Mengungkap Fakta Pohon Ganja

Nur Mursidi

 

resensi buku ini dimuat di Bisnis Indonesia, Minggu 22 Januari 2012

Judul buku    : Hikayat Pohon Ganja; 12000 Tahun Menyuburkan Peradaban Manusia

Penulis         : Tim LGN

Penerbit        : PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Cetakan        : Pertama, Desember 2011

Tebal buku    : 386 halaman

Harga        : Rp. 75,000

 

Benarkah pohon ganja itu merupakan tanaman “terkutuk” yang harus dijauhi? Sebagian besar orang,  pasti akan menjawab “ya” disertai dengan anggukkan kepala. Sebab, pemerintah memang telah menetapkan ganja sebagai “tanaman terlarang”. Bahkan, institusi agama pun pernah dengan tegas mengutuk tanaman ganja -atau ganjika dalam bahasa Sansekerta- lantaran dikatergorikan pohon haram –barang memabukkan, dan dapat merusak generasi muda. Lebih dari itu, tanaman ganja pun digembor-gemborkan secara negatif oleh beberapa lembaga penelitian.

Tetapi ketika pertanyaan di atas diajukan kepada penulis buku ini –dari Tim Lingkar Ganja Nusantara [LGN] yang antara lain oleh Dhira Narayana, Irwan Muhammad Syarif dan Ronald Carl Marentek– jawabannya ternyata lain. Justru, tanaman ganja disebut sebagai “pohon sakral” –sebab pernah dicatat dalam sejarah pohon ganja dikenal sebagai “pohon kehidupan” atau “pohon pengetahuan”. Sebab, tanaman ganja yang dicap jahat itu justru pernah terlibat erat dan menjadi basis material dalam evolusi; menggerakkan jalannya peradaban dan pencapaian teknologi manusia.

Tentu apa yang dikatakan oleh penulis buku ini cukup mencengangkan bagi orang awam. Tetapi, penulis buku ini tidak mengumbar fakta dengan serampangan. Sebab dengan mendasarkan pada kajian historis buku ini mengungkap fakta tentang setumpuk manfaat pohon ganja. Dengan bertopang bukti-bukti empiris itu, maka buku ini menggemakan suara lain apalagi dalam catatan sejarah -sejak tahun 10.000 SM sampai 1990-an, ganja (atau cannabis) telah menyumbangkan peran signifikan bagi peradaban umat manusia.

Memang tanaman ganja mengandung zat adiktif yang berbahaya dan kerapkali disalahgunakan oleh para pecandu narkoba. Tapi, di balik setangkai tanaman ganja itu termaktum sejuta manfaat. Secara keseluruhan, tanaman ganja –mulai dari kuncup, daun, biji, dan akar, ternyata bisa digunakan untuk ramuan obat sepanjang sejarah. Ganja telah lama direkomendasikan untuk pengobatan gonore, angina pektoris, bisa digunakan mengatasi insomnia, neuralgia, reumatik, gangguan pencernaan.

Tidak salah lagi, kalau buku Hikayat Pohon Ganja ini bisa menjadi semacam buku penting sebagai rujukan dan petunjuk bagi siapa saja yang ingin mengetahui informasi tentang tanaman ganja atau cannabis. Dan satu hal yang tidak dapat dipungkiri, buku ini pun seakan menegaskan akan kebenaran kitab suci bahwa Tuhan tak menciptakan satu tanaman pun di muka bumi ini dengan sia-sia. Buktinya, tanaman ganja yang oleh sebagian besar orang dianggap sebagai “tanaman jahat” dan “merusak” generasi muda, ternyata juga menyimpan setumpuk manfaat dan kegunaan dalam peradaban umat manusia.

 

*) N. Mursidi, peneliti pada Al-Mu`id Institute, Lasem, Jawa Tengah

 

About Nur Mursidi

Cerpenis kelahiran Lasem, Jawa Tengah. Beberapa cerpennya telah dimuat di sejumlah media massa seperti Kompas, The Jakarta Post, Suara Pembaruan, Seputar Indonesia, Sinar Harapan, Republika, Jurnal Nasional, Suara Karya, Tabloid Nova, Majalah Femina, Majalah Anggun, Kedaulatan Rakyat, Minggu Pagi, Tribun Jabar, Batam Pos, Radar Surabaya, Surabaya Post, Surya, Lampung Post, Bengawan Post, Solo Post, Inilah Koran, Suara Merdeka, dan Tabloid Cempaka. Dia bekerja sebagai wartawan sebuah majalah di Jakarta. Karya terbarunya: Tidur Berbantal Koran (Elex Media: 2013).

My Facebook Arsip Artikel

10 Comments to "Mengungkap Fakta Pohon Ganja"

  1. Taufik wibowo.  27 December, 2012 at 18:06

    Wah.ternyata ganja banyak manfaatnya to.

  2. HennieTriana Oberst  5 October, 2012 at 04:14

    Jalan-jalan ke ujung utara pulau Sumatra, banyak makanan yang ada campuran daun ini.

  3. anoew  4 October, 2012 at 20:36

    Hahahaha.. Mantab betul komen Itsmi

  4. Itsmi  4 October, 2012 at 19:19

    Hisap ganja lalu bercinta…. surga tidak usah jauh jauh….

  5. Handoko Widagdo  4 October, 2012 at 17:35

    Tentu saja semua ciptaan punya makna.

  6. Lani  4 October, 2012 at 14:17

    DA : waaaaaaaah, rung pernah liat pphon ganja???? aku malah wis blusukan ditempat penanaman ganja…….ambune bikin kliyengan…….arep semaput aku

  7. J C  4 October, 2012 at 14:10

    Hhhhmmm…boleh juga buku ini jadi tambahan koleksiku. Terima kasih resensinya mas Nur Mursidi…

  8. anoew  4 October, 2012 at 13:59

    Jepret dulu bagian ini:

    Dan satu hal yang tidak dapat dipungkiri, buku ini pun seakan menegaskan akan kebenaran kitab suci bahwa Tuhan tak menciptakan satu tanaman pun di muka bumi ini dengan sia-sia.

    seperti halnya ganja yang diharamkan manusia, begitu juga hewan ciptaan Tuhan pun ada yang diharamkan manusia. Weh, Tuhan menciptakan (tanaman) ganja dan (sebagian) binatang buat apa ya, kalau ternyata haram? Kurang kerjaan betul…

    Trims resensi bukunya, mas Nur Mursidi.

  9. Dj.  4 October, 2012 at 13:45

    Mei….
    Silahkan kalau mau mengganja….
    Dj. milih daun singkong yang direbus dan dimakan dengan sambal kacang saja…
    Salam manis dari Mainz.

  10. Dewi Aichi  4 October, 2012 at 10:42

    Wah..bikin penasaran….belum pernah melihat daun ganja secara langsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.