Djakarta, 30 September 1965

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

MUNGKIN inilah pertama kali dalam dunia penulisan Indonesia sebuah tulisan tentang G-30-S/PKI (apapun namanya mau “Gestok”, Gerakan Satu Oktober atau “Gestapu” atau Geger 1965 atau apa sajalah) yang tidak membahas gerakan itu. Tidak membicarakan komunis. Tidak menulis tentang jenderal-jenderal yang terbunuh. Tidak menyebut para nama /Soeharto/. Tidak ada kata /Lubang Buaya/, /Pangkalan Halim/, /gerwani/, /Tjakrabirawa/ atau kata-kata kunci yang menyeramkan. Tidak analisa politik atau apapun namanya.

Tulisan ringan ini hanya membahas titik-titik dan orang orang tertentu di kota Jakarta secara sekilas di hari 30 September 1965. Apa yang terjadi setelah hari itu jangan harap ditemukan dalam tulisan ini. Anda hanya cukup mendengar video yang saya upload di youtube, “President Soekarno on The Beatles” dan sebuah lagu terkenal.

 

33 Comments to "Djakarta, 30 September 1965"

  1. Joko Prayitno  30 September, 2013 at 08:07

    Ceritanya jelas terlihat bahwa malam tersebut sangat mencekam….

  2. Evi Irons  3 October, 2012 at 06:33

    Padahal The Beatles berasal Dari Inggris bukan Dari Amerika. Keadaannya sama ya dengan diturunkannya Presiden Soekarno Dgn Presiden Soeharto Karena masalah krisis ekonomi. Mamaku pada Saat kejadian tinggal di rumah saudara di Halim Perdana Kusuma, mereka pada malam itu juga tidak mendengar suara-suara mencurigakan, keadaan sunyi-senyap

  3. IWAN SATYANEGARA KAMAH  2 October, 2012 at 13:14

    Ya mbeda mBak Nur. Lha aku tinggalnya aja di loteng Pasar Johar. Kalau mBak kan di daerah mBerok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.