[Serial Negara Kapitalis] Hari Ini, Katrooo…

Dian Nugraheni

 

Hari ini, aku mendapat kehormatan, diundang menghadiri syukuran memperingati meninggalnya Bapak Mertua Ann, salah satu teman kerjaku.

Menilik penampilannya, Ann tampak sebaya denganku, tapi, katanya, anaknya sudah usia 21 tahun yang sulung, dan 15 tahun yang bungsu.Tapi, penampilan dan penampakan wajah Ann tidak seperti Ibu-ibu yang punya anak seusia itu. Yaa, mungkin Ann awet muda, atau, mungkin juga Ann menikah saat usia masih sangat muda..aku nggak tau pasti berapa usia Ann.

Jadilah sore ini aku minta tolong seorang kawan, untuk diantar ke rumah Ann di daerah Annandalle. Kata temanku, Annandalle ini daerah komunitas masyarakat Vietnam (aku bahkan gak ngeh, Ann itu Chinese, Vietnamese, dan seterusnya..yaa, pokoknya mukanya kecina-cinaan sih..). Sengaja aku datang lebih awal, biar bisa pamit pulang ketika tamu-tamu yang lain datang. He..he…nggak ngebayangin deh, ngumpul sama orang-orang yang bicara cang cing cong tanpa tau artinya sama sekali.

Hmm..ternyata Ann tinggal di rumah sangat besar, bertingkat pula, sejak 21 tahun yang lalu, katanya. Setelah masuk ruang tamu, taulah aku bahwa suami Ann seorang Militer. Itu tergambar dari beberapa buah foto yang dipampang di dinding, salah satunya, Ann berdandan sangat cantik, berdua dengan seorang lelaki berpakaian militer. Ann bilang sesuatu, ada kata “parasut..”.., ohh, mungkin suaminya Militer Angkatan Udara…

Yaa, nggak heran.., ini sangat berkaitan dengan sejarah, mengapa warga Vietnam banyak yang beranak pinak di Amerika, bisa masuk negara Amerika, bahkan menjadi citizen, warganegara, dengan tidak menemui banyak kesulitan.., pastilah ada kaitannya dengan perang Vietnam, di mana tentara Amerika waktu itu merasa sangat punya kepentingan di sana.Bahkan rasanya, imigran dari Vietnam menjadi “anak emas” di Amerika. Banyak volunteer Amerika yang mengumpulkan donasi dari masyarakat umum, yang hasilnya diperuntukkan bagi imigran Vietnam. Dan bentuk donasinya bukan hanya hal-hal yang remeh temeh, bahkan juga banyak mobil-mobil layak pakai milik masyarakat yang dihimbau untuk didonasikan pada para imigran asal Vietnam ini.

Beberapa saat kemudian, tamu-tamu mulai tampak berdatangan, bermobil mewah, berpenampilan kelas atas, semuanya orang-orang bermata sipit..mungkin semuanya keturunan Vietnam, dan mereka masing-masing membawa tentengan, kalau nggak nampan besar makanan khas negara mereka, ya tas kertas kecil warna-warni, tampak mewah, isinya Wine, atau karangan bunga…

Nahh..di sinilah mukaku terasa mulai panas..memerah..ha..ha…tadi aku dengan bersemangat telah membeli sekotak mangga matang sebagai oleh-oleh.., diterima, dan ditaruh di bawah meja makan.. Kupikir..ohh, ku pikir.., mangga matang yang aku beli dengan harga yang lebih mahal daripada sekilo Anggur merah ini, akan bisa langsung dikupas, disajikan, dan mungkin banyak yang suka..he..he… Yaa, mangga di Amerika termasuk buah impor, jadi harganya agak mahal.

Tapi, akhirnya, aku tenang-tenang sajalah.., memang aku belum ngerti gimana bergaul di sini..Kalau bertamu ke orang bule, gimana, kalau bertamu ke orang Spanish, gimana.., kalau bertamu ke tempat orang Vietnam gimana.., dan seterusnya…

Selidik punya selidik, katanya, kalau mau “aman”, bila kita diundang bertamu ke suatu acara, bawa saja sebotol Wine atau seikat bunga.., begitu.., he…he…

Ohh..jadi di sini yang lebih aman adalah bahasa Sebotol Wine atau Seikat Bunga..

Wokey dah kalau begitu..lain kali aku siapin ya..hixixixi..Katro beibeh hari ini..tak apa..satu lagi pelajaran berharga..

Salam Sebotol Wine dan Seikat Bunga…

 

Carlin Spring, Arlington, Virginia,

Dian Nugraheni

Tanggal 21 Juni 2010, hari Senin 2010, jam 10.19 malam..

 

14 Comments to "[Serial Negara Kapitalis] Hari Ini, Katrooo…"

  1. HennieTriana Oberst  31 October, 2012 at 06:43

    Dian, aku juga kalau diundang lebih aman membawa wine atau kembang. Tapi gampang bawa wine, karena biasanya ada persediaan di rumah, kalau kembang harus beli yang segar.

  2. matahari  29 October, 2012 at 23:47

    Pak JC…..saya setuju …memang watak bangsa kita ( tidak semua tapi sangat banyak ) yang tidak merasa puas batinnya sebelum mencerca pemberian oleh oleh/hadiah yang notabene GRATIS ……mereka merasa gengsinya turun karena diberi oleh oleh tapi dilain sisi mereka juga rakus dengan oleh oleh dari luar negri. atau dari Jakarta.. di kasih coklat malah minta parfume.tentunya sesudah coklat tadi di kritik lebih dahulu…….saya kadang berfikir bahwa mereka mencerca karena”cemburu” karena yang memberi itu tinggal di LN…atau tinggal di Jakarta yang kota metropolitan…..mereka sengaja mengatakan sesuatu yang membuat sipemberi tersinggung sebagai kompensasi pelampiasan rasa cemburu mereka …

  3. Lani  29 October, 2012 at 14:16

    11 AKI BUTO : iki mah namanya bukan oleh2…………tp pesan secara maksa……….kkkkkk……..nah, yg kayak gini malah sekalian dibisniskan to!

  4. J C  29 October, 2012 at 05:35

    Benar, Matahari, aku juga sering melihat dan mendengar kalau justru di Indonesia orang suka benar mencerca oleh-oleh yang dibawakan terutama dari luar negeri. Dan yang lebih dahsyat, ada lho yang pesan khusus minta dibawakan oleh-oleh ini dan itu (wine merk ini, coklat merk itu, baju atau sepatu merk ini… )

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *