Mudik 2012 (9): Meninggalkan Bali, Sampai di Jogja

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO BALTYRAER DIMANAPUN ANDA BERADA….SALAM KASIH DALAM NAMA TUHAN….!!!

Dj. ucapkan banyak Terimakasih…!!! Karena hingga saat ini, anda semua dengan penuh kesabaran, selalu menantikan oret-oretan Dj. di hari Selasa. Dan lebih dari itu, anda semua juga meninggalkan komentar yang sangat menyenangkan. Yang tidak senang dengan oret-oretan Dj., Dj.pun ucapkan terimakasih…

Liburan di Bali berakhir sudah dan kami akan melanjutkan perjalanan ke Surabaya, Jogya, Semarang, Bandung dan Jakarta yang mana akhirnya kami juga kembali ke Mainz.

Mohon maaf, kali ini Dj. akan sedikit menyingkat laporan liburan mudik, agar yang sudah bosan, tidak akan lebih bosan lagi ya… Memang sangat berat meninggalkan Bali, Dj. tawarkan ke Susi, apa mau diperpanjang…??? Tapi dia bilang, 2 tahun lagi kita bisa kemBALI lagi… hahahahaha…!!! Bagaimana tidak berat, setiap selesai jalan-jalan pagi, pulang ke kamar, semua sudah rapi.

Selesai mandi tinggal jalan ke ruang sarapan dan makan sampai puas. Siang jalan-jalan dan sedikit berbelanja dan juga bisa berenang, tidak mikir harus masak sendiri.

Tak lupa, hampir setiap kesempatan untuk berenang atau snorkling.

Tapi jelas, semua ada akhirnya dan kami harus meninggalkan Bali. Masih menggunakan kesempatan untuk pijetan di ruang tunggu, kebetulan pesawat terlambat. Ini dia, kami ke Cafe, bosan di satu Cafe, kami bergantian keliling ruang tunggu dengan melihat beberapa toko. Kemudian kami juga bergantian pijat di ruang tunggu di Air Port Ngurah Rai…

Ini baru pertama kali di ruang tunggu lihat ada tukang pijat…. hahahahahaha…!!!

etelah menunggu –+ 6 jam, akhirnya kami boleh naik ke pesawat. Haleluya….!!!

Puji TUHAN….!!! Di Surabaya sudah ada yang jemput dan langsung ke rumah kakak dulu. Tiga hari di Surabaya, setiap malam hanya acara keluarga. Karena bulan puasa, jadi kami selalu diundang buka puasa bersama keluarga, baik yang Muslim, maupun yang Kristen, makan bersama. Buah mangga yang dipetik dari pohon sendiri didepan rumah kaka, sangat muaniiis….

Ada es kopyor… kesukaan Dj. dan Susi, yang tidak ada di Mainz.

Sup jagung….hhhhmmmm….!!! Yummmmy…!!!

Tempe Medoan, Udang goreng tepung, Rendang,sup, daun ketela pohon dan entah apa lagi.

Saat ditawari makan bebek, Dj. bersemangat….

Tapi saat lihat bebeknya masih ada kepalanya, maka napsu makan jadi hilang. Untung sudah makan mangga dan kopyor dan sup jagung, cukup dah….

Siang hari kami ke Super Mal yang sepi… sedikit jalan-jalan…Seperti di Mainz… tenang… hahahahaha…!!!

Santai, menikmati susu coklat panas di Starbucks Cafe, juga sepi, hanya kami tamu satu-satunya. Tiga ding… Dj. Susi dan keponakan yang antar kami.

Kami menginap di Novotel, Ngagel di Surabaya, sedikit mendapat diskusi, padahal Dj. paling malas berdiskusi, kalau tidak harus (terlalu penting), hanya buang-buang waktu saja.

Kami pesan “Executive room“ tapi dapatnya “Deluxe”, jelas Dj. bertanya, mengapa demikian…??? Mereka menjelaskan, kalau pesan on-line, Executive = Deluxe…!!! Haaaach…???!!! (Dj. jujur baru sekarang dengar). Okay, Dj. ngalah dan kami dikasi kamar (taunya smoking room), Dj. protest, karena pesan No smoking room. Ganti kamar, semua barang masuk kemar, baru Susi lihat, bahwa Bath Tub nya retak dan karatan, juga pinggirannya banyak lumut. Dj. langsung ke Reception lagi dan menjelaskan.

Akhirnya kami dapat kamar di depan Pool yang baru jadi, kelihatan lumayan bagus, tapi diminta tambah Rp. 250.000,- / malam. Dj. setuju, karena memang kelihatan bagus dan sangat dekat ke pool, tinggal buka pintu, jalan beberapa langkah sudah di pinggir pool. Tapi apa boleh dikata, esok hari, masih pagi jam 8:00 pagi, kami masih di tempat tidur, dikagetkan dengan suara mesin Bor dan hammer…

Thook…!!! Thoook…!!! Thooook…!!! GUBRAAAAK…..!!!

Selesai mandi Dj. ke Reception lagi (sedikit stress), tapi si mbak malah senyum-senyum, lha tidak ada kamar lagi seperti yang kami inginkan. Hanya permintaan maaf saja yang keluar dari bibir si mbak yang manis…Kami pikir hanya 3 malam saja, ya sabarlah, kan bisa bangun pagi dan jalan-jalan, agar tidak dengar orang kerja… hahahaha…!!! Toch jam 8 sudah bisa berenang di pool atau naik Taxi ke kota…..

Tapi apa yang terjadi hari terakhir, jam 5 pagi hari…??? Kami masih tidur nyenyak… dikagetkan dengan suara…. gubraaaak…!!! Kami berdua sangat kaget, (ada apa gerangan..???) tapi setelah kami lihat apa yang terjadi, kami berdua tertawa dan geleng kepala…..Ternyata pintu atap untuk AC, dari atap kamar, jatuh ke bawah dan air netes dari atap kamar…..

Padahal hari terakhir, pagi-pagi Dj. sudah di Reception lagi , Dj. ceritakan apa yang terjadi…Langsung didatangkan montir dan si Montirpun saat lihat pintu atab tergeletak diatas ubin, maka dia minta maaf. Bahkan dia juga berkata, sebenarnya ini kamar belum siap huni, tuan, mohon dimaafkan dan saya akan bikin laporan.

Ini semua Dj. ceritakan sama mbak yang ada di Reception dan dia minta maaf lagi. Tapi Dj. bilang itu tambahan yang Rp. 250.000,- / malam, apa harus Dj. bayar, dengan kondisi kamar yang demikian..??? Dia langsung masuk satu ruangan dan keluar lagi, serta berkata, managernya bilang, kami hanya dapat potongan Rp. 250.000,- untuk malam terakhir.

Dj. mohon dipanggilkan managernya, tapi dia tolak, karena sedang sibuk (katanya). Dj. sebenarnya bisa sih ngotot, tapi malah bikin stress sendiri, sudah dah, lain kali nginap di hotel yang lainnya…

Dj. katakan, bahwa kami sudah 2 kali tinggal di Hotel ini, mengapa kali ini, sangat mengecewakan. E….. 2 mbak-mbak malah senyum-senyum sendiri, dianggapnya lucu, apa yang kami alami. (tidak profesional sama sekali). Jelas Dj. sedikit panas, walau berusaha untuk bersabar, tapi ini Dj. anggap keterlaluan dan Dj. bilang bahwa kami tidak mungkin akan kembali ke ini Hotel. Dan kami akan sarankan ke taman-teman kami, untuk tinggal di Hotel yang lain. Baru mereka kelihatan sadar dan berkata, jangan pak, maaaf…maaf…. jangan bosan kembali lagi…

Dj. yakin, dengan mbak-mbak ini, mas Anoew pun juga tidak akan mau photo bersama… hahahahaha….!!!

Ini kolam renang, dimana kursi malas di pinggir kolam sudah hilang, tidak seperti 2 tahun yang lalu. Dj. lihat ini hotel tidak ada perawatannya yang serius.

Pada hari ke empat, (setelah menginap 3 malam) kami melanjutkan perjalanan kami ke Jogya…Saat di Bandara Surabaya, HP Dj. berdering dan Dj. langsung angkat… hallo…Suara di seberang sana berkata: “Pak Dj. ini Ki Ageng, apa sudah ada di Jogya…???”

Dj. : “belum Ki, masih ada di Bandara Surabaya, masih di ruanag tunggu, belum take off….”

Puji TUHAN…!!!Akhirnya kami mendarat di Jogya dengan slamet…!!! (tapi entah kemana si slamet kemudian ke mana ???).

HP. Dj. berdering lagi, Dj. pikir Ki Ageng, ternyata bukan, tapi teman dosen di Jogya yang mau menjemput kami. Tapi Dj. larang, karena dia masih di rumah, Dj. yakin, dia sampai di Bandara, pasti cukup makan waktu. Olehnya kami sepakat naik Taxi, wong tidak jauh ini dan sesampai di Royal Ambarukmo Hotel, Ceck in, dapat kamar, mandi dan sudah wangi, maka kami jalan-jalan ke AmPlaz dan makan sore di sana.

Di Lobby Hotel.

Di taman di depan Royal Ambarukmo Hotel.

Nah… setelah makan di AmPlaz, maka perut Dj. mulai mual, padahal makanannya sangat enak. Entahlah… apa hanya kecapaian saja atau memang ada sesuatu dengan makanan yang Dj. makan.  Pertemuan dengan Ki Ageng yang sungguh membikin Dj. sangat gembira. Siapakah kami yang mana seorang Ki, mau bertemu (menengok) dengan kami…??? Satu kebahagiaan yang tidak mungkin kami lupakan.

Hanya saja Dj. benar-benar sangat sungkan dan bahkan malu. Karena Ki Ageng dengan pakaian rapih dan Dj, hanya dengan celana pendek (di bawah dengkul), hitam lagi… hahahaha…!!!

