Obat Tradisional dan Pertanian, Satu Peradaban Paling Awal

Mastok

 

Berjenis-jenis penyakit sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu. Penelitian para ahli paleopatologi terhadap mumi (mayat yang diawetkan) menunjukkan penyakit seperti sipilis, radang hati, dan pengeroposan tulang pernah menjangkiti manusia-manusia purba.

Selain dari factor manusia karena faktor alam seperti binatang, ada penyakit tentu ada obatnya.Namun sejak kapankah manusia mengenai Pertanian  dan obat-obatan tradisional yang paling awal?

Salah satu bukti tertua yang menguraikan ilmu pengobatan adalah kitab Rigvedha. Kitab ini berasal dari India dan ditulis sekitar tahun 3000 Sebelum Masehi (SM). Isinya antara lain tentang bahan-bahan yang digunakan sebagai obat.

Kitab yang relatif lebih lengkap adalah Ayurvedha, juga berasal dari India. Kitab ini ditulis sekitar lahun 1500 SM, menguraikan suatu sistem pengobatan dengan teori tridosha, yaitu vayu, pitta, dan kapha.

a.Vayu atau angin mewakili susunan syaraf pusat,

b.Pitta atau empedu mewakili seluruh metabolisme di dalam tubuh,

c.Kapha atau lendir mewakili pengaturan suhu tubuh oleh cairan-cairan tubuh,

Ayurvedha memuat tidak kurang 1.500 jenis bahan obat dari tumbuhan lengkap dengan pengolahan dan penggunaannya.Kemudian perbaikan dilakukan berbagai ahli, di antaranya terrnuat dalam kitab Sushruta Samhita dari tahun 1000 SM dan Charaka Samhita dari tahun 350. Kedua kitab memuat kira-kira 2.000 jenis bahan obat beserta penanamannya, bagian-bagian yang dipakai, khasiatnya, dan cara membuat ramuan.

 

Didokumentasikan

Dari dinasti ke satu dinasti Peradaban di Cina telah banyak  peninggalan tertulis tertua mengenai obat-obatan adalah kitab Pen Tsao karya dari zaman kaisar Shen Nung bertarikh tahun 3500 SM. Di dalamnya termuat uraian tentang penggunaan 350 jenis tumbuh-tumbuhan sebagai obat. Pada zaman dinasti Han, tahun 350 SM, kitab itu direvisi oleh sebuah tim. Perkembangan dari kitab tersebut adalah karya seorang tabib, Tang Shen Wei, kira-kira tahun 1200. Uraian penggunaan dan ramuan obat-obatan bertambah menjadi 1.000 jenis bahan obat.Pada abad ke-16 tampil seorang tabib dan ahli farmasi Lie Shih Chen yang banyak membantu berkembangnya ilmu pengobatan tradisional. Ia diberi julukan ahli farmakologi besar dari Cina kuno. Semua hasil penyelidikannya dibukukan dalam kitab Pen Tsao Kang Mu atau The Compendium of Materia Medica. Suatu masterpiece (adikarya) bagi mahasiswa dan sarjana masa kini itu memuat 1.892 jenis bahan obat.

 

Kapan masyarakat kuno Nusantara (baca: Indonesia)  mulai mengenal obat-obatan?

Sayang, belum ada bukti-bukti tertulis tentang obat-obatan, meskipun berjenis-jenis penyakit sudah dikenal manusia prasejarah. Bukti tertulis yang paling dipercaya, prasasti, tidak pernah menyebutkan resep obat-obatan tradisional. Sejumlah prasasti yang berhasil dibaca hanya menginformasikan sejenis tumbuh-tumbuhan yang kemungkinan besar digunakan sebagai penyembuh penyakit ini hanya disampaikan turun menurun dalam keluarga, masyarakat yang bersifat lokal. Boleh jadi dulu sebagian masyarakat belum mengenal obat-obatan. Sesuai kepercayaan rnereka, proses penyembuhan diserahkan kepada dewa. Uraian seperti ini pernah dikemukakan Chau-ju-kua dalam kitab Chu-fan-chi (1225). Dikatakan, orang-orang Nusantara  (Sumatra,Jawa, Kalimantan  dulu masih satu Tatar belum terpisah laut seperti sekarang) yang sakit tidak berobat tetapi mohon kesembuhan kepada Dewa Jauh sebelum satu religi masu ke tanah Nusantara ,Di Bali dikenal kitab rontal Rukminii-tatwa. Kitab ini antara lain berisi bermacam-macam obat-obatan yang berhubungan dengan kehidupan seksual suami isteri, misalnya bagaimana agar wajah bisa cantik, mengundang rasa cinta, memperbesar buah dada, dan menjadi muda kembali. Namun masa penulisan kitab itu belum begitu jelas.

Sebagian lagi masyarakat kuno bahkan Modern yang masih memegang teguh adat istiadat dan satu kearifan local yang masih terjaga kemungkinan sudah mengenal obat. Hal ini tergambar dari cerita atau relief cerita candi yang menggambarkan adegan ruwatan. Dalam cerita Sudamala, contohnya, dikisahkan bagaimana Sudamala berhasil menyembuhkan mata pendeta Tambapetra yang buta.Relief cerita Maha karma wibhangga pada kaki Candi Borobudur yang tertutup konon menggambarkan seorang anak kecil yang sakit dan sedang diobati dua orang tabib. Salah satu panil di Candi Borobudur juga mernperlihatkan kegiatan memasak obat.

 

Bahasa Daerah

Dalam masa yang lebih muda resep obat-obatan tradisonal/ Herbal tertuang dalam bentuk tulisan. Diperkirakan di seluruh Nusantara (baca: Indonesia) terdapat puluhan kitab usadha (=obat) dan sejenisnya, beberapa buah di antaranya berbentuk lontar. Kitab-kitab ini masih berbahasa Jawa kuno dan berbahasa daerah lainnya.Naskah sejenis juga terdapat di Bali, misalnya usada tuwa, usada putih, usada tuju, usada seri. dan usada cewil. Kitab-kitab ini pun masih berbahasa Bali kuno, hanya sebagian aksaranya sudah dilatinkan.

Yang agak banyak meninggalkan resep obat-obatan adalah naskah-naskah Melayu. Naskah-naskah tersebut antara lain memuat berbagai jamu sawan, jamu sorong, jamu untuk orang hamil dan sesudah melahirkan, obat sakit mata, obat pinggang dan perut. perangsang nafsu makan, dan obat mabuk karena makanan dan Jamu ,ramuan yang mempunyai khasiat untuk stamina maupun Herbal kesehatan.

Di Nusantara ilmu pengobatan tradisional belum dibukukan adapun lontar dan naskah kuno dan belum tergali, sebagian  yang masih tersimpan di belanda  Leaden Univesitas. Berbagai resep atau cara meramu obat biasanya diturunkan secara lisan dari orang tua ke anak, misalnya oleh sinshe atau tabib.Baru pada zaman kolonial catatan-catatan tentang obat-obatan tradisional Nusantara (baca: Indonesia) dikumpulkan orang-orang Belanda. Jacobus Bontius (1627) dalam bukunya memaparkan 60 buah lukisan tumbuh-tumbuhan obat Nusantara (baca: Indonesia) beserta pemerian dan penggunaannya.

Georgius Everhardus Rumphius (1628-1702) dalam karyanya Amboinisch Kruidboek dan Herbarium Amboinese ikut pula mengadakan penyelidikan terhadap flora yang tumbuh di Ambon. Pada abad ke-19 penelitian ilmiah dilakukan oleh Gresshoff, Vordermann, dan Boorsma. Sebenarnya banyak potensi tersembunyi di antara obat-obat asli Nusantara (baca: Indonesia) . Hanya kelemahan kita, resep obat-obatan tradisional belum diterjemahkan ke dalam bahasa Nusantara (baca: Indonesia) , Hampir semuanya masih berbahasa daerah kekayaan akan kearifan local dan potensi pertanian serta obat – obatan tradisional.

Salah satu contoh kekayaan Hayati obat tradisional

PISANG

Uraian tumbuhan

Tanaman pisang tumbuh didaerah tropic karena menyukai iklim panas dan memerlukan maratari penuh. Tanaman ini dapat tumbuh di tanah yang cukup air pada daerah dengan ketinggian sampai 2.000 m dpl.

Umumnya, pisang merupakan tanaman pekarangan, walaupun dibeberapa daerah sudah diperkebunan untuk diambil buahnya..

Pisang merupakan tanaman yang berbuah hanya sekali, kemudian mati. Tingginya antara 2-9 m, berakar serabut dengan batang bawah tanah (bongol) yang pendek. Dari mata tunas yang ada pada bonggol inilah bias tumbuh tanaman baru. Pisang mempunyai batang semu yang sebenarnya tersusun atas tumpukan pelepah daun yang tumbuh dari batang bawah tanah sehingga mencapai ketebalan 20-50 cm.

Daun yang paling muda terbentuk di bagian tengah tanaman, keluarnya menggulung dan terus tumbuh memanjang, kemudian secara progersif membuka. Helaian daun bentuknya lanset memanjang, mudah koyak, panjang 1,5-3 m, lebar 30-70 cm, permukaan bawah berlilin, tulang tengah penopang jelas disertai tulang daun yang nyata, tersusun sejajar dan menyirip, warnanya hijau.

Pisang mempunyai bunga majemuk, yang tiap kuncup bunga dibungkus oleh seludang berwarna merah kecoklatan. Seludang akan lepas dan jatuh ketanah jika bunga telah membuka. Bunga betiana akan berkembang secara normal, sedang bunga jantan yang berada di ujung tandan tidak berkembang dan tetap tertutup oleh seludang dan disebut sebagai jantung pisang.

Jantung pisang ini harus dipangkas setelah selesai berubah. Tiap kelompok bunga disebut sisir, yang tersusun dalam tandan. Jumlah sisir betina antara 5-15 buah. Buahnya buah buni, bulat memanjang, membengkok, tersusun seperti sisir dua baris, dengan kulit berwarna hijau, kuning, atau coklat. Tiap kelompok buah atau sisir terdiri dari beberapa buah pisang. Berbiji atau tanpa biji. Bijinya kecil, bulat, dan warna hitam.

Buahnya dapat dipanen setelah 80-90 hari sejak keluarnya jantung pisang. Karena bukan buah musiman, buah pisang selalu ada setiap saat. Buah pisang kebanyakan dimakan segar, dikolak, dikukus, atau diolah lebih lanjut menjadi pisang selai, keripik, atau tepung pisang. Yang termasuk kelompok pisang buah meja adalah Musa sapientum (banana) karena lebih enak dimakan segar, seperti pisang ambon, ambon lumut, raja, raja sereh, mas, susu dan barangan.

Kelompok pisang yang lebih enak dimakan setelah diolah terlebih dahulu adalah Musa paradisiacal (plantain). Misalnya, pisang tanduk, oli, nangka, kapas, batu dan kapok. Jantung pisangnya dapat dimakan sebagai sayuran. Daun pisang, terutama daun pisang batu digunakan untuk membungkus kue, pepesan, atau barang jualan lainnya. Batang semunya dan buah pisang kadang dikaitkan dengan upacara tradisional.

Ada berbagai pendapat orang-orang tua terdahulu tentang buah pisang. Misalnya, pisang raja kurang cocok untuk lambung lemah dan hatinya sukar dicerna sehingga jarang diberi pada anak-anak. Pisang ambon menyejukkan, membersihkan badan, dan memperlancar buang air besar. Jika dimakan, pisang ini akan mencegah pendarahan setelah melahirkan. Namun, perempuan dengan penyakit keputuihan harus menghindari makan pisang ambon karena akan memperberat penyakitnya. Pisang susu mudah dicerna sehingga baik diberikan pada anak-anak, tetapi jangan dimakan jika buang air besar mengandung lendir. Pisang mas cocok dimakan oleh penderita sembelit.

Perbanyak dengan anakan.

 

Sifat dan Khasiat

Buah pisang rasanya manis, sifatnya dingin, astringen. Memelihara yin, melumas (lubricate) usus, penawar racun, penurun panas (antipiretik), antiradang, peluruh kencing (diuretic), laksatif ringan.

Akar berkasiat sebagai penawar racun, pereda demam (antrpiretik), medinginkan darah, anti radang dan peluruh kencing. Hati batang pisang berhkasiat penurun panas dan untuk perawatan rambut. Cairan dari bonggol mengatasi infeksi saluran kencing, menghentikan pendarahan (hemostatik), penurun panas (antiripetik), serta penghitam dan pencegah rontok. Buah muda dan akar berkasiat astringen. Buah muda berhkasiat antidiare, antidisentri dan untuk pengobatan tukak lambung.

 

Kandungan kimia

Akar mengandung serotonin, norepinefrin, tanin, hidroksitriptamin, dopamine, vitamin A, B dan C.Buah mengandung flavonoid, glukosa, fruktosa, sukrosa, tepung, protein, lemak, minyak menguap, kaya akan vitamin (A, B, c, dan E), mineral (kalium, kalsium, fosfor, Fe), pectin, serotonin, 5-hidroksi triptamin, dopamine, dan noradrenalin. Kandungan kalium pada buah pisang cukup tinggi yang kadarnya berevariasi tergantung jenis pisangnya. Buah muda mengandung banyak tanin.

 

Bagian yang Digunakan

Bagian tanaman yang dapat digunakan sebagai obat adalah akar, buah, kulit buah, bonggol, hati, batang pisang, bunga, dan daunnya.

 

Indikasi

Akar pisang digunakan untuk mengatasi :

  • Sesak napas (asma)
  • Air kemih (urin) mengandung darah, dan
  • Penyakit kulit

Cairan dari bonggol digunakan untuk mengatasi :

  • Berak darah karena panas dalam,
  • Disentri, diare,
  • Wasir berdarah,
  • Pendarahan setelah melahirkan (pendarahan nifas),
  • Pembersihan sehabis melahirkan,
  • Rambut rontik dan beruban,
  • Radang ginjal,
  • Sifilis, dan
  • Digigit ular berbisa.

Daun yang masih tergulung digunakan untuk mengatasi :

  • Tapal dingin pada kulit yang bengjaj atau lecet,
  • Disentri,
  • Haid terlalu banyak,
  • Mimisan dan pendarahan lainnya,
  • Redang tenggorok,
  • Keputihan (leukorea), dan
  • Batuk, sakit dada seperti bronchitis,
  • Rambut tipis.

Buah digunakan untuk :

  • Berak darah, batuk darah,
  • Diare, disentri, tukak lambung (buah muda),
  • Kurang darah (animea),
  • Panas disentri sukar bunag air besar, rasa haus, dan lemah,
  • Celiac disease, alergi tepung padi-padian,
  • Kulit muka kering,
  • Sariawan,
  • Menghaluskan kulit tangan dan kaki,
  • Sembelit (konstipasi), dan
  • Keracunan alcohol kronik (alkoholisme).

Kulit pisang diunakan untuk mengatasi :

  • Borok yang menyerupai kanker,
  • Kelainan kulit pada herpes,
  • Ulkus di tungkai pada penyakit diabetes melitus,
  • Kutil (wart).
  • Migren,
  • Hipertensi sekunder,
  • Rambut tipis dan jarang, dan
  • Luka baker, tersiram air panas, kemerahan pada kulit (rash).

Bunga digunakan untuk mengatasi :

  • Mencegah pendarahan otak dan stroke.

 

Cara pemakaian

Untuk obat yang diminum, konsumsi tepung pisang sebanyak 1-2 sendok makan sebelum makan dan pada saat mau tidur.

Untuk pemakaian luar, gunakan hati batang pisang untuk obat luka baru, daun pisang muda untuk menyejukkan penderita demam, mata terasa panas, dan luka bakar. Cairan binggol untuk penyubur rambut. Giling daun, akar, atau bonggol pisang yang segar sampai halus, lalu turapkan pada kelainan, seperti bisul, radang kulit, bernanah, (piodermi), erysipelas, radang teling, luka bakar, dan bengkak.

 

Efek Farmokologis dan Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan, tepung pisang batu yang diberikan pada tikus dapat mencegah timbulnya tukak lambung (ulcus peptis) jika tikus tidak tersebut diberikan aspirin. Hal tersebut bisa terjadi akibat meningkatnya sekresi lendir (mucus) di lambung.

 

TOMAT (Lycopersicum esculentum MiLL)

Tomat berasal dari Amerika tropis, ditanam sebagai tanaman buah di ladang, pekarangan, atau ditemukan liar pada ketinggian 1-2600 m dpl. Tanaman ini tidak tahan hujan, sinar matahari terik, serta menghendaki tanah yang gembur dan subur.

Terna setahun ini tumbuh tegak atau bersandar pada tanaman lain, tinggi 0,5-2,5 m, bercabang banyak, berambut, dan berbau kuat. Batang bulat, menebal pada buku-bukunya, berambut kasar warnanya hijau keputihan. Daun majemuk menyirip, letak berseling, bentuknya bundar telur sampai memanjang, ujung runcing, pangkal membulat, helaian daun yang besar tepinya berlekuk, helaian yang lebih kecil tepinya bergerigi, panjang 10-40 cm, warnanya hijau muda. Bunga majemuk, berkumpul dalam rangkaian berupa tandan, bertangkai, mahkota berbentuk bintang, warnanya kuning. Buahnya buah buni, berdaging, kulitnya tipis 1icin mengilap, beragam dalam bentuk maupun ukurannya, warnanya kuning atau merah. Bijinya banyak, pipih, warnanya kuning kecokelatan.

Buah tomat bisa dimakan langsung, dibuat jus, saus tomat, dimasak, dibuat sambal goreng, atau dibuat acar tomat. Pucuk atau daun muda bisa disayur. Buah tomat yang umum ada di pasaran bentuknya bulat. Yang berukuran besar, berdaging tebal, berbiji sedikit, dan berwarna merah disebut sebagai tomat buah. Tomat jenis mi biasa disantap segar sebagai buah. Yang berukuran lebih kecil dikenal sebagal tomat sayur karena digunakan di dalam masakan. Yang kecil-kecil sebesar kelereng disebut tomat ceri dan digunakan untuk campuran membuat sambal atau dalam hidangan salad.

 

Sifat dan Khasiat

Buah tomat rasanya manis, asam, sifatnya sedikit dingin. Berkhasiat menghilangkan haus, antiseptik usus, pencahar ringan (laksatif), menambah nafsu makan dengan cara memperbanyak keluarnya air liur, merangsang keluarnya enzim lambung, dan melancarkan aliran empedu ke usus. Daun berkhasiat penyejuk.

 

Kandungan Kimia

Buah mengandung alkaloid solanin (0,007%), saponin, asam folat, asam malat, asam sitrat, bioflavonoid (termasuk rutin), protein, lemak, gula (glukosa, fruktosa), adenine, trigonelin, kholin, tomating, mineral, (Ca, Mg, P, K, Na, Fe, sulfur, chlorine), vitamin (B1, B2, B6, C, E, likopen, niasin), dan histamine. Rutin dapat memperkuat didinding pembuluh darah kapiler. Klorin dan sulfur adalah trace element yang berkasiat detoksikan. Klorin alamiah menstimulir kerja hati dari terjadinya sirosis hati dan penyakit hati lainnya. Likopen adalah pigmen kuning betakarotien pada tomat. Tomatin berkasiat antibiotic. Daun mengandung pectin, arbutin, amigdalin, dan alkaloid.

 

Bagian yang Digunakan

Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah buahnya. Digunakan segar, setelah direbus, atau diolah sebagai masakan. Daun digunakan untuk obat luar.

Indikasi

Buah digunakan untuk mengatasi :

1.  Gangguan pencernaan seperti perut kembung, tidak nafsu makan, Susah buang air besar (sembelit)

2.  Sakit kuning, radang hati

3.  Radang saluran nafas (bronchitis), sesak napas, (asam bronchial),

4.  Radang usus buntu, radang gusi, gusi berdarah, sariawan

5.  Ulkus lambung

6.  Wasir

7.  Tekanan darah tinggi

8.  Kadar kolesterol darah tinggi (hiperkolesterolemia)

9.  Lemas akibat kadar slukosa darah rendah

  1. Demam, rasa haus
  2. Rematik, gout, dan memar akibat terbentur

 

Cara Pemakaian

Buah masak dimakan segar. Selain itu, bisa juga direbus dengan air secukupnya. Jika tidak menderita kencing manis (diabetes melitus), boleh ditambah gula pasir secukupnya. Minum setelah dingin. Untuk pemakaian luar, giling buah masak atau daun sagar sampai halus. Bubuhkan ketempat yang sakit, seperti kulit kulit terbakar sinar matahari, jerawat, radang kulit, kurap, luka, dan borok kronis. Jus tomat juga bisa digunakan sebagai mesker untuk mengencangkan dan melembutkan kulit wajah.

