Petikan Senja

Anastasia Yuliantari

 

Aku kembali bersembunyi,

pada jingga semburatmu,

demi sebuah rasa,

menghujam sembilu,

menjelma sehitam abu.

 

Apa jawabmu bila kisah berlalu,

meratap setiap tepian hari,

mengutuk datangnya mimpi,

atau tercenung pasrah,

memungut asa di ujung kaki.

 

Gejolak rasa bukan permainan,

mungkin tak akan abadi,

bahkan hilang sebelum esok hari,

namun tetap tersurat di sudut hati,

menanti saat menggurat nyeri.

 

9 Comments to "Petikan Senja"

  1. Anastasia Yuliantari  9 October, 2012 at 13:32

    Bang Fidelis, kalo semua sembunyi siapa yang bagian nyari, nih???? (petakumpet.com)

  2. Anastasia Yuliantari  9 October, 2012 at 13:30

    Pak DJ, terima kasih, ternyata Pak DJ penggemar Erni Djohan, ya? Itu lagunya, kan????

  3. Anastasia Yuliantari  9 October, 2012 at 13:29

    Mas Juwandi…..waaakkksss untungnya pas mbukak warung pas di kampus yg banyak orang, kalo engga bisa krukuban sarung.

  4. Anastasia Yuliantari  9 October, 2012 at 13:27

    Yuli Duryat, thank you. Salam kenal juga dari saya.

  5. Fidelis R. Situmorang  8 October, 2012 at 21:40

    Jadi pengen sembunyi juga deh…

  6. Dj.  6 October, 2012 at 23:48

    Senja….. dibatas kota…
    Teringat akan dirimu….
    Saat, engkau kuleppaskan…
    Berdebar , hati didada….

    Saat saat yang indah bersama senja.
    Terimakasih mbak anastasya.
    salam manis dari Mainz.

  7. juwandi ahmad  6 October, 2012 at 21:35

    Dan makammu, terlalu banyak untuk kuziarahi.

  8. Yuli Duryat  6 October, 2012 at 20:34

    Puisi sendu….

    Salam kenal Mbak Yuliantari.

  9. Anastasia Yuliantari  6 October, 2012 at 20:05

    Wik….dewi…..ki puisi taon pirooo???? Malah wis lali aku, hehehe. Nuwun, yo aku sedang rasan2 koq ngga bisa lagi menulis puisi yg siippp gituuhh. Hehehe.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.