Reflection

Yuli Duryat

 

Ingatkah sekuntum mawar merah yang kau kirim bersama bibitnya saat hari pernikahan. Kau membebankan pada para wanita untuk menyiraminya agar tetap segar. Lalu, apakah kau akan tetap diam tak mau menggantikan posisi sementara sang wanita sakit. Membiarkan mawar-mawar itu layu dan tercampakan?

Kalau kau percaya cinta itu lekang ditelan waktu, maka perbaikilah sikap untuk memahami pasanganmu. Boleh jadi sekarang kau merasa ‘cinta setengah mati’ namun belum tentu esok hari atau sebulan kemudian, mungkin bahkan setahun mendatang. Cinta datang tiada terduga dan pergi tanpa berpamitan. Para penerima cinta harus berusaha sendiri menjaga agar ‘ia’ tetap ada dan berkembang.

Kau boleh saja tersenyum bangga karena merasa sangat dicintai, tapi kau harus tahu bahwa keadaan tak akan selalu sama begitu juga tentang ‘rasa’. Maka dari itu peliharalah dengan baik selagi ‘ia’ masih segar berbunga.

Uneg-uneg di sore menjelang malam yang bosan. At; kamar yang bernyanyi tentang sunyi.

 

14 Comments to "Reflection"

  1. Yuli Duryat  15 October, 2012 at 18:02

    Mas Anoew; setuju banget.

    Salam hangat.

  2. Yuli Duryat  15 October, 2012 at 18:02

    Mas JC; Begitu kesan kebanyakan masyarakat ya, jadi kalau sudah suami istri dibilang aneh kalau masih membiasakan membelikan hadiah/bunga dan lain-lain. Apalagi kalau sudah ada anak-anak. Padahal mustinya tetap dibiasakan memberikan kejutan atau memberikan apa yang disukai pasangan agar keluarga makin harmonis.

    Salam hangat.

  3. anoew  15 October, 2012 at 17:41

    Cinta memang harus saling melengkapi, dan dipupuk. Akan percuma saja jika tidak.

  4. J C  15 October, 2012 at 17:21

    Hahaha…ngomong soal mawar, weekend kemarin geli sendiri. Aku lagi ke pasar sama anak-anak, sementara istri lagi ada urusan. Kebetulan aku lihat ada kios penjual bunga dan membeli 3 kuntum mawar untuk istri. Anak-anak langsung ngeh: “those are for mommy, right?”. Eh, waktu beli di kios yang lain malah ditanya, beli bunga untuk apa. Di kios yang lain ditanya lagi, beli bunga untuk siapa. Malah jadi ketawa sendiri…waktu masih di luar Indonesia, aku lebih rajin lagi beli bunga untuk istri karena jujur bunga mawar di luar Indonesia jauh lebih murah sudah dapat banyak…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.