Jalan-jalan dengan Yamanote Line

Dewi Aichi – Brazil

 

Dan kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang Yamanote LineYamanote Line adalah angkutan umum yang berada di kota Tokyo. Bagi yang tinggal di Jepang, cobalah menikmati Yamanote Line, anggap saja piknik tanpa tujuan. Sebenarnya tujuan saya sih waktu itu pengen tau saja. Apalagi kalau pás ada urusan di KBRI, maka kusempatkan diri jalan-jalan, dan juga menikmati angkutan umum yang nyaman.

Yamanote Line adalah angkutan jenis kereta api yang hanya memutari kota Tokyo. Jalur Yamanote Line ini panjangnya 34.5 km, yang dioperasikan oleh East Japan Railway Company (JR East). Jalur yang menghubungkan tempat-tempat paling terkenal, padat dan sibuk dengan aktivitas masyarakat di Tokyo. Terutama Shinjuku, Shibuya, Ginza, Akihabara, Ueno, dan Ikebukuro.

Dari 29 stasiun (eki), yang merupakan bagian dari Yamanote Line, 23 stasiun diantaranya menghubungkan jalur “shinkansen” atau trem yang akan menuju ke berbagai wilayah Tokyo dan luar kota. Jika mau mengenal Tokyo dalam sehari, terutama tempat-tempat yang terkenal, cukup naik Yamanote Line akan membawa ke titik-titik kota yang paling banyak dituju oleh masyarakat, baik orang Jepang sendiri atau turis asing.

Ket: gambar di atas tertulis waktu dengan warna biru, adalah menunjukkan waktu yang dibutuhkan dari 6 stasiun utama yaitu Ueno, Tokyo, Shinagawa, Shibuya, Shinjuku, Ikebukuro.

Yamanote Line beroperasi mulai Jam 04:26 sampai 01:18 hari berikutnya. Dan Yamanote Line akan selalu datang antara 2 sampai 4 menit. Jadi yang datang terlambat, tidak akan menunggu lama untuk menunggu kedatangan Yamanote Line berikutnya.

Beberapa stasiun Yamanote Line

Yamanote Line dibangun pada tahun 1925. Beberapa stasiun terkenal yang dilalui oleh jalur Yamanote Line adalah bisa dengan mudah mengunjungi Ueno, yang mana di sana ada museum Nasional, kebun binatang dan Taman. Taman ini sangat indah penuh bunga sakura di musim semi.

Ueno Park

Bisa turun di stasiun Tokyo, dari sini bisa ke Tokyo Tower dan Zojoji Temple. Dari sini bisa juga menggunakan jalur monorail yang bisa menghubungkan pusat kota, airport Haneda. Selain itu, stasiun Tokyo merupakan tempat untuk semua jalur Shinkansen. Di sini juga ada tempat yang sangat terkenal yang disebut “Marunouchi”, yaitu pusat komersial di Jepang. Tempat ini dekat istana Imperial.

Sugamo, pusat komersial yang juga dikenal dengan tempatnya orang dewasa. Di sinilah adanya “Harajuku”, yang terkenal dengan pusat-pusat belanja remaja modis. Juga terdapat pasar-pasar tradisional. Di Sugamo juga ada Kogan-ji Templo, tetapi tidak begitu terkenal.

Sugamo

Takadanobaba, lebih populer disebut Baba, dimana di sini terdapat Waseda Universitas, salah satu universitas bergengsi di Tokyo. Di sini bisa saya katakan sebagai Jogjanya Tokyo, karena di sini terkenal juga dengan kota pelajar, sehingga banyak tempat-tempat makan murah meriah untuk para mahasiswa dan pelajar-pelajar yang kost(dari luar wilayah Tokyo).

Shimbashi, tempatnya pusat dagang ikan, seperti Tsukiji, Shiodome Shioshite dan Rikyu Gardens. Berdekatan dengan tempat ini masih ada tempat komersial lainnya yaitu Okachimachi, yang dikenal dengan Ameyoko. Komagome juga dikenal sebagai taman tradisional Jepang yang disebut Rikugien Garden. Semua tempat di atas masuk di wilayah Ikebukuro.

Ikebukuro

Shin-Okubo, menampilkan sisi lain multikultural yang ada di Jepang. Orang Jepang menyebutkan dengan Koreanya Jepang. Di tempat ini banyak sekali warga Korea yang menetap. Namun tidak ada perbedaan wajah, antara orang Jepang dan Korea. Sekali pernah mencicipi makanan Korea di sini, saya bersama teman-teman kenshusei dan juga beberapa teman yang bekerja secara ilegal di Jepang. Nama makanannya saya lupa, tapi sejenis tempura berbahan beras/nasi, makannya dicelupkan dalam kaldu yang pedas. Banyak ditemui resto Thai dan Malaysia.

Shinjuku lebih terkenal lagi. Di sini salah satu tempat yang paling ramai juga. Kota yang tak pernah mati, selalu padat oleh kesibukan masyarakat. Dan pada malam hari, banyak anak-anak muda bersantai-santai di Shinjuku. Ada jalan yang bernama Yoyogi, tepat di depan stasiun Shinjuku, di sini tempat paling berkelas, elegan dengan resto, café, butik kelas ningrat, alias sangat mahal. Sudah pernah dengar nama Yoyogi Park?

Yoyogi Park

Akihabara , merupakan pusat elektronik paling lengkap. Seperti juga dengan Shibuya, Harajuku, Shinjuku. Tempat ini juga sangat padat oleh masyarakat yang berbelanja maupun hanya sekedar jalan-jalan. Beberapa tempat lagi yang layak dikunjungi yaitu Meguro, Osaki, Higashi Gotanda(saya turun di sini jika akan ke KBRI), Shinagawa(rumah mertua saya dulu), Shinbashi, Yurakucho(tempat yang asik untuk santai-santai sambil menikmati bir, aneka jenis bir, makanan cepat saji, saat makan siang bersama teman-teman kerja, atau saat pulang kerja.

Begitulah Tokyo, kota kecil, padat dan super sibuk. Semua seakan berjalan sangat cepat. Ginza misalnya, tempat paling mahal di dunia (katanya), harga tanah di Ginza (10 tahun yang lalu), 2 juta yen/100 cm (cm lho bukan m). artinya 150 juta rupiah setiap 10×10 cm. Betul ngga ya?

Demikianlah sedikit gambaran tentang kota Tokyo, dengan pengalaman saya menikmati setiap sudut kota Tokyo melalui jendela Yamanote Line, mengamati segalanya, kadang terlihat banyaknya pegawai yang memakai pakaian formal, elegan, di lain sudut pada jam berikutnya, akan terlihat banyaknya orang-orang memakai baju-baju casual, dan kadang tampak sekelompok pelajar dengan baju seragamnya.

Dengan menggunakan Yamanote Line, memutar kota Tokyo, mengamati setiap tempat dimana Yamanote berhenti, akan melihat perbedaan antara Tokyo utara, selatan, barat dan timur.

Pada akhirnya saya ingin menyampaikan, jalan-jalan menggunakan Yamanote Line adalah salah satu cara paling saya sukai sebagai penduduk asing di Jepang. Paling tidak, saya sudah menggunakan kesempatan menikmatinya saat berada di Jepang. Dan tentu saja, sangat murah.

Di bawah ini saya usahakan vídeo terbaik dari youtube, bagi teman-teman agar bisa mendapatkan gambaran dari apa yang ingin saya sampaikan pada tulisan saya kali ini.

Melihat vídeo kedua dari Youtube ini, anda seakan sedang berada di Tokyo, melihat bagaimana keadaan setiap sudut kota. Semua yang tampak dalam video adalah tempat-tempat terkenal yang sudah saya sebutkan pada tulisan ini.

 

Tambahan:

* Diperkirakan 3,7 juta penumpang melewati setiap hari untuk Jalur Yamanote. Angka ini lebih tinggi dari lalu lintas dari London Underground, yang membawa sekitar 2,7 juta penumpang per hari.

* Dari 29 stasiun, 26 memiliki lini lain yang mengambil total stasiun yang berbeda 468.

* Yamanote berarti “Tangan gunung.” Yama = gunung Te = Tangan

* Sampai tahun 1971, Jalur Yamanote disebut Jalur Yamate. Perubahan adalah untuk menghindari kebingungan dengan nama jalur stasiun berikutnya, juga disebut Yokohama Yamate (Negishi Line). namun masih mengacu ke baris sebagai “Yamate Line”.

* Masing-masing dari 29 stasiun diwakili dengan sinyal yang berbeda ketika kereta tiba di stasiun.

* Pada bulan Oktober, bulan Halloween, ada semacam Halloween Yamanote, di mana banyak orang memakai kostum asing dan Jepang berada di kereta. Tidak tahu apakah tradisi ini masih ada, karena tampaknya bahwa dalam tahun-tahun sebelumnya, terjadi beberapa masalah dengan polisi karena minum dan vandalisme. Tapi tampaknya cukup menghibur.

 

Sumber tulisan:

http://www.jreast.co.jp/estation/station/info.aspx?StationCd=695

http://www.kotsu.metro.tokyo.jp/subway/stations/gotanda/a05.html

http://www.consbrasil.org/

http://yamanote.com.br/

 

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

41 Comments to "Jalan-jalan dengan Yamanote Line"

  1. Dewi Aichi  2 November, 2012 at 07:50

    Nev…Yogi bear malah ngga tau, kalau Sapporo baru tuh….tau…yuk ahh…mudah mudahan, someday..and somehow..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *