[Oase Hidup Malaikat Kecil] Liburan Bersama Teman-teman

Angela Januarti Kwee

 

Sintang diguyur hujan deras. Padahal kami sudah berencana untuk pergi liburan ke tempat wisata Bukit Kelam. Rencana berangkat pagi hari berubah menjadi siang. Meski begitu keceriaan liburan tetap dapat dinikmati bersama teman-teman. Kenapa ke Bukit Kelam? Selain karena jaraknya dekat, hanya 20 km dari Kota Sintang. Bukit Kelam juga merupakan salah satu tempat wisata yang terkenal di Kabupaten Sintang-Kalimantan Barat.

Ketika memasuki kawasan wisata Bukit Kelam. Setiap pengunjung akan dimanja dengan permandangan Bukit dari kejauhan. Sangat indah! Selain itu ada juga berbagai objek wisata alam seperti air terjun, gua alam yang dihuni ribuan kelelawar, serta sebuah tebing terjal yang tingginya sekitar 600 meter dan ditumbuhi pepohonan di kaki dan puncaknya.

Di balik pesonanya, Bukit Kelam juga memiliki cerita menarik. Konon di jaman dulu, ada dua orang pemimpin keturunan dewa dengan sifat dan watak yang berbeda. Bujang Beji atau Sebeji pemimpin yang memiliki sifat jahat, perusak, pendengki dan serakah. Sedangkan Temenggung Marubai memiliki sifat suka menolong, berhati mulia, dan rendah hati. Keduanya bermata pencaharian sebagai nelayan, berladang dan berkebun.

Intinya, karena sifat iri Bujang Beji terhadap Temenggung Marubai. Ia berniat jahat menguras ikan di sungai tempat Temenggung Marubai mendapatkan hasil yang lebih banyak dari dirinya. Ia mengangkat puncak Bukit Batu Silat untuk membendung sungai. Dari berbagai versi cerita rakyat, ada yang mengatakan batu itu terjatuh dalam perjalanan Bujang Beji menuju Sungai Melawi. Karena ditertawakan dewi-dewi di Kayangan dan ia menoleh ke atas, Bujang Beji tidak sadar kakinya menginjak duri yang beracun dan membuatnya berjingkrak kesakitan. Seketika itu pula tujuh lembar ilalang yang digunakan untuk mengikat dan membawa Bukit Batu Silat terputus.

Versi lain mengatakan batu tersebut jatuh pada saat Bujang Beji mencoba memanjat pohon yang ia tanam untuk membinasakan dewi-dewi di Kayangan. Sebelum memanjat pohon tersebut, Bujang Beji mengadakan upacara adat dengan membagikan sesaji kepada seluruh binatang dan roh jahat. Namun ada bintang yang terlewatkan yakni rayap dan beruang. Mereka marah dan mencoba menumbangkan pohon tersebut dengan menggerogoti akar pohon agar rapuh.

*

Karena hari minggu dan pengunjungnya sangat ramai. Aku dan teman-teman memilih untuk menuju Wisata Rohani terlebih dulu. Tempat ini masih dalam kawasan bukit Kelam dengan jarak tempuh 5-10 menit. Ada terdapat Gua Maria, patung-patung replika  Jalan Salib, kolam ikan dan rumah retret. Kebetulan bulan Oktober adalah Bulan Maria bagi umat Katolik, kami melakukan ziarah bersama dan berdoa.

Kami memilih jalan yang dilalui untuk Jalan Salib. Salib Besar berwarna keemasan menjadi tahap awal perjalanan. Setelah itu kita akan menemukan replika patung-patung yang menjelaskan 14 perhentian yang dilalui Yesus dalam jalan salib sebelum disalibkan di puncak Golgota. Ada perasaan berbeda, tiap kali aku mencoba merenungkan peristiwa dalam replika tersebut.

Setelah cukup lelah berjalan, kami bersantai sejenak dikursi yang biasa digunakan untuk misa. Alam yang tenang, udara sejuk dari pepohonan dan hutan yang masih terjaga membuat suasana hati menjadi gembira. Dari kejauhan, Gua Maria terlihat dipadati pengunjung yang tengah berdoa dan mendokumentasikan saat-saat liburan. Kami pun tidak mau kehilangan kesempatan ini.

Menjelang sore, kami berniat untuk melanjutkan mengunjungi air terjun di Bukit Kelam. Tapi setelah bersantai untuk mengisi perut yang keroncongan. Teman-teman yang berasal dari luar Kota Sintang mengurungkan niatnya. Kami pun pulang dengan hati yang gembira, karena sudah melewati liburan menyenangkan di Wisata Rohani Bukit Kelam.

So, bagi yang mengunjungi Kabupaten Sintang. Jangan lupa untuk berkunjung dan merasakan sendiri pesona alam yang ditawarkan Bukit Kelam.

 

Sintang, 14 Oktober 2012

SCA-AJ.020187

 

About Angela Januarti Kwee

Tinggal di Sintang, Kalimantan Barat. Bersahaja namun sangat dalam memaknai kehidupan. Banyak sekali kegiatan yang berkenaan dengan kemanusiaan, kebhinnekaan dan wujud Indonesia yang plural. Menembus batas benua dan samudra membagikan cerita kesehariannya melalui BALTYRA.com

My Facebook Arsip Artikel

7 Comments to "[Oase Hidup Malaikat Kecil] Liburan Bersama Teman-teman"

  1. J C  23 October, 2012 at 10:45

    Wisata rohani yang ini belum pernah aku dengar sebelumnya. Tempatnya dan dioramanya keren…

  2. Alvina VB  22 October, 2012 at 06:01

    Angela, thank you for sharing…baru tahu ada tempat spt ini di Bukit Kelam, yg tidak jauh dari Sintang.

  3. Linda Cheang  20 October, 2012 at 18:12

    liburanku ke Jalan Salib terakhir kali, yah, ke Gedono…

  4. Lani  20 October, 2012 at 04:19

    pentulisnya yang mana ya????

  5. Dj.  20 October, 2012 at 00:09

    AJK…
    Terimakasih untuk cerita liburan yang sangat menyenangkan….
    Dan juga photo-photo yang sangat bagus.
    Ditungggu cerita liburan berikutnya..
    Salam Sejahtera dari Mainz.

  6. nevergiveupyo  19 October, 2012 at 13:05

    wah…liburan yg seru (sambil malu..sudah berapa lama berlalu sejak jalan salib terakhir saya ya??hadoh… parah)

    makasih liputannya… semoga suatu hari saya bisa sampai ke Sintang (kebetulan ada budhe yang tinggal di kota ini -dan saya ndak tau alamatnya..hehehe)

  7. James  19 October, 2012 at 12:54

    SATOE Liburan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.