Jujur Dj. harus berkonsentrasi, saaat ngobrol dengan Ki Ageng, karena perut Dj. cari perhatian, dengan melilit-lilit. Saat ngobrolpun, Dj. harus beberapa kali lari ke Toilette…..Dj. mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk keadaan Dj. saat itu, yang mungkin sangat kurang sopan. Ki Ageng berencana ngajak kami jalan-jalan di kota, tapi apa boleh buat, hal ini sangat Dj. sesalkan, karenna persoalan perut.

Yang membikin Dj. kaget, saat Ki Ageng bertanya, pak Dj., nanti ke Semarangnya naik apa…??? Dj. jawab, kami akan sewa mobil saja. Tidak kami sangka, saat Ki Ageng berkata, saya antar ke Semarang…!!! Dj. pikir, apa Dj. tidak salah dengar…??? (untuk hal ini, akan Dj. ceritakan di oret-oretan yang akan datang).

Kemudian bu GuCan sekeluarga juga hadir….Sayang saat itu keadaan Dj. sangat memalukan, hanya sebentar kami ngobrol di Lobby, kemudian Dj. minta agar kami ke kamar saja, karena di kamar kan ada (dekat) dengan toilette…. hahahahaha…!!! Di Lobby bersama mas Effi dan buGuCan yang mana, nama yang Dj. berikan, sesuai dengan orangnya yang sangat periang. Dan kamipun juga mendapat hadiah dari mas Effi dan bu GuCan berupa sepasang pria dan wanita.

Bersama keluarga bu GuCan di Lobby Hotel.

Susi, bu GuCan dan kedua putri-putri nya yang cantik-cantik.

Terimakasih Ki….Terimakasih bu GuCan telah menengok kami di Hotel. Ini hadiah dari bu GuCan sekeluarga sudah Dj. pasang di lemari di ruang tamu. Juga kodok (sebelah kiri atas) hadiah dari mbak Adhe.

Nah bagi anda semua, Dj. bisa sarankan. Kalau ke Jogya, silahkan nginap di Royal Ambarukmo Hotel ini sangat bagus. Ini hotel benar-benar bagus dan sangat ramah.

Semua pekerja mengenakan pakaian hitam dan yang wanita dengan kerudung putih dan yang pria mengenakan peci. Sangat rapi dan santun sekali. Baik di Lobby, di ruang makan dan dimana saja, mereka selalu menyapa dengan ramah. Dengan dua tangan menyatu di depan dada dan senyum yang manis….

Ini Dj. sengaja perlihatkan bagian atasnya saja, karena ke bawah, sangat sexy, takut mas Anoew pusing, kasihan kan…??? Hahahahahahaha…!!!

Sayang di ruang makan kami kebanyakan menggunakan Video camera nya Susi yang kecil, agar tidak terlalu menyolok. Yang jelas, ruang makan yang sangat luas dan terang. Ada dua orang yang main gamelan dan kecapi, sangat merdu. Ingin makan apa saja ada, dari sarapan saja, sangat buanyak macamnya dan yang membikin merinding, saat mereka yang melayani tamu berkumpul dan berjejer ke belakang dengan serentak mengucapkan selamat datang dan menawarkan makanan yang ada, seperti Gudeg Jogya dan Soto Bandung yang terutama.

Dengan demikian, maka Dj. juga dengan melipat tangan dan nunduk 90°, mohon diri untuk mengakhiri cerita di oret-oretan ini.

Karena mobil yang Dj. sewa sudah menunggu di depan Hotel.

Sampai jumpa minggu depan dengan cerita masih di Jogya. Pertemuan dengan anak Dj. (Kristianingsih sekeluarga) yang dari Purwokerto. Yang mana dibantuin bangun pagi sekali, karena perjalanan yang sangat jauh, dari Purwokerto ke Jogya. Hanya ingin ketemu bapaknya.

Mohon maaf bila banyak kata-kata dan photo-photo yang Dj. pamerkan tidak berkenan di hati anda. Oret-oretan yang Dj. kirim di BalTyRa, hanya sekedar hiburan apa adanya, jangan diterima dengan terlalu serius.

Semoga Kasih dan Berkat TUHAN selalu menaungi kita semuanya…

Terimakasih kepada pengasuh BalTyRa dan anda semuanya….!!! Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kita semua.

 

Salam manis dari Paris.

Dj. 813

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

153 Comments to "Mudik 2012 (9): Meninggalkan Bali, Sampai di Jogja"

  1. Bagong Julianto  23 October, 2012 at 16:51

    KangMas Dj…..

    GAYENG TENNANN!
    Boelan madoe teroes………
    Siiipppp…

  2. nevergiveupyo  19 October, 2012 at 12:03

    halo Onkel.. asyiknya bca pengalaman orang (ya kalo orang yg mengalami pasti tersiksa…tapi kalo yg nonton malah bisa ketawa-ketawa..)
    rupanya ambarukmo hotel sudah dibuka kembali ya…
    semoga mudik berikutnya sudah tidka mengalami yg tahun ini Onkel…
    salam dari kami,

  3. Dj.  17 October, 2012 at 10:58

    Hahahahahahaha….!!!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *