Bunga Rumput, Adalah Aku

Dian Nugraheni

 

Terasingkan, dan mengasingkan diri…

Tersepikan, dan menyepikan diri…

Tertepikan, dan menepikan diri…

 

Adalah jalanku

agar aku tak harus selalu

berada dalam keramaianmu…

 

karena celotehmu hanyalah…

kata-kata badut tak bermakna lebih,

dari sekedar pembicaraan

tentang sesuatu yang kasat mata….

 

Duniaku saat ini

adalah dunia pengembaraan jiwa

 

Segeralah tinggalkan aku,

jangan sekali pun kau mencobaiku,

 

Virginia,

 

Dian Nugraheni

Senin, 13 Agustus 2012,

(Jangan kau pikir, bila aku tak suka padamu, aku akan mengacungkan jari tengahku…, hayaahhh…!! Just back off…!! Stay away from me…)

 

5 Comments to "Bunga Rumput, Adalah Aku"

  1. anoew  15 October, 2012 at 17:36

    Rumput memang suka menggelitik

  2. J C  15 October, 2012 at 17:18

    Dian Nugraheni menulis: “Bunga Rumput, Adalah Aku”, jadi Dian Nugraheni = diwut-diwut (kayak fotonya tho)

  3. triyudani  14 October, 2012 at 10:03

    Mbak Dian, mengacungkan jari tengah kuwi artine opo to ? hehe…aku katrok, aku gak ruh sorry yo

  4. Yuli Duryat  14 October, 2012 at 07:08

    aku suka kamu
    bunga rumput
    dan caramu menerima takdir
    bersama bumi
    satu

  5. Handoko Widagdo  13 October, 2012 at 10:16

    Begitukah? Aku harus jauh darimu?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.