Mendekati Kamboja, Si Bunga Makam

Pratiwi Setyaningrum

 

Si Cantik Kamboja

KAMBOJA (Plumeria Acuminata)

Ini dia, bunga Kamboja. Kalian tentu sangat mengenal tanaman yang sudah kita anggap sebagai bunga lokal ini. Iya kan?

Mengapa dicap sebagai bunga makam? Dasar pemikirannya cukup sederhana saja. Begini, (*Seet! rapiin rambut dan kacamata dulu) Orang kita, adalah orang-orang yang terbiasa praktis. Biasa memberi nama/gelar pada segala sesuatu berdasarkan lokasi kejadian atau di mana biasa ditemukan. contohnya saja: Apel Malang, karena banyak ditanam di kota Malang. Gule Tikungan, karena tukang gulenya biasa mangkal di tikungan Blok M. Sunan Kalijaga, karena dulu bersemadi di tepi kali/sungai. Atau di Bali, karena biasa sebagai bagian dari ritual sembahyang, bunga ini dinamakan sebagai bunga sesaji. Nah, jadi, mengapa bunga makam? Yup, kamboja paling banyak ditanam di kuburan. Kamboja dan kuburan, keduanya hidup berdampingan nyaris tak terpisahkan. Kau mau mencari kuburan? Cari pohon kamboja, di dekatnya pasti ada kuburan. Kau mencium harum kamboja? Berarti di dekat situ ada kuburan. Vice versa. Haa, ya, sedekat itu. Kau sedang di kamar, mencium bau kamboja? Haa…

Sebagai tumbuhan tropis, maka bunga indah ini bisa tumbuh di mana-mana di pelosok Indonesia yang disinari matahari sepanjang tahun. Dan kita tahu bahwa Indonesia yang berpulau-pulau, memiliki begitu banyak suku bangsa, maka tak heran jika bunga ini jadi mempunyai banyak nama sesuai bahasa daerah dan dialek lokal di mana dia tumbuh. Orang Jawa menyebut Semboja (baca: sembo”jo” – seperti saat mengucap “Jaw”/rahang), orang Bali dengan bunga Jebun, dan Sunda dengan Samoja atau Kamoja. Sedangkan orang Madura mengenalnya sebagai Campaka Molja atau Bakul.

Di tempat lain, ada juga yang menyebut bunga cantik berbau wangi eksotis ini dengan nama: Lei flower. (Wow.. dari namanya saja di benakku bisa langsung terbayang bunga-bunga ini mengapung di air yang jernih seperti kaca.. atau bathtub.. lalu dua tubuh molek perlahan masuk bersama.. bermesraan dalam kepungan kamboja yang mengapung.. mm.. mm.. romantis! Ciaa.. >_

YANG MEKAR DI MUSIM KEMARAU

Bunga jenis ini hanya akan berbunga pada musim kemarau saja. Di musim hujan bunga ini hanya akan mengeluarkan daun yang sangat lebat. Bunga yang berasal dari Amerika (Columbia) dan Afrika ini memiliki macam-macam jenis dan warna. Ada yang bunganya besar-besar, ada juga yang kecil-kecil. Ada yang berwarna putih, kuning, merah, ada juga yang berwarna campuran, misalnya kuning putih, merah putih, ataupun juga merah putih. Varietasnya bisa mencapai 50 jenis.

Kamboja seringnya tidak dirawat atau dijadikan bonsai, ia dibiarkan tetap tumbuh besar dan tinggi karena biasanya tanaman ini juga berfungsi sebagai peneduh pada saat ada orang yang berkunjung ke makam keluarganya.

 

TREND BARU DISAIN DAN DEKORASI HUNIAN

Pesan tukang bunga: “Jangan lagi takut menanam kamboja kuburan, karena tanaman hias satu ini tak seseram namanya. Kini, tanaman eksotis ini banyak menghiasi halaman rumah-rumah berdesain modern dan minimalis.”

Sejalan dengan perkembangan zaman, anggapan seram terhadap tanaman berbunga cantik ini mulai bergeser. Mulai tahun duaribu limaan tanaman ini pun tak lagi dihubungkan dengan kematian dan mistis. Sudah banyak orang yang tak segan lagi menanam kamboja sebagai penghias halaman. “Apalagi orang Jakarta, kan, menyukai rumah bertema Bali yang memang cocok dengan hiasan bunga kamboja,” papar Gunawan Widjaja dari Wijaya The Art of The Garden. Apalagi bunganya wangi, struktur pohonnya bagus, akarnya tidak merusak bangunan, dan yang paling penting perawatannya mudah.

Dalam soal perawatan, ungkapnya lagi, kamboja memang termasuk tanaman bandel. Tidak disiram pun bisa hidup. Musim hujan menjadi kendalanya, karena biasanya di belakang daunnya tumbuh jamur berwarna kuning. Tapi masalah ini bisa diselesaikan dengan menyemprot fungisida.

 

GETAHNYA BERKHASIAT OBAT

Getah kamboja konon manjur sebagai obat sakit gigi atau luka, dan kulit batangnya sanggup menumpas rasa sakit karena bengkak, dan memulihkan pecah-pecah pada telapak kaki. Lumayan juga ya…

 

LAHAN BISNIS BARU

Nah, sampailah kita pada topik puncak. Tahukah anda? Kamboja yang dulunya sangat tidak berharga, yang para juru kunci makam biasanya hanya mengumpulkannya terus dibakar, namun saat ini bunga jenis ini telah menjadi sangat mahal harganya.

Kamboja sekarang banyak dicari orang. Bukan sebagai hiasan, namun bunga ini dicari karena harganya. Orang-orang mengumpulkan bunganya, dan menjualnya dalam keadaan kering. Jadi setelah bunga ini dikumpulkan dari makam, dari pinggir jalan, dari mana-mana, kemudian dijemur hingga benar-benar kering. Untuk menjualnya mereka tidak perlu repot, karena para pengepul yang akan datang sendiri ke rumah-rumah yang memiliki bunga jenis ini, untuk dibeli. Atau kita bisa mencoba menghubungi para pengepul ini melalui info dari website mereka.

Seperti tampak di foto, saya mendapat informasi dari google, pada foto tersebut disertakan penjelasannya, “Warga Jakarta menjemur bunga Kamboja. Bunga yang dipungut ini akan dijual untuk bahan baku pembuatan obat nyamuk bakar. Bunga Kamboja basah dihargai Rp 3.000/kg, sementara yang sudah kering Rp 15.000,-” dan berdasarkan search di google, para pencari kamboja kering ini bahkan bisa bersedia membayar sampai Rp.55.000,- perkilo. Super sekali…

Di Jakarta, bunga kamboja dikumpulkan dari taman kota maupun pohon-pohon yang tumbuh liar. Setelah kering, bunga ini akan dijual ke pengepul/tengkulak yang akan datang secara periodik. Untuk keperluan bisnis baru ini, bunga ini bagusnya harus dalam keadaan kering benar. Biasanya pengepul akan menjualnya lagi ke pengepul yang lebih besar, dan bos yang membeli dari pengepul akan mengimportnya ke luar negeri. Biasanya bunga jenis ini akan di import ke Jepang, di sana bunga jenis ini biasanya digunakan untuk campuran teh, sabun, minyak wangi dll.

Nah. Tertarik? ^__^)

Plumeria sp. Scientific classification:

Kingdom: Plantae (unranked): Angiosperms (unranked): Eudicots (unranked): Asterids

Order: Gentianales

Family: Apocynaceae

Subfamily: Rauvolfioideae

Tribe: Plumerieae

Genus: Plumeria

Specie: Plumeria clusioides

——————

puri indah, 24 Oktober 2012

diolah oleh pratiwi setyaningrum berdasarkan info dari  berbagai sumber.

 

Note Redaksi:

Pratiwi Setyaningrum, selamat datang dan selamat bergabung di Baltyra. Make yourself at home dan ditunggu artikel-artikel lainnya ya. Terima kasih Dewi Aichi yang memperkenalkan satu lagi penulis ke Baltyra…

 

24 Comments to "Mendekati Kamboja, Si Bunga Makam"

  1. Handoko Widagdo  1 November, 2012 at 08:48

    Penamaan Kamboja jelas karena letakknya yang ada di kuburan. Dalam bahasa Jawa kata ‘semboja’ berarti selonjor yang melambangkan orang mati. Sedangkan boja sendiri dalam bahasa Jawa berarti makanan. Jadi semboja berarti nir boja sudah tidak bisa makan lagi.

  2. Yuli Duryat  31 October, 2012 at 07:46

    Wah di kuburan dekat kampung saya, banyak sekali bunga kamboja, memang indah dan wangi baunya terutama yang putih kekuningan.

  3. anoew  30 October, 2012 at 00:17

    @JC: Salah Kang, aku sukanya di dalam mobil antik, di lambung kapal Titanic.

  4. Lani  29 October, 2012 at 14:15

    16 AKI BUTO : tdk semua bau bunga kamboja sama persis lo………krn aku sdh membaui bbrp jenis………ternyata berbeda………

Terima kasih sudah membaca dan berkomentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current ye@r *

Image (JPEG, max 50KB, please)