Mudik 2012 (8): Pertemuan dengan Kornelya dan Keluarga

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO BALTYRAER YANG BERBAHAGIA . . . . . . .

Salam jumpa di hari Selasa. Mudah-mudahan anda semua ada dalam keadaan sehat dan tidak kurang sesuatu apapun. Puji TUHAN….!!! Kami sekeluargapun ada sehat dan sudah kembali ke rutinitas seperti biasa. Jelas, oret-oretan ini Dj. tulis saat kami sudah di Mainz.

Okay….

Seperti biasa, setiap bangun pagi, kami jalan-jalan di pantai. Indahnya pagi hari di pantai Nusa dua Bali, duduk-duduk di pasir sambil menikmati indahnya matahari terbit. Indah bukan…???

Pendopo di pantai belakang hotel, indah bukan…???

Payung-payung di pantai yang menunggu hari baru….

Kembali ke kamar, setelah jalan-jalan di pantai dan sedang mandi, dikagetkan dengan telpon di kamar mandi berbunyi….Dj. segera angkat dan jawab dengan… ya… hallo…??? Di seberang sana terdengar suara wanita yang jelas belum pernah Dj. dengar suaranya dan hanya sedikit menebak. Sampai…. saat suara tersebut mengenalkan diri: “Pak Dj. ini Kornelya, kami sudah sejak semalam ada di Hotel Bali Tropic Resort & Spa…. di kamar…..semalam kami telpon pak Dj. , tapi tidak ada yang angkat…..”

Kasihan, karena kami tidak tau, kapan tepatnya mbak Kornelya sampai Bali, maka malam itu kami sedang jalan keluar. Rasa kaget dan gembira bercampur aduk dibenak Dj. bagaikan mimpi saja…Akhirnya kami ngobrol sebentar dan janjian bertemu di Breakfast Room, Okay…???!

Langsung Dj. ceritakan ke Susi, bahwa kita akan bertemu dengan mbak Kornelya sekeluarga di ruang sarapan. Susi sempat bertanya…. Yang dari New York…??? Dj. jawab… Yuuuup….!!! Sesampai kami di ruang sarapan dan Dj. baru mau….. celingukan…

Puji TUHAN….!!! Mbak Kornelya sudah melambaikan tangannya, saat melihat kami masuk. Senangnya, mendapat kehormatan ditengok mbak Kornelya sekeluarga, special dari New York. Special, hanya 2 Malam di Bali Tropic Resort & Spa, hanya untuk bertemu dengan kami, Waaaaw….!!! Sungguh Anugerah TUHAN itu luar biasa, terlihat dari kasih yang ditunjukan kepada kami. Akhirnya kamipun sarapan bersama dengan ngobrol kiri-kanan.

Putrinya yang begitu cantik dan suami yang gagah…..

Hanya karena perjalanan New York – Bali yang sangat jauh, bahkan lewat Frankfurt dulu, jelas sangat melelahkan, namun selalu ada senyum di wajah mbak Kornelya sekeluarga.

Hari itu, kami sudah ada acara untuk jalan ke pantai Padang-padang, seperti yang disarankan oleh Lembayung dalam ceritanya saat liburan di Bali. Kami ingin mengajak mbak Kornelya sekeluarga, namun sayang mbak Kornelya masih ada bisnis yang harus diselesaikan. Kami tawarkan kepada putrinya, tapi memang kelihatan masih sangat cape, jadi akhirnya kami berangkat berduaan saja.

Sebelum ke Pantai Padang-padang, maka saran dari sopir mobil yang kami sewa, melihat 5 tempat ibadah. Yaitu Mesjid, Gereja Katholik, Pagoda umat Buda, Gereja Protestan, dan Pura umat Hindu, yang saling berdampingan. Hanya di satu tempat ibadah, kami dipersilahkan masuk oleh penunggu yang sangat ramah, yaitu di Mesjid. Kami bercakap berdua, alangkah indahnya bila pemeluk dari agama-agama ini bisa seperti tempat ibadah ini, saling bergandengan, tanpa ada rasa curiga.

Dj. rasa mas Juwandi akan merasa sangat senang dengan keadaan yang dmikian, dimana semua umat saling menghormati.

Mesjid

Gereja Kristen Katholik, sebelah kanan mesjid (dilihat dari depan)

Kemudian kami lihat Pagoda (Budha)

Sebelah kanan dari Pagoda, adalah Gereja Kristen Protestan.

Pura (Hindu)

Dari tempat ibadah, maka kami melanjutkan perjalanan ke pantai Padang-padang…..Kami cukup penasaran dengan cerita Lembayung….Pantai Padang-padang dilihat dari atas jembatan, masih sedikit pengunjung (sepi), karena masih cukup pagi.

Kami harus turun ke bawah dan melalui celah-celah batu yang sedikit kelihatan menyeramkan, karena tidak tau berapa jauh itu jalan di sela-sela di antara batu-batu.

Setelah melalui celah-celah batu besar, maka kami sampai di Pantai yang sangat indah. Dj. hanya bisa sarankan, inilah pantai yang indah yang wajib anda kunjungi, kalau liburan di Bali. Tapi juga Dj. sarankan untuk memakai sepatu karet (bukan sepatu boot), atau paling tidak pakailah sandal karet. Karena banyak batu (bekas patahan karang) yang cukup tajam dan terasa sakit untuk telapak kaki kita, bahkan mungkin bisa melukai telapak kaki anda.

Melihat photo pantai di bawah ini, Dj. benar-benar kagum akan keindahannya. Hanya orang yang tidak tau seni dan tidak bisa melihat keindahaan alam di Bali, maka akan berkata hanya batu saja…. hahahahaha…!!! Anda lihat batu di bawah ini, seperti kepala dan setengah badan orang yang sedang berbaring, kepalanya ada di air.

Di Pantai Padang-padang, kami sungguh sangat menikmati. Bukan karena banyak yang bening-bening, tapi benar-benar tempat untuk istirahat yang tenang dan nyaman. Jauh dari kebisingan kota dan kata “macet”. Dan juga tidak seramai di pantai Kuta. Yang ada, hanya relax, berjemur, berenang dan santai, makan-minum, bahkan bisa tiduran beberapa jam. Kami dari pagi jam 11:00 sampai soore hari, menjelang magrib, baru kembali dan inipun karena kami ingat ada janji dengan mbak Kornelya, untuk makan malam bersama.

Karena matahari sudah cukup terik, maka kami menyewa payung sebagai tempat peneduh, herannya juga murah. Sayang belum ada yang menyewakan korsi malas untuk berbaring.

Semakin siang, maka matahari semakin menyengat, maka sangat nyaman kalau turun ke air. Di samping itu bisa snorkling, melihat ikan-ikan kecil-kecil yang indah-indah.

Hanya ada sedikit gangguan, dari seorang asal Peru yang nginthil Dj. Ngajak ngobrol ini dan itu, Dj. rasa dia hanya ingin mencari teman, atau perhatian. Yang aneh, dia cerita bahwa dia bangga sudah berumurr 52 tahun dan bekerja di Australia. Entah apa maunya, karena setiap 1 jam panggil-panggil dan ngajak sama-sama berenang… hahahaha…!!!

Mending kalau yang ngajak berenang, yang bening-bening seperti yang di bawah ini, mas Anoew juga pasti tidak nolak, benar kan mas…??? Hahahahahaha….!!! Nah silahkan mas Anoew, dimas Josh Chen, mas Iwan, mas Handoko, mas Joko P, Mastok, untuk Cech Gentong, Dj. ada yang istimewa. Dan untuk mas-mas yang mau, silahkan ambil satu-satu dan asal jangan rebutan ya….

Nah ini kerjaan opa Dj. dari bawah payung… dengan penuh rasa heran…??? Ya… Dj. benar-benar rasanya bukan di Indonesia, karena di pantai ini 95% hanya bule, dan bukan bulik…Bahkan ada beberapa yang Dj. dengar berbahasa Jerman, seolah saat itu kami ada di Mallorca saja.

Dari kejauhan anda bisa juga melihat perahu layar…

Tidak percaya, silahkan anda lihat sendiri…Mas Anoew jangan cari dimana-mana, ini ada di bawah dengan 2 tiangnya. Kalau layarnya terlalu kecil, bisa di zoom, jadi besar…. benar kan…??? Dj. tidak hanya jepret yang bening-bening saja, tapi juga perahu layar… hahahaha…!!!

Hallloooooo….. mas Anooew….!!!

Dj. juga gembira, karena Susi juga akhirnya mau masuk ke dalam air, walau hanya untuk berendam…

Jelas dengan memandang yang bening-bening, Dj. tidak menjadi kenyang dan perutpun juga terasa lapar. Jangan takut, disana ada beberapa warung dan kami pesan nasi goreng dan minum degan (kelapa muda). Dan untuk tea time….. nah ini Dj. ingat Cech Gentong, karena di pantai Padang-padang ini, ternyata pisang gorengnya sangat uenak….!!! Apalagi setelah berenang di laut, jadi terasa lapar. Satu piring (1 porsi) ada 4 pisang goreng yang cukup besar…. hhhmmmm…!!! Maaf lupa ambil photonya.

Hanya sangat disayangkan, yang orang Indonesianya tidak mikir relax, malah mikir cari uang saja.

Nah ya….

Ingat ada janji dengan mbak Kornelya sekeluarga untuk makan malam, maka kami segera bergegas untuk pulang, mengingat hampir magrib.

Susi sedikit ada rasa takut, untuk melalui celah di antara batu tebing.

Setelah sampai di hotel dan mandi, maka kami bersama mbak Kornelya sekeluarga, dengan mobil jemputan dari restaurant, maka kami menuju ke Bali Collection dan makan malam bersama di Laguna Gerden.

