Aku, adalah Sang Ibu

Dian Nugraheni

 

ketika kau masih menyatu dengan tubuh dan jiwaku,
itu adalah keajaiban, mutlak milikku sendiri…
ketika kau terlahir,
keajaibanmu kubagi dengan banyak orang di sekitarku..

kau…
adalah keindahan,
adalah harapan terbaik,
tumpuan kasih, cinta, sayang, dan ribuan kalimat doa…

kau..
adalah pelipur lara,
adalah penebus tertinggi saat hatiku luka, seluka apa pun
adalah penghibur terlucu yang membuatku terus tertawa
sambil menangis penuh syukur…

dan…
ketika dewasa…
benarkah kau bagaikan anak panah yang melesat dengan jiwanya sendiri..?
doaku, doa sang Ibu, yang terbawa bersama tiupan angin,
tak kah bisa menjadi pengingat ke mana dirimu seharusnya melangkah..?

 

(penggalan puisi, alias puisi yang belum selesai, bagi para Bunda, para Ibu, yang mulai “ditinggalkan” anak-anaknya…)

Dian Noe..
Selasa, 29 Juni 2010, jam 7.41 sore

 

7 Comments to "Aku, adalah Sang Ibu"

  1. triyudani  1 October, 2012 at 02:56

    Mbak Dian, aku jadi ikut terharu,menjadi ibu memang menyenangkan, tapi juga berat.Bisa dimaklumi jika para bapak banyak yang iri hahaha….

  2. J C  30 September, 2012 at 12:18

    Malah ngguyu aku baca komen pak Hand dan Dewi Aichi…

  3. Dewi Aichi  30 September, 2012 at 02:52

    Di sini juga salah email he he

  4. Dewi Aichi  30 September, 2012 at 02:47

    Pak Handoko tidak usah cemburu, tidak perlu ikut merasakan semua itu, tapi cukup berpartisipasi ..

  5. Dj.  30 September, 2012 at 01:35

    Mas Anoew tidak bisa cemburu…karena sedang menyusu

  6. anoew  29 September, 2012 at 21:43

    Pak Handoko cemburu karena tidak bisa menyusu??

  7. Handoko Widagdo  29 September, 2012 at 13:14

    Aku cemburu akan karunia yang engkau dapati
    Menagndung anak dalam tubuhmu
    Melahirkan dan menyusuinya

    Aku cemburu karena aku tak bisa merasakannya…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *