Mudik 2012 (11): Meninggalkan Jogja, Menuju Semarang

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO BALTYRAER DIMANA SAJA ANDA BERADA…..

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj. Akhirnya, waktu untuk meninggalkan kota kesayangan (Jogyakarta) , tiba juga. Walau dengan sedikit berat hati, tapi kami harus melanjutkan perjalanan kami menuju kota Semarang. Berbahagialah Ki Ageng dan sobat BalTyRa yang tinggal di Jogya…!!!

Kota Jogya, kami katakan kota yang hidup, menawan dan selalu ramai dikunjungi wisatawan dari mana saja. Mengapa kami senang dengan kota Jogya….??? Jawabnya sederhanya saja, karena suasana kota yang sangat ramah dan Malioboro yang selalu indah bagi kami…

Bisa menikmati naik andong berduaan dengan sangat santai, mana ada di Mainz…..Maaf kalau bikin anda ingin juga naik dokar, silahkan sewa dari yu Lani….Hahahahahahaha…!!!

Kami benar tidak menyangka, karena rencana meninggalkan kota Jogya dengan sewa mobil. Ternyata…o… ternyata saudara kita yang satu ini (Ki Ageng = mas Budiono Santoso) , benar-benar mau mengantar kami dengan mobilnya ke Semarang. Waaaaaw….!!!! Untuk kami, benar-benar satu kejutan akan keramahan Ki Ageng (orang Jogya pada umumnya). Mengapa Dj. katakan demikian…???

Karena ada juga saudara yang lain yang di Jogya yang selalu siap menjamu, mengantar kami kemana saja kami akan jalan, di Jogya. Juga mbak Sekar (Enthung Queen), pernah mengantar kami keliling Malioboro, bahkan tengah malam mencari Cafe untuk ngobrol. Lembayung yang sangat repot, membawa serabi Notosuman dari Solo, special berangkat pagi dari Solo dengan Kereta Api.

Mas Handoko sekeluarga dengan berkendraan mobil dari Solo ke Semarang, hanya untuk menemui kami beberapa jam saja. Anak Dj. dari Purwokerto, direwangi bangun pagi, berangkat ke Jogya dengan seluruh keluarga. Hebat….!!! Benar-benar Hebat….!!!

Sekarang, seorang Ki Ageng yang sangat terhormat, mau-maunya mengantar Dj. dengan kendaraan dari Jogya ke Semarang. Siapakah kami ini, ada banyak saudara mau berbaik hati kepada kami… HALELUYA…!!! Dan pagi setelah kami selesai sarapan, maka kami dijemput oleh Ki di Hotel. Maka dengan berat hati kami harus berpisah dengan saudara-saudara yang bekerja di hotel yang sangat ramah.

Saat kami sudah dalam kendaraanpun, kami masih tidak habis pikir, mengapa Ki mau mengantar kami…???

Di Ambarawa, kami diajak Ki, mampir ke rumah kelahiran Ki. Rumah yang begitu besar dengan kebun yang begitu luasnya. Maaf Photonya kebanyakan sinar, sehingga tidak kelihatan jelas padi yang dijemur di depan rumah yang begitu buanyaaak…!!! Benar, apa yang anda lihat di depan runah itu padi yang sedang dijemur.

Kami diperkenalkan dengan adik Ki, yang bernama Mas Gondo, yang sama umurnya dengan Dj. Hanya saja, kelihatan jauh lebih muda dari Dj. hahahahaha….!!! Satu yang harus Dj. katakan, kaka-beradik (Ki dan mas Gondo), mempunyai pembawaan yang sangat, sangat tenang. Baik cara bertutur kata, pun dalam tindakan… Saluuut…!!!

Bahkan saat mobil yang kami naiki, distop polisi karena melanggar garis lurus, Ki, kelihatan tetap tenang dan tidak sedikitpun kaget, apalagi marah. Yang ada hanya TENANG.

Rumah yang begitu besar dengan banyak kamar tidur, kalau tidak salah ingat ada lebih dari 10 kamar tidur. Ki dan mas Gondo menceritakan riwaayat keluarga dan setiap tahun rumah masih digunakan untuk kumpul keluarga. Untuk saling temu kangen dan menceritakan kepada anak-cucu, riwayat keluarga, agar tetap ada di hati masing-masing. Satu keluarga yang sangat bahagia…Walau untuk generasi muda, sudah sulit untuk menerapkannya, karena keinginan yang sudah berbeda.

Ini lumbung padi hasil dari dari panen sendiri dari sawahnya Ki, kalau padi yang sedang dijemur masuk dalam lumbung ini, Dj. yakin akan menjadi penuh.

Mas Gondo memperlihatkan kepada Susi, buah nangka yang masih tergantung di pohon, dibungkus dengan karung agar tidak dimakan oleh si codot.

Halaman rumah, juga kebun yang sangat luas, kalau tidak salah ingat ada beberapa puluh hektar.

Kami juga disuguhi minuman dan kueh-kueh yang sangat enak. Malah malu karena mas Gonddo yang nyuguhi, sedang puasa. Maaf karena enak kuehnya, jadi lupa ambil photo, dasar… hahahaha….!!! Ini perpisahan dengann mas Gondo di depan rumah di Ambarawa. Jelas, mas Gondopun tidak tinggal di rumah ini, karena rumah ini, hanya untuk pertemuan keluarga.

Akhirnya, sampailah kami di Semarang dan ini photo Hotel Ciputra di Simpang Lima Semarang dimana kami tinggal. Photo diambil dari dalam mobil, ketika kami hampir sampai.

Yang mengherankan…Setelah kami menurunkan koffer-koffer kami, maka Ki malah langsung berangkat pulang ke Jogya lagi. Yang Dj. ingat, Ki berkata, mau cari oleh-oleh ikan bandeng presto untuk Nyi. Benar-benar special hanya untuk antar kami ke Semarang. Akhirnya kamipun sudah harus Check In dan disini sedikit lucu, karena Dj. langsung bertanya.

Kamar apa yang akan kami dapat….??? Mbak-mbak yang melayani kami sedikit kelihatan heran dengan pertanyaan kami dan segera menjelaskan… Ini bapak pesan kamar Executive, jadi ya, bapak akan mendapat kamar Executive dan no smoking. Mendengar Dj. berkata… PUJI TUHAN…!!! Salah satu mbak bertanya, semuanya okay…???

Dj. jawab, “YA” dan Dj. sedikit ceritakan, bahwa di Surabaya, di Novotel, kami juga pesan Executive room, tapi dapatnya Deluxe. Mbak yang satu lagi, juga turut nimbrung… Wah…itu tidak benar, kalau bapak bayar kamar Executive, ya harus dapat yang bapak bayar.

Susi di Loby, ada Quran dari roti….Karena merasa sangat aneh, belum pernah lihat buku yang besar yang dibikin dari roti.

Lapangan Simpang Lima dari Hotel bagian atas. 2010 yang telah lalu, di lapangan ini, setiap hari Minggu, masih dipakai untuk sangat buanyak pedagang yang berjualan. Sayang, sekarang sudah dipindah (katanya) , mungkin Mei lebih tau, karena tinggal di Semarang. Kalau ada yang ingin tau, ini Link oret-oretan Dj. 2010 kami turut berjubel di sini, tapi dengan suasana yang sangat berbeda.

http://baltyra.com/2010/10/12/semarang/

http://baltyra.com/2010/11/02/simpang-lima-atau-kaki-lima/

Di dalam kamar, berdatangan saudara-saudara Dj. juga Mei sekeluarga bersama mbak Yati sekeluarga. Mbak Yati adalah seorang ibu yang Mei pernah ceritakan di Baltyra. Kalau anda belum baca, silahkan baca…

http://baltyra.com/2012/06/13/rejeki-walah-salah-alamat-nomplok/

Satu saat yang sangat menggembirakan, bisa bertemu dengan Mei sekeluarga. Dimana langsung Dj. sikep dan angkat…. hahahahahaha….!!!! Mungkin mas Tri (suami Mei) dan putra-putrinya sedikit kaget, karena spontan, tanpa tanya-tanya…Seolah kami sudah sangat lama kenal. Jujur, satu keluarga yang sangat ramah dan putra-putri yang sangat santun dan ramah serta manis-manis.

Hari berikutnya Mei datang lagi menengok kami dan kami berphoto di depan kamar hotel, karena di dalam kamar penuh… Terimakasih Mei, untuk oleh-olehnya ya. Susi sangat gembira, karena putra mbak Yati mau dia gendong.

Susi dan Mei, seperti yang sudah kenal lama…. satu kebahagiaan tersendiri. Terimakasih Mei, telah mau menemui kami di hotel, maaf dengan keadaan Dj. saat itu yang kurang sehat. Semarnya sudah mendapat tempat yang baik, TERIMAKASIH…!!!

Terimakasih BalTyRa yang sudah mengenalkan kami, hingga menjadi saudara…Boleh mengenal Ki Ageng, Mei sekeluarga, bu Gucan sekeluarga, Khrist sekeluarga juga saudara-saudara yang lainnya.

Nah itu tadi laporan Dj. dalam perjalanan dari Jogya ke Semarang.

Terimakasih juga kepada pengasuh BalTyRa yang belum bosan menayangkan oret-oretan Dj. yang sederhana ini. Terimakasih kepada anda semuanya, baik yang menanti, maupun yang tidak menanti, tapi selalu meninggalkan komentar.

Mohon maaf, bila banyak kata-kata yang kurang berkenan. Kiranya Berkat dan Kasih TUHAN, selalu menaungi kita semuanya.

Salam manis dari Mainz.

Dj. 813

Untuk anda semuanya.

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

70 Comments to "Mudik 2012 (11): Meninggalkan Jogja, Menuju Semarang"

  1. Dj.  28 October, 2012 at 20:56

    Ibu Matahari, tau saja tempat Mc. Donald.
    Kami sudah lama tidak ke Mc. Donald lagi.
    Sekarang ke Burger King atau KFC
    Hahahahahahaha….!!!!

  2. matahari  28 October, 2012 at 20:18

    Pak Djoko…kalau cucunya lagi makan kentang goreng di Mc Donald…….di Gutenbergplatz 8-12

  3. Dj.  28 October, 2012 at 20:06

    Ibu Matahari….
    Dimana letak lucunya…??? Bukan cucunya kan…???
    Hahahahahahaha….!!!
    Mengapa harus selalu serius, sesekali guyon, agar cepat muda….
    Senang boleh ngobrol dengan ibu Matahari….
    Salam,

  4. matahari  28 October, 2012 at 20:02

    Pak Djoko….lucu juga….

  5. Dj.  28 October, 2012 at 19:50

    Okay…. Terimakasih untuk penjelasan tentang RIP nya….
    Sekarang baru ngeeeeeh….. hahahahahaha….!!!

    Tapi masih ada satu lagi yang jadi pikiran yang belum terjawab.

    Bagaimana memasukan ibu Matahari, kedalam hati Dj…..???

    Mungkinkah…???
    Yang jelas, Dj,. harus punya hati yang lebih besar dari ibu Matahari, agar ibu Matahari bisa masuk.
    Benar…??? Hahahahahahaha….!!!

  6. matahari  28 October, 2012 at 19:45

    Pak Djoko..saya memang hanya bercanda karena kalimat bapak di tulisan bapak yang saya copy itu…
    “Semarnya sudah mendapat tempat yang baik, TERIMAKASIH…!!!…seolah olah Semar ( dalam perwayangan ) telah RIP atau Rest In Peace..(meninggal dunia…pass away ) .saya selalu ingat pastor saya di masa kecil selalu mengatakan kalimat yang sama di acara penguburan…Tapi tentu saja yang Bapak maksud adalah…oleh oleh dari Ibu Mei sudah Bapak letakkan di rumah di German di tempat yang bagus….dan selayaknya…

  7. Dj.  28 October, 2012 at 19:30

    Mbak Yuli…
    Terimakasih, sudah mampir….
    Senang kalau boleh mengajak mbak Yuli ikutan jalan-jalan….
    Salam manis juga dari kami di Mainz.

  8. Dj.  28 October, 2012 at 19:29

    Bagong Julianto Says:
    October 26th, 2012 at 18:18

    KangMas Dj……

    Senang selalu ngikuti tulisan dan cerita ini…
    Dua pendekar bertemu: Ki AS dan Dj P….
    ———————————————————

    Mas Bagong….
    Matur Nuwun mas….
    Tapi Dj. masih harus banyak belajar dari Ki yang benar-benar sangat tenang.
    Baik tutur kata, maupun penampilannya… Salut…!!!
    Nah lain kali bisa ketemu dengan pendekar Bagong juga, okay…???
    Salam,

  9. Dj.  28 October, 2012 at 19:26

    matahari Says:
    October 26th, 2012 at 05:27

    Pak Djoko….Semarnya tidak jadi RIP krn diujung kalimat ada kata kata “terimakasih”kalau tadi Bapak tulis “Amin”..maka sudah dipastikan Semar telah RIP ditempat yang baik ….

    “Susi dan Mei, seperti yang sudah kenal lama…. satu kebahagiaan tersendiri. Terimakasih Mei, telah mau menemui kami di hotel, maaf dengan keadaan Dj. saat itu yang kurang sehat. Semarnya sudah mendapat tempat yang baik, TERIMAKASIH…!!!

    Saya hanya bercanda ya…jangan dimasukkan ke hati…
    —————————————————————–

    Ibu Matahari yang baik….

    RIP itu apa…???

    Maaf sedang mikir…
    Bagaimana caranya memesukan ibu Matahari dalam ati Dj. ???
    Hahahahahahahaha…..!!!
    Lha Dj. senang becanda, selalu senang membaca kmentar ibu Matahari.
    Salam,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.