Minta? Jangan Terlalu Banyak

Anwari Doel Arnowo

 

Beberapa bulan yang lalu ada satu email masuk. Karena si pengirim ini mempunyai ratusan ton lelucon, maka saya dahulukan membukanya, sayapun sudah siap sedia untuk tertawa. Dia tulis bahwa pada suatu saat ada yang semasa hidupnya adalah manusia baik dan kuat serta ketat menjalankan ritual agamanya, sewaktu menghadap Tuhan, mendapati bahwa di Surga banyak sekali para ateis di sana. Dia bertanya apa sebab seperti itu? “Oh itu? …,” Kata Tuhan “tidak seperti anda dan teman-teman anda. Berdoa itu baik, tetapi sambil bekerja mencari nafkah kan bisa?! Selalu minta disembuhkan kalau sakit, minta kaya kalau sedang melarat, dan minta keadilan terlalu sering, tanpa usaha hanya berdoa saja! Itu mereka yang anda pertanyakan itu, tidak pernah rewel tidak minta apa-apa, tidak cerewet!”  Ya… , lepas dari saya setuju atau tidak, saya tertawa juga. Anda boleh tertawa seperti saya tetapi bila marah karena saya tuliskan ini, bukan saya yang mengarangnya, karena itu sudah tersebar di dunia Internet.

John Fitzgerald Kennedy terkenal dengan ucapannya: “Ask not what your country can do for you .. dan seterusnya”

Kita semestinya setuju dengan menganut tata cara hidup yang tidak terlalu banyak meminta dan sedikit memberi. Sebaiknya dilakukanlah keseimbangan yang pantas agar meminta dan memberi itu seimbang menurut kemampuan masing-masing yang bersangkutan.

Saya pernah menyaksikan pada suatu saat di masa lalu, sekitar tengah malam, seseorang sedang dikerubungi para tukang becak di daerah Keputran di kota Surabaya. Dia bersandar di tiang reklame dan semua mengerumuninya. Saya mendekat dan menyaksikan secara langsung, dia memberi selembar uang ke tangan manapun yang mendekat sambil tertawa-tawa. Pengamatan selanjutnya saya kuat menduga orang tersebut sedang mabuk minuman keras. Yang mengerumuninya banyak yang tidak beranjak setelah menerima uangnya, dia pertahankan posisinya di tempat semula sepanjang dia bisa, karena yang di belakangnya terus menerus mendesak.

Janganlah kita berbuat seperti itu, meskipun dia mabuk. Nomor satu kita tidak boleh mabuk karena apapun. Nomor dua sama isinya dengan nomor satu. Dan seterusnya. Yang disebut mabuk itu adalah kondisi dimana kita tidak lagi memiliki kekuasaan / kemampuan atas pengendalian diri sendiri. Anda mempunyai uang seratus ribu Rupiah, tetapi hati sanubari anda hanya karena iba melihat seseorang lain yang lebih memerlukannya, memberi dia sebagian uang anda. Anda berikan semuanya? Seratus ribu? Itu terserah kepada anda. Bila anda masih mempunyai uang lain di rumah, atau harapan bisa akan menerima dari sumber lain berupa uang, silakan saja lakukan. Anda lebih tau dari saya, karena itu adalah kebijakan anda sendiri.

Tetapi apabila anda berikan semuanya tanpa pertimbangan tersebut di muka, itu pertanda anda kurang bijak, karena anda sendiri sesungguhnya juga  memerlukannya, untuk bisa hidup. Paling-paling orang-orang lain yang memandang bahwa yang anda lakukan adalah sebagai orang suci yang di atas peringkat orang biasa, tidak perduli bila anda nanti mengalami kesukaran hidup karena tidak memiliki uang. Pandai-pandailah! Bukankah lebih baik kita menjadi orang biasa yang hidup sejahtera daripada menjadi orang suci yang mati sia-sia? Kita wajib membela diri sendiri terhadap ancaman berupa apapun dari dalam maupun dari luar diri kita sendiri. Yang amat mengerti dan mengetaui diri kita sendiri adalah diri kita sendiri. Dokter hanya membantu, pasangan hidup kita juga hanya membantu, anak-anak kitapun jangan terlalu diharapkan, tetapi syukurilah pertolongan dari anak, bila itu memang ada.

Jangan meminta. Kalimat terakhir ini saya tulis karena, sekali lagi,  terinspirasi dengan syair Khalil Gibran: On Children Kahlil Gibran: Your children are not your children. They are the sons and daughters of Life’s longing for itself. They come through you but not from you, And though they are with you yet they belong not to you.You may give them your love but not your thoughts, For they have their own thoughts. You may house their bodies but not their souls, For their souls dwell in the house of tomorrow, which you cannot visit, not even in your dreams. “Anakmu, tetapi bukan anakmu,…..” dan seterusnya.

Anwari Doel Arnowo

9 Oktober, 2012

 

8 Comments to "Minta? Jangan Terlalu Banyak"

  1. Anwari Doel Arnowo  15 October, 2012 at 20:34

    Saya mempunyai seorang teman orang asal Indonesia, sekarang warga negara di salah satu negara di Eropa Utara, ateis pula. Kalau sedang di Indonesia sering dia dikritik dipermalukan oleh teman-teman lain karena ketidak percayaannya tergadap agama dan adanya Tuhan,
    Saya selalu menengahi dengan mengatakan bahwa teman saya ini mempunyai orang-orang sebangsa yang sama aliran kepercayaan ateisnya di sana, TETAPI INI KAN TEMAN KITA. Saya tambahi bahwa kalau kita di negeri sana, maka kita bisa jadi menjadi aneh di mata orang sana, seperti kita menganggap dia aneh di Indonesia. Itulah cara saya memandang mana yang teman dan mana yang dipercayainya.
    Kita sama-sama makhluk Planet Bumi, manusia biasa.

    Salam,
    Anwari Doel Arnowo -2012/10/15

  2. J C  15 October, 2012 at 17:32

    Pak Anwari, membaca artikel Panjenengan selalu membuat saya merenung tentang kehidupan saya dan keluarga saya. Saya berusaha melihat, introspeksi, apa yang sudah kami lalui dan apa yang berikutnya akan kami tempuh…banyak sekali manfaat yang saya ambil dari membaca artikel-artikel Panjenengan. Hal-hal yang nampak sepele bisa Panjenengan ‘jebretkan’ menjadi satu penyadaran…

  3. Dj.  14 October, 2012 at 23:46

    Cak Doel….
    Terimakasih juga untuk penjelasannya…
    Dj. senang-senang saja selama Jokes tersebut tidak membikin salah mengerti seseorang.
    Olehnya, juga perlu dijelaskan.
    Karena dalam kelompok tertentu, belum biisa menerima jokes yang orang lain bikin, seperti akhir-akhir ini
    yang keluar di amerika.
    jangan sampai karena kita yang menganggap Jookes, tapi ujungnya beberapa orang menjadi korban,
    kan tidak lucu kan…
    Olehnya Dj. hanya turut menjelaskan, agar tidak disalah mengertikan.
    Kan di Jokes itu yang dibikin Jokes orang beragama, bisa kristen, bisa islam, buda atau yang lainnya.
    Kami orang kriaten bisa menerima semua jokes, tapi saudara kita yang lainnya…???

    Salam Damai juga dari Mainz.

  4. Anwari Doel Arnowo  14 October, 2012 at 21:42

    Mas DJ.
    Sebenarnya tidak ada yng mengatakan bahwa meminta itu salah, juga tidak ada yang mengatakan bahwa meminta sesuatu kepada Tuhannya masing-masing itu tidak baik. Intinya yang disebutkan itu adalah bearsal dari apa yang dituiskan di dalam Joke, saya mengharap joke dapat diterima sebagai joke.
    Justru yang bukan joke menyebutkan hal bahwa memberi dan meminta itu sebaiknya seimbang. Itu saja. Kalau memang ada yang tidak menyambung di dalam tulisan ini tentu itu adalah karena ada pendapat dan harapan yang subyektif, dan itu sama sekali tidak dimaksudkan untuk menentang pendapat atau pendirian orang lain.
    Terima kasih dan terimalah juga salam damai dari saya,
    Anwari Doel Arnowo – 2012/10/14

  5. Dj.  14 October, 2012 at 15:12

    Cak Doel…
    Terimakasih….
    Dj. juga pernah mendapatkan cerita ini, tapi Dj. tidak ambil pusing, kan hanya jokes…
    ” Mungkin ” yang menulis juga orang Ateis, ya silahkan saja, toh tidak dilarang untuk menulis.

    Hanya kesan Dj.
    Mengapa kalau orang tidak percaya dengan adanya TUHAN, kok mereka matinya datang kepada TUHAN…???
    Sungguh aneh kan…??? ( dimana logikanya….??? )
    Kan katanya TUHAN tidak ada, jadi kalau sudah mati ya sudah, hilang begitu saja, jadi apa yang selama dikerjakan didunia ya sia-sialah…..

    Kedua….
    Orang berdoa tidak selalu meminta, bisa juga mengucap syukur, bisa memuji dan membesarkan nama TUHAN,
    Orang Islam teriakan ALLAH HU AKBAR…!!!
    Orang Kristen teriakan ALLAH KITA HERAN DAN BESAR…!!!

    Ketiga….
    Bagi umat Kristen ( Katholik, Evangelis ), dalam kitab sucinya.
    Yesus bahkan mengajarkan untuk berdoa ( Doa Bapa Kami ).
    Yang isinya Pujian, permintaan ( rejeki ), permintaan ampunan dosa dan pernyataan.

    Juga ada ayat yang tertulis…
    MINTALAH….!!! Maka engkau akan diberi
    KETUKLAH…!!! maka pintupun, akan dibukakannya bagimu.
    CARILAH…!!! Maka kamu akan mendapat.

    Jelas, tidak ada salahnya dalam hal memimta.
    Tapi juga tidak hanya meminta saja, kita diberi kekuatan oleh TUHAN untuk bekerja dan berusaha.
    Tidak ada disatu ayatpun yang mengatakan , hanya harus meminta.
    Olehnya ada semboyan yang tertulis… ORA ET LA BORA….!!!

    Memang Jokes ini, untuk sebagian orang keliihatan lucu, ya silahkan saja.
    Kan hak masing-masing untuk tertawa.

    Salam manis untuk keluarga dirumah dari kami di Mainz.

  6. Lani  14 October, 2012 at 14:10

    2 HAND : se77777……pepatah mengatakan : dengan banyak memberi, akan menerima lebih banyak……….

  7. Handoko Widagdo  14 October, 2012 at 08:36

    Adalah lebih berkat memberi daripada menerima

  8. James  14 October, 2012 at 08:33

    minta SATOE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.