hop PMPP TNI
  3. Kol Pnb Hadi Tjahjanto – PABAN I RENSOPS TNI
  4. Mayor Cpn Made Puput Wikarna – Pus Penerbang TNI

Kunjungan ke Indo House pada tanggal 8 Agustus ini tentu saja merupakan sebuah kunjungan Motivasi di medan misi Monusco bagi para  Community Indonesia baik TNI maupun WNI civilian yang bekerja sebagai UNV Monusco dan pengusaha Indonesia lainnya.

Merupakan sebuah sejarah dalam 10 tahun terakhir ini Indo House dikunjungi seorang Pejabat tinggi yang berkedudukan di New York bersama teamnya. Setelah di sesaat tadi kami saling memperkenalkan diri, Pak Adi Waskita memperkenankan para tetamu untuk memulai makan malamnya.

Suasana makan malam bersama ini diwarnai dengan berbagai lelucon yang dimotori oleh Kol Hadi Tjahjanto, dan selalu bersambut gayung dengan lelucon khas Siantar Man ….. Kol Victor Hasudungan sang Atase Militer RI untuk South Africa (sosok seram ini ternyata senang bercanda juga).

Malam silaturahmi ini cukup sederhana dan sarat warna dalam kebersamaan dari semua community yang berbeda suku, mulai guyonan pemandangan  Si Hitam Legit So Beautiful di kolam renang (istilah Kol Victor untuk anak perawan Congolaise) dan harum semerbaknya ketiak Congolaise di dalam pesawat sampai pujian logistic buat mentor Zainul, serta kisah seorang perwira yang bocor halus…..kemudian berlabuh ke Philipina berkisah tentang lezatnya menikmati telur busuk BALOT yang diyakini Pak Victor tidak ada di Medan dan Siantar dalam skors 3 : 1 melalui opini.

Di sudut yang lain mbak Luna Berghuis dan Nurul Fitri Lubis begitu penuh percaya dirinya menikmati menu hidangan Ayam Topaz, entah kenapa malam ini Nurul dengan sengaja melupakan kamera Nikon nya, aku hanya ingin focus makan masakan Padang ini, jarang-jarang kudapat, kata Nurul dengan logat Medan nya.

Sementara para Mentor lain ber malu kucing menikmati masakan Patron yang begitu lezatnya menurut Laksamana Hadi Hardja Raden, takut pelanggaran kata beliau ehehehehe para mentor lebih memilih siap salah menahan lapar.

Di balik kisi pintu besi Pak Adi Waskita tetap melakukan “Siaga Satu” sesuai titah kata beliau, ring 1 harus disterilkan, sambil bercanda saya katakan jangan khawatir M23 (milisi) tidak akan sampai ke Indo House.

Menikmati suasana keakraban malam ini rasanya seperti sudah lama saling mengenal, bahkan hati ini bertanya apakah kami pernah bertemu sebelumnya, bagaimana sampai terdampar di DRC, bisa saling salam baik dan berjabat erat seperti layaknya saudara saudara yang sudah lama kenal, bagaimana mungkin bisa seakrab malam ini, barangkali inilah salah satu Hikmah Ramadhan.

Debut Safari memanjakan selera perut ini kami tutup dengan Hidangan Kue Black Forest yang khusus dimasak oleh Mbak Luna, Nurul enggan memotong takut kurang adil katanya, ternyata mbak Luna terlalu kecil membuat adonan dengan jumlah orangnya, mau tidak mau memotong kuenya harus benar benar sama rata dan sama sama menikmatinya.

Dijelang Temu dan Pisah tepat pukul 11 waktu Kinshasa…..berbagai adegan kami abadikan untuk photo bersama dengan Bapak-bapak delegasi Recce ini, tugas memotret ini bebannya Pak Marthen F.Tamunu dari UNV sang photographer .

Bapak Budi Hardja Raden berkesempatan memberikan arahan dan petunjuk agar semua Community WNI tetap ber komunikasi dan memelihara kebersamaan sebagaimana sudah terjalin baik selama ini.

Demikian juga dalam tugas bahwa KITA semua adalah tamu di Bumi Africa ini dan selayaknya KITA semua bersikap santun dan waspada sebagai Duta Bangsa Indonesia.

*Terima kasih kepada semua yang telah berkenan mempersiapkan makan malam dengan menu Padang teramat istimewa ini buat kami…

**Terima kasih kembali Pak Budi untuk semua kesabaran dan atas luang waktu serta keramahtamahan Bapak dan Delegasi Team Recce sudah berkenan mampir di Indo

House…..salam Garuda.

Haripun kemudian berganti

Pada di kesempatan hari yang lain kami juga melanjutkan Undangan Makan malam dengan pengusaha/bankir seorang konglomerat di DRC:

Mr.Mustaque Rawji bersama putranya Mr.Mustafa (orang Pakistan tetapi warga Negara British yang keduanya lahir dan besar di DRC)  Hadir dalam kesempatan ini Senior National MILOBS Letkol AU Adi Waskita – May AD Hartanto – May AL Dodi Hermanto dan EA.Inakawa.

Sarasehan acara ramah tamah ini membutuhkan waktu yang tidak mudah karena kesibukan semua pihak tetapi berkat izin Tuhan akhirnya terlaksana dengan baik.

Berbagai hal menjadi rangkaian cerita dalam pertemuan ini, Mr.Mustaque penggemar berat Nasi Goreng Kambing Indonesia dan rendang Padang…..sangat memuji keramah tamahan orang Indonesia di Jakarta dan Surabaya, beliau sering berkunjung ke Indonesia.

Mr.Mustafa merupakan best friend dari Andhika Nuraga Bakrie (AGA Bakrie) ketika mereka sama sama menimba ilmu di Bentley University Boston Amerika, ceriterapun mengalir tentang Aga Bakrie yang merupakan Chairman Of The Club sepakbola “Royal Cercle Sportif “ (RCS) club bola yang berada di peringkat 5 tahun lalu Divisi III Liga Belgia.

Di Congo club ini sangat terkenal mengingat DRC merupakan ex Koloni Belgium. Di mata Mr.Mustafa…..Aga Bakrie merupakan teman yang ramah, baik dan low profile, cerdas dan tidak terkesan sebagai anak konglomerat Indonesia bahkan tidak pernah menceriterakan latar belakang keluarganya, Mr.Mustafa baru mengetahui siapa mereka setelah berkesempatan berkunjung ke Jakarta seusai mereka berdua sama sama menyelesaikan pendidikannya.

Persahabatan mereka masih terus berlanjut hingga saat ini. Tentunya sebuah sifat yang terpuji dari seorang dinasti BAKRIE. Akhirnya……waktu jua yang menjadi wali di pertemuan malam ini.

Bulan yang bergenit mengingatkan esok masih harus bangun pagi untuk bersahum. Ada yang berbeda di sini, ketika keluarga di Indonesia sedang berbuka kami masih berpuasa dan di saat di Indonesia ssedang tertidur pulas kami sedang berbuka, ada perbedaan waktu 6 jam antara Kinshasa dan Jakarta.

Seandainya ada teman di Jakarta sms “Selamat Berbuka” maka waktu di Kinshasa masih jam 12 siang, saya jawab saja kami masih berpuasa…hehehehe…

Mengingat malam yang tak kenal kompromi untuk menunda semakin larut…..

Pertemuan ini akhirnya kami sudahi……..dengan perasaan yang senang luar biasa mengingat betapa Ramah dan Sederhananya seorang Mustaque yang cukup ternama di kawasan DRC, ramah tamah ini kami tutup dalam Doa untuk kesehatan dan sukses bersama.

Sebagai kenang kenangan Letkol Adi Waskita memberikan sebuah Pin Bendera Indonesia dengan latar belakang Burung Garuda yang diterima Mr.Mustaque dengan suka cita dan langsung disematkannya di dada kanannya.

Dan Mr. Mustaque menyerahkan  4 buah DVD tentang Petualangan di Congo River.

Demikianlah beberapa pengalaman kami di seputar mengisi waktu Ramadhan selama berada di Kinshasa.

Bagaimanapun Silaturahmi itu sangat penting dan merupakan doa keselamatan, rizki dan berkah umur serta kebaikan bagi orang  yang dengan tulus melakukannya.

 

Salam setepak sirih sejuta pesan : EA.Inakawa

 

15 Comments to "Ramadhan di Bumi Zaire Bersama Team RECCE di Indo House Kinshasa"

  1. Fidelis R. Situmorang  22 October, 2012 at 03:47

    Selalu suka tulisan tentang Zaire… Makasia Om Inakawa.

  2. HennieTriana Oberst  29 September, 2012 at 21:17

    Inakawa, dari tulisan dan foto-fotonya sudah terbayangkan asyiknya kebersamaan di sana. Ditambah ada yang bocor halus Rindu dengan istilah di Medan dulu.

  3. Kornelya  29 September, 2012 at 07:38

    Bangga melihat bendera bangsaku berkibar dinegara orang!! Aku cinta Indonesia. Salam.

  4. Sumonggo  29 September, 2012 at 05:48

    Kepak sayap Garuda di Congo
    Sukses menjaga kedamaian di bumi orang, semoga pengalaman bapak-bapak ini menjadi bekal kesuksesan untuk menjaga kedamaian di bumi sendiri.
    Terimakasih ceritanya Pak EA Inakawa.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.