Di sini Susi memesan nasi rendang…??? Memang sedikit aneh, lha banyak yang lainnya, kok malah pesan rendang, dengan nasi dan urap.

Sedangkan Dj. lebih suka memesan BBQ. Hanya sayang porsinya kecil, karena setengahnya hanya tulang… hahahaha…!!! Yang Jerman, milih makanan Jawa (rendang), yang orang Jawa, pesan BBQ…..

Dj. benar-benar sangat gembira, boleh makan malam bersama mbak Kornelya sekeluarga. Dan yang menyenangkan Dj. saat itu, mbak Kornelya mau pesan bir, jadi kami minum bir berdua. Walau hanya 1 botol kecil saja (bir bintang…) Prost…!!!

Selesai makan malam dan banyak ngobrol, maka kami masih sebentar jalan-jalan keliling, menurunkan makanan di perut. Akhirnya kami diantar pulang oleh sopir dari “Laguna” Restaurant, sampai di Hotel. Kami tau, mbak Kornelya sekeluarga masih sangat cape, maka sesampainya di Hotel, setelah pamitan, maka kamipun berpisah untuk istirahat. Walau besok kami tidak ada rencana apa-apa, kecuali hanya bermalas-malas saja.

Okay….

Banyak sudah, apa yang Dj. pamerkan di atas, semoga tidak membikin anda semua menjadi bosan ya. Kami sungguh sangat bersyukur, tidak hanya boleh mengenal mbak Kornelya sekeluarga, tapi bahkan boleh bertemu dalam keadaan yang sangat menyenangkan. Terpujilah TUHAN ALLAH, yang melalui KasihNya, telah mempertemukan kami. Yang mana untuk manusia, seperti yang tidak mungkin, tapi tidak ada yang mustahil bagi Allah yang maha Pengasih.  Terimakasih ya TUHAN, untuk segala KasihMu….!!!

Terimakasih mbak Kornelya, sudah sudi bertemu dengan kami di Bali. Walau dari New york, dengan menempuh perjalanan yang begitu jauh dan melelahkan, tapi demi persaudaran, mau berkorban.

Mohon maaf, bila ada kata-kata yang tidak berkenan. Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kita semuanya.

 

Salam manis untuk anda semuanya, dari kami di Mainz.

Dj. 813

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

100 Comments to "Mudik 2012 (8): Pertemuan dengan Kornelya dan Keluarga"

  1. Dj.  7 October, 2012 at 13:12

    Mbak Kornelya….
    Selamat pagi dari Mainz….
    Apa kabar keluarga di New York…???
    Semoga Berkat TUHAN juga selalu menaungin mbak Kornelya sekeluarga.
    selamat berhari Minggu.

  2. Kornelya  7 October, 2012 at 09:47

    Berkahmya pa DJ, bertambah karena warga Baltyra diajak menikmati keindahan bening-bening itu. hahaha

  3. Dj.  6 October, 2012 at 22:48

    Mas Juwandi….
    Terimakasih sudah mampir…
    Sangat benar, pagi bertemu pencita yang Agung.
    Sore pertemu dengan ciptaannya yang indah-indah…
    Salam Damai dari Mainz.
    TUHAN MEMBERKATI ANDA SEKELUARGA….!!!

  4. juwandi ahmad  6 October, 2012 at 22:16

    “Ini yang mengherankan, pagi masuk mesjit, siangnya dikasi lihat yang beniing-bening….
    Hahahahahahaha….!!!” itu berkah dari masuk masjid pak: terus di kasih yang bening bening he he he

  5. Dj.  4 October, 2012 at 21:26

    Hallo Hennie…
    Terimakasih ya, sudah mampir…
    Sangat benar, pertemuan dengan mbak Kornelya sekeluarga
    memang sangat menyenangkan.

    Terimakasih juga untuk smsnya, maaf saat itu HP nya ketinggalan dirumah teman.
    Jadi tidak bisa balas. Trotzdem vielndank…!!!

    Salam manis dari Mainz, untuk seluruh keluarga dirumah.

  6. HennieTriana Oberst  4 October, 2012 at 15:04

    Mas Dj. senangnya bisa bertemu Kornelya dan keluarganya.
    Istimewa sekali karena bertemu suasana yang menyenangkan.
    Salam manis untuk keluarga Mainz.

  7. Dj.  4 October, 2012 at 13:22

    Siapa Mei…. yang tetep ganteng….???

  8. Nur Mberok  4 October, 2012 at 12:33

    Tetep ganteng…… ha ha ha…

  9. Dj.  3 October, 2012 at 21:56

    Iya Linda….
    Ajhirnya….oooo… akhirnya harus pakai kacamata juga.
    Satu hal yang aneh untukk Dj. hahahahaha….!!!
    Terimakasih ya…

  10. Linda Cheang  3 October, 2012 at 21:33

    Oom Dj, akhirnya kena batunya juga, hehehe,

    selamat bergaya dengan kacamata barunya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.