 

Catatan :

1.  Rasa asam buah tomat berasal dari asam malik dan asam sitrat

2.  Buah tomat menstimulir keluarnya enzim pencernaan, terutama yang berasal dari pankreas. Guna meningkatkan kerja saluran cerna, minum jus tomat setiap hari sebelum makan

3.  Jus tomat berkasiat tonik bagi penderita yang sedang sakit maupun pada fase penyembuhan.

4.  Pengobatan tradisional Cina membuktikan, tomat mempunyai khasiat pereda demam (antiseptik) dan penawar racun (detoksikan).

5.  Tomat dimasak, seperti direbus, saus tomat, dan tomat yang berada likopen pada tomat lebih mudah diserap sehingga lebih berkhasiat untuk mencegah kenker prostat dan penyakit jantung.

6.  Orang yang sensitive terhadap buah tomat bisa timbul alergi pada saluran cerna akibat adanya kandungan saponin, solanin, dan histamin.

 

Mastok Setyanto (Bengkel Hijau – PEV – Pejuang Eco Village)

Sumber: Taman Botani Bogor dan Atlas Tumbuhan Obat Ind./Dr.Setiawan Dalimartha

 

 

About Mastok

Penampakannya mengingatkan para sahabatnya akan Panji Tengkorak yang berkelana ke seluruh dunia persilatan. Mastok berkelana dengan menggembol buntelannya yang lusuh...eits...jangan salah, dalam buntelannya tersemat segala gadget canggih terakhir: iPad, laptop mutakhir, koneksi wireless, smartphone model terakhir. Bertelanjang kaki ke mana pun melangkah menunjukkan tekadnya yang membara untuk back to nature, kembali merengkuh Mother Earth.

My Facebook Arsip Artikel

9 Comments to "Obat Tradisional dan Pertanian, Satu Peradaban Paling Awal"

  1. IWAN SATYANEGARA KAMAH  11 December, 2012 at 17:11

    Batang terdalam pohon pisang enak lho disayur…

  2. triyudani  14 October, 2012 at 10:21

    matursuwun Mastok atas semua infonya

  3. sarip  13 October, 2012 at 09:01

    maksih mas trok ni dari terpencil sudah baca artikel smoga bermanpaat

  4. Handoko Widagdo  11 October, 2012 at 17:59

    Alam menyediakan hal-hal yang luar biasa.

  5. Mastok  11 October, 2012 at 17:30

    Salah satu penyebab penyakit dan epidemi adalah perilaku kita evolusi dan revolusi hendaknya kita sikapi dengan bijak tanpa meninggalkan kebudayaan leluhur.pekembangan iptek akan sinergi jika kita sadar duduk barenh dengan lingkungan dan alam….. Alam serta lingkungan telah menyediakan semuanya untuk manusia serta mhluk yg lain….

    Trima kasih teman 2 baltyra yg mengaprisiasi akan kehidupan yang berkelanjutan ( sustainable living ) apa yang kita lakukan adalah demi kelangsungan satu kehidupan yg akan datang

    Salam dari hutan… Ujung Kulon..

  6. J C  11 October, 2012 at 15:37

    Menurut pendapatku, seluruh penyakit manusia ada obatnya disediakan oleh alam, tanpa kecuali. Karena sudah terbukti bahwa equilibrium alam adalah yang paling tepat. Obat-obatan sekarang lebih banyak karena ‘jalan pintas’ senyawa kimia yang sebenarnya jauh lebih merusak daripada herbal.

  7. Linda Cheang  11 October, 2012 at 14:08

    kiranya pengobatan herbal akan semakin berkembang.

  8. AH  11 October, 2012 at 11:44

    di galela, pulau halmahera, ada sejenis pisang yang digunakan untuk mengobati diabetes dan penyakit maag akut

  9. Dj.  11 October, 2012 at 11:28

    Selamat Pagi dari Mainz, mmas Thok…
    Belum sempat baca, tapi lihat pisang kepoknya manteb untuk pisang goreng azau pisang rebus.
    Salam,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.