Cinta Itu Indah Tapi Terkutuk

El Hida

 

Robit datang ke rumah Billa dengan kedua orangtuanya. Billa adalah seorang perempuan yang telah lama dikenal Robit. Seringkali mereka berbicara sangat akrab lewat telepon. Robit telah merasa nyaman dengan Billa, begitupun Billa merasa nyaman dengan Robit. Mereka telah sangat dekat seperti seorang kekasih namun mereka tidak pacaran. Robit yang pemalu tidak berani mengungkapkan cinta kepada Billa yang relijius dan islami. Pertama mereka bertemu adalah tiga bulan yang lalu pada sebuah pengajian yang diadakan oleh sebuah forum. Pengajian yang rutin setiap bulan diadakan di kampung Robit.

Walaupun pengajian itu diadakan rutin setiap bulan, tapi Robit baru sekali itu melihat Billa. Dan Billa memang baru sekali itu ikut acara pengajian di luar kampungnya karena Billa sudah lama tinggal di sebuah Pondok Pesantren ternama di Tasikmalaya. Robit yang ketua pemuda dan pintar agama, mampu membuatnya menjadi seorang yang disegani oleh teman-temannya termasuk Billa.

Robit dan Billa berkenalan setelah Robit memberanikan diri untuk mendekati Billa, dan itu berlanjut dengan hubungan mereka yang kian akrab lewat telepon. Kadang mereka janjian untuk sekedar makan bakso atau sekedar mengantarkan Billa kemanapun jika Billa minta diantar. Dan itu membuat Robit dikenal dekat oleh orantua Billa.

Tapi mereka bukan pasangan kekasih, mereka belum pacaran. Hingga akhirnya Robit memberanikan diri mengajak orangtuanya untuk berkunjung ke rumah Billa dan melamarnya. Atau kalau bisa maka inginnya langsung menikah saja. Tidak mengapa secara agama dahulu, yang penting hati Robit menjadi tenang karena telah halal dengan Billa.

Sesampainya di rumah Billa, Robit disambut oleh keluarga Billa dengan sangat ramah. Sebagaimana orang kampung asli, maka tatakrama masih terasa sangat kental ditambah dengan orangtua Billa adalah orang terpandang di kampungnya karena seorang sesepuh dan ustadz yang disegani. Ayah dan Ibu Robit merasa tenang karena disambut dengan ramah oleh keluarga Billa. Terlihat dari ngalor-ngidul obrolan mereka yang membuat suasana menjadi cair dan penuh kekaraban. Namun ada satu yang mengganjal di hati Robit dan orangtuanya. Mereka tidak melihat Billa ada di sana. Hanya ada Ayah, Ibu dan satu orang lelaki kakak dari Billa. Sedang Billa tidak ada terlihat.

“Maaf Pak, Billa-nya ke mana koq tidak terlihat.” Tanya Ayah Robit dengan senyum yang menyimpan keheranan.

“Mmm, itu…” Ayahnya Billa menatap ke arah isterinya yang duduk di sampingnya. Diambilnya gelas berisi airputih untuk memanipulasi kebingungannya untuk menjawab pertanyaan dari Ayahnya Robit. “Dari kemarin Billa nginep di rumah bibinya yang berada di Garut dan belum pulang sampai sekarang. Tapi tadi sudah diberitahu bahwa ada keluarga Nak Robit dan keluarga ke sini. Tapi Billa hanya bilang titip salam saja karena pulangnya masih dua minggu lagi.” Ayah Billa menerangkan dengan sedikit terlihat gugup.

Robit mulai menaruh rasa curiga. Tapi tidak mengerti apakah itu salahnya yang memang suda tiga hari Robit tidak menghubungi dengan alasan ingin memberikan kejutan untuk kedatangannya ke rumah Billa atau, entahlah. Yang dia tahu nomornya semalam memang tidak aktif. Karena belum ada laporan terkirim dari pesan singkat yang telah dikirimnya kepada Billa tadi malam.

Suasana mulai terasa kurang menyenangkan. Karena ada yang kurang. Kedatangan Robti dan keluarganya adalah untuk melamar Billa. Tapi kini Billa malah tidak ada. Bagaimana bisa acara lamaran diteruskan, bukankah orangtua Billa pun tidak punya kewenangan untuk begitu saja menerima lamaran Robit. Itu yang ada dalam pikiran Ayah Robit.

Sementara Ayah Billa sedang gundah karena merasa bersalah telah membohongi keluarga Robit yang datang dengan niat tulus untuk bertemu dengan Billa, walaupun tidak tahu bahwa niat Robit datang adalah untuk melamar Billa. Billa sebenarnya ada di kamarnya mengurung diri dan tidak ingin keluar menemui Robit dan keluarganya. Billa sudah curiga kedatangan Robit ke rumahnya, karena Robit sendiri pernah bilang kepadanya bahwa ia akan datang ke rumahnya untuk melamarnya. Tapi itu sudah lama.

Billa tidak bisa membohongi hatinya bahwa dia tidak mencintai Robit. Billa hanya menganggap Robit sebagai teman berbagi saja. Tidak lebih. Sedangkan Robit karena sudah terlanjur merasa nyaman dan tidak dipungkirinya memang Billa adalah perempuan impiannya. Namun Billa sadar kesalahannya adalah memberikan peluang yang terlalu besar kepada Robit untuk mendekatinya sehingga merasa cocok dan jatuh cinta kepadanya. Tapi Robit memang bukanlah lelaki yang diinginkan Billa. Billa yang anak sekolahan dan mempunyai ilmu agama yang leboh dibandingkan Robit, merasa tidak cocok dengan Robit yang hanya orang biasa dengan pendidikan sekolah hanya sampai SMP dan belajar di pesantren hanya beberapa tahun saja. Billa tidak bisa mencintai Robit. Robit bukanlah lelaki harapannya.

Setelah berbasa-basi alakadarnya dan merasa suasana sudah tidak senyaman sebelum tahu bahwa Billa tidak ada, maka Robit dan orangtuanya undur diri dari rumah Billa untuk memilih pulang saja. kekecewaan jelas ada, namun apa mau dikata takdir tidak berpihak pada keinginan Robit dan keluarganya. Orang tua Robit berusaha menyabarkan Robit dan mengajaknya untuk datang lagi ke rumah Billa kalau Billa sudah ada di rumahnya.

Pepatah mengatakan, serapat-rapatnya menyimpan bangkai pasti akan tercium baunya. Begitulah yang terjadi dengan Billa. Beberapa hari setelah kedatangannya ke rumah Billa yang tidak mendapatkan hasil, Robit mendapat kabar dari teman pengajiannya yang sekampung dengan Billa bahwa Billa sebenarnya ada di rumahnya saat Robit datang beserta keluarganya. Diceritakan kepada Robit oleh temannya itu tentang kejadian sebenarnya yang telah nyata geger di kampung Billa.

Robit kecewa. Diumpatnya Billa dengan kata-kata yang tidak pantas diucapkan. Wajar karena Robit merasa telah dibohongi. Jika memang tidak cinta dan tidak mau menerimanya, kenpa pada saat Robit datang ke rumahnya, Billa tidak keluar saja dan menjelaskan semua perasaanya. Tidak usah bersembunyi. Berbohong hanya akan membuat kebohongan yang lainnya timbul dan akan menyakitkan hati yang dibohongi, pikir Robit.

Setelah kejadian itu, tidak ada lagi komunikasi antara Robit dan Billa. Billa mengganti nomor ponselnya supaya Robit tidak bisa menghubunginya karena tidak bisa dibohongi bahwa Billa merasa bersalah kepada Robit. Kekecewaan Robit semakin bertambah, namun diusahakan hatinya untuk selalu dijaga dari kebencian yang terlalu kepada Billa. Robit mencintai Billa, tapi tidak kelakuannya yang telah membohongi dia dan membuatnya kecewa berat.

“Tolong sampaikan kepada Billa bahwa Tuhan Mahaadil. Dia Mahamembalas segala perbuatan hambaNya. Dan maafkan aku.” Robit kepada temannya yang sekampung dengan Billa. Dalam hati Robit berkata; “Cinta memang indah, namun aku merasakannya terkutuk.”

Namun tidak masalah buat Robit, karena telah terjadi beberapa tahun yang lalu. Sekarang Robit sudah hidup bahagia dengan seorang isteri dan dua orang anak perempuan yang cantik dan lucu. Sedangkan Billa belum menikah. Bukan tidak ada yang datang padanya, bukan juga tidak ada lelaki yang diinginkannya. Tapi Tuhan berkehendak lain. Selalu gagal dan gagal lagi.

 

Elhida

51012

 

18 Comments to "Cinta Itu Indah Tapi Terkutuk"

  1. Lani  9 October, 2012 at 14:11

    17 DA : hah? mosok resikonya cuma meteng?????? wokeh lo………

  2. Dewi Aichi  9 October, 2012 at 05:34

    Paling resiko ne meteng ha haaaaa

  3. Lani  9 October, 2012 at 05:13

    AH : lo, kok? ORA MELU2 betul2 dikau udah kerasukan lurahe baltyra hahahaha……..dikutuk cinta malah seneng to yooooooo……cinta itu indah, tp jg penuh resiko hahahahah

  4. Lani  9 October, 2012 at 05:12

    DA : wakakka……..aku se7777 banget klu kita berdua yg dipilih………ditanggung 100%++ bakal stress…….melu kenthir masuk Pakem bersama

  5. AH  9 October, 2012 at 05:11

    weleh.. ora melu2, #kutukan yang paling indah itu cinta

  6. Dewi Aichi  9 October, 2012 at 05:06

    Lani…bener banget…..cewe pasang target seperti itu…wahhh…..harus bisa lihat apakah dirinya juga sempurna…maka pilih saja saya..pasti stress wakakakaka

  7. Lani  9 October, 2012 at 05:01

    1 DA : selera terlalu tinggi???? milih yg ideal????? bs jd kombinasi keduanya………krn nobody is perfect………nah, itulah letak kesalahannya….bener opo bener DA?

  8. Dj.  9 October, 2012 at 02:19

    Cinta sebenarnya tidak terkutuk, karena cinta itu indah.
    Yang terkutuk itu adalah hawa napsu untuk memiliki.

    Justru dengan cara mengutuk seseorang, itu BUKAN CINTA.

    Menurut Dj. cerita bisa dibikin sesuka penulis, tapi dari cerita diatas,
    Dj. hanya bisa mengambil themanya ” BERTEPUK SEBELAH TANGAN ”

    Salam,